Breaking News

 


BNN Pasbar Tangkap 3 Pelaku Narkoba Ganja 49,7 Kg, Begini Kronologisnya

Padang, Figurnews.com
Kepala Badan Narkoba Nasional Propinsi Sumatera Barat, Brigjen Pol Drs. Khasril Arifin didampingi Kepala BNNK Pasaman Barat, Irwan Effenry menyampaikan press rilis keberhasilan BNNK Pasbar dalam pengungkapan jaringan penyalahgunaan  peredaran gelap narkotika jenis ganja.              

Sumatera Barat memang sudah harus kembali gelorakan perang terhadap Narkoba. Ini ditegaskan Kepala BNN Sumatera Barat, Brigadir Jenderal Polisi Khasril Arifin, saat menggelar jumpa pers atas penangkapan Narkoba jenis Ganja di Kantor BNN Sumbar, Mato Aia, Padang Selatan, Senin (4/10).
 
"BNN Sumbar mengapresiasi keberhasilan TIM BNN Pasaman Barat beberapa Minggu lalu, dalam pengungkapan kasus narkoba yang cukup banyak ini," Puji Pol Drs. Khasril Arifin.

Sedikitnya, 49,7 kg ganja kering siap edar diamankan tim gabungan BNN Sumbar dan BNN Pasaman Barat bersama 3 orang tersangka laki-laki yakni RD (35) bersama dengan AP (29) dan RE (28).


Pada keterangan pres rilisnya, BNN Provinsi Sumbar menerangkan penangkapan 3 tersangka dengan barang bukti Narkoba jenis ganja berawal pada hari Kamis tanggal 23 September 2021 sekira pukul 02:30 WIB dini hari.

Tim Gabungan BNN Provinsi Sumatera Barat bersama dengan Tim BNN Kabupaten Pasaman Barat melakukan upaya paksa penangkapan terhadap pelaku Tindak Pidana Narkotika di 2 (dua) tempat yang berbeda yaitu TKP Pertama di perbatasan antara Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Pasaman Barat Provinsi. Sumatera Barat tepatnya di Jembatan Taming Batahan Jorong Taming Batahan, Kenagarian Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat.

Sementara TKP Kedua di Kebun Sawit di Jalan Lintas Parit Penggambiran, Jorong Parit, Kenagarian Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat.

Penangkapan berawal dari Laporan Tim Pemberantasan BNN Kabupaten Pasaman Barat bahwa pada hari Rabu tanggal  22 September 2021 sekitar pukul 00.00 WIB akan ada pengiriman Narkotika jenis Ganja dari Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara menuju Kabupaten Pasaman Barat.

Selanjutnya Tim Pemberantasan BNN Kabupaten Pasaman Barat langsung melakukan koordinasi dengan Tim Pemberantasan BNN Provinsi Sumatera Barat terkait rencana untuk melakukan penangkapan terhadap TO.

Narkotika Jenis Ganja tersebut akan dijemput Langsung oleh TO (profil TO telah berhasil dikuasai oleh Tim Pemberantasan BNN Kabupaten Pasaman Barat).

Pada hari Rabu tanggal 22 September 2021 sekira pukul 16.00 WIB, Tim Pemberantasan BNN Kabupaten Pasaman Barat bergerak menuju ke daerah perbatasan antara Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Pasaman Barat tepatnya di daerah Taming Batahan guna melakukan profiling area didaerah Tersebut, menyusul kemudian sekira pukul 22.00 WIB, Tim Pemberantasan BNN Provinsi Sumbar bergerak ke wilayah Kabupaten Pasaman Barat.

Pada hari Kamis tanggal 23 September 2021 sekira pukul 02.00 WIB, diperoleh informasi bahwa mobil Jenis Toyota Avanza warna silver metalik yang dikendarai TO telah memasuki wilayah perbatasan kemudian dilakukan pembuntutan hingga di daerah Jembatan Taming Batahan yang sebelumnya telah dibuat blokade oleh Tim Gabungan BNN guna menghambat pergerakan TO.

Setibanya Mobil Jenis Toyota Avanza warna Silver Metalik yang dikendarai TO tersebut di Jembatan Taming Batahan kemudian dilakukan upaya penangkapan terhadap TO dan berhasil diamankan 1 (satu) orang laki-laki yaitu RD  dan dipastikan  sesuai dengan Profil TO yang akan menjemput Narkotika Jenis Ganja dari daerah  Mandailing Natal.

Kemudian dilakukan penggeledahan terhadap mobil tersebut namun tidak ditemukan adanya barang berupa narkotika jenis Ganja ada didalam mobil Toyota Avanza warna Silver Metalik yang dikendarai TO inisial RD tersebut.

Kemudian anggota melakukan pemeriksaan terhadap Handphone milik RD dan mencurigai adanya pesan singkat dengan seseorang inisial PN yang mengirimkan pesan kepada RIDWAN Pgl IWAN bahwa “Sudah dimuat”,.

Setelah mendapatkan informasi tersebut Tim Gabungan langsung melakukan penyisiran hingga ke daerah Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal dan mencurigai 1 (satu) mobil jenis Toyota Rush warna Merah Maroon yang diduga kuat adalah kendaraan yang membawa narkotika Jenis Ganja yang dipesan oleh TO RD  tersebut.

Kemudian Tim yang melakukan penyisiran berkoordinasi dengan Tim yang telah memblokade jalan di Jembatan Taming Batahan guna mengamankan Mobil Toyota Rush warna Merah Maroon tersebut akan tetapi pada saat Mobil Toyota Rush warna merah maroon tersebut akan diperiksa oleh Anggota BNN, pengendara mobil tersebut langsung menerobos blokade jalan dengan menabrak mobil yang dipakai untuk memblokade jalan tersebut.

Kemudian dilakukan pengejaran oleh Anggota hingga ke daerah Pasir Panjang Jorong Taming Batahan, Kenagarian Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat dan berhasil ditemukan 1 (satu) kendaraan Roda Empat Jenis Toyota Rush warna merah maroon dalam keadaan Kosong.

Diduga pengendara mobil tersebut berhasil melarikan diri, kemudian terhadap mobil tersebut dilakukan pemeriksaan dan berhasil menemukan sisa-sisa narkotika jenis Ganja berada didalam mobil tersebut.

Sekira pukul 06.30 WIB, salah satu anggota BNN Kabupaten Pasaman Barat memperoleh informasi dari anggota Polsek Ranah Batahan terkait penemuan 4 (empat) karung plastik berwarna putih yang diduga didalamnya berisi narkotika Jenis Ganja berada di sepanjang jalan Taming Batahan sekira 2 Km dari Jembatan Taming Batahan.

Kemudian Tim langsung bergerak menuju lokasi penemuan tersebut dan setibanya di lokasi tersebut benar ditemukan 4 (empat) karung plastik berwarna putih yang didalamnya berisi 50 (lima puluh) paket besar narkotika jenis Ganja yang dibungkus dengan lakban berwarna kuning.

"Diduga kuat bahwa pengendara mobil Rush warna merah maroon tersebut sengaja membuang narkotika jenis Ganja yang dibawanya pada saat dilakukan pengejaran terhadap mobil yang dikendarainya" katanya

Terhadap 50 (lima puluh) paket besar ganja yang dibungkus dengan lakban berwarna bening tersebut tsk. RD mengakuinya bahwa itulah ganja yang dibelinya dari Kabupaten Mandailing Natal.

Selanjutnya sekira pukul 14.00 WIB setelah diamankannya  handphone milik RD dihubungi oleh AP Pgl PUTRA yang memesan 5 (lima) kilogram Ganja kepada RD  kemudian dilakukan pengiriman dibawah kendali terhadap orang yang telah memesan 5 (lima) kilogram Narkotika Jenis Ganja tersebut dan

"Dari pengakuan Tersangka, mereka membuat kesepakatan bahwa 5 (lima) kilogram Ganja tersebut akan diserahkan di Kebun Sawit di daerah Jalan Lintas Parit-Penggambiran , Sekira Pukul 16.00 WIB bertempat di Kebun Sawit di daerah Jalan Lintas Parit- Penggambiran, Jorong Parit, Kenagarian Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kab Pasaman Barat berhasil diamankan AP Pgl PUTRA bersama dengan RE Pgl Buyung Adiak sebagai orang yang telah memesan Ganja sebanyak 5 (lima) kilogram kepada RD alias Iwan" terangnya.

Selanjutnya tersangka dan Barang Bukti dibawa ke Kantor BNN Kab Pasaman Barat guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

BNN Pasbar mengamankan barang bukti 50 (lima puluh) paket besar Narkotika Golongan I jenis tanaman diduga jenis Ganja yang dibalut dengan lakban berwarna kuning dan dimasukkan kedalam 4 (empat) buah karung plastik berwarna putih.
1 (satu) unit Kendaraan Roda Empat merek Toyota Rush warna merah Plat Nomor BB 1474 FQ,
1 (satu) unit Kendaraan Roda Empat merek Toyota Avanza warna Silver dengan Plat Nomor BA 1526 SA,
1 (satu) unit handphone merek Vivo 1904 berwana Biru dengan nomor Imei : 862645042411818 ; 862645042411800.
1 (satu) unit handphone merek Vivo V2027 berwarna Silver dengan nomor Imei : 8619693056947116 ; 861993056947108.
Uang tunai sejumlah Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah).

Total Barang Bukti Ganja yang diamankan adalah Berat Kotor seberat 49,7 (Empat Puluh Sembilan Koma Tujuh) Kilogram
Berat Pembungkus berupa Lakban berwarna Kuning sebanyak 1,3 (Satu Koma Tiga) Kilogram.
Berat Bersih sebanyak 48,4 (Empat Puluh Delapan Koma Empat) Kilogram.

Disisihkan untuk Pembuktian di Pengadilan 100 (Seratus) Gram. Disisihkan untuk Pengujian Laboratorium : 0,5 (Nol Koma Lima) Gram. Dimusnahkan sebanyak : 48,3 (Empat Puluh Delapan Koma Tiga) Kilogram.


"Tersangka RD Pgl IWAN dijerat pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2), Jo Pasal 111 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 Dengan ancaman hukuman seumur hidup dan Denda paling banyak 10 milyar dan paling sedikit 1 Milyar," jelasnya

"Terhadap Tersangka AP Pgl PUTRA bersama dengan RE Pgl BUYUNG ADIAK dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) ) UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar rupiah dan paling banyak Rp 10 miliar rupiah," tutup Brigjen Pol Drs. Khasril Arifin.

DI. Sumber : BNN Provinsi Sumatera barat

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre