Breaking News

 


Wako Zul Elfian Sampaikan Nota Ranperda Perubahan APBD TA. 2021

 


Solok Kota ,Figur news.com -

Walikota Solok H. Zul Elfian Umar, SH, M.Si menyampaikan Nota Keuangan Ranperda Perubahan Anggaran dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 dalam sidang paripurna DPRD pada Senen (20/09/2021) bertempat di ruang sidang DPRD Kota Solok.

Ketua DPRD Kota Solok H. Nurnisma, SH saat membuka sidang menyampaikan bahwa, “Perubahan APBD merupakan salah satu agenda rutin daerah sebagai bagian dari tahapan sistem pengelolaan keuangan, dalam rangka terlaksananya piñata usahaan keuangan Daerah secara optimal, transparan dan akuntabel serta disusun berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku”.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan Daerah, pasal 4 ayat (2) menyatakan bahwa Walikota sebagai kepala pemegang kekuasaan pengelolaan Daerah mengajukan Rancangan Perda tentang perubahan APBD kepada DPRD, untuk selanjutnya dibahas bersama, dalam rangka memperoleh persetujuan bersama DPRD dan Kepala Daerah.

Terhadap rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan APBD, yang mana lembaga DPRD bersama Pemerintah Daerah telah menjadwalkan pembahasan Rancangan Ranperda tersebut.

Sementara itu Wako Zul Elfian saat penyampaian Nota menjelaskan bahwa, “mencermati perkembangan selama Tahun Anggaran berjalan dalam pelaksanaan APBD ditemui adanya beberapa faktor dan dinamika yang harus disikapi dan perlu dilakukan penyesuaian melalui perubahan terhadap APBD yang telah ditetapkan”.

Hal ini perlu disikapi, baik perubahan intern maupun ekstern yang akan berpengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap jalannya Pemerintahan. Untuk menyikapi perubahan tersebut, telah dilakukan penyesuaian dengan melakukan penyusunan rancangan Perubahan APBD berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Gambaran umum Perubahan APBD Kota Solok Tahun 2021 Pendapatan Daerah semula dianggarkan Rp561.208.357.905,00 berkurang sebesar Rp17.377.294.267,00 atau berkurang sebesar 3,10% setelah perubahan menjadi Rp543.831.063.638,00, Belanja Daerah semula dianggarkan sebesar Rp636.686.506.505,00 bertambah sebesar Rp28.444.200.920,00 atau naik sebesar 4,47%. Setelah perubahan menjadi Rp665.130.707.425,00.

Defisit Anggaran semula diperkiraan sebesar Rp75.478.148.600,00 bertambah sebesar Rp45.821.495.187,00 atau naik sebesar 60,71%. Setelah perubahan menjadi Rp121.299.643.787,00, Penerimaan Pembiayan Daerah semula di perkirakan sebesar Rp75.478.148.600,00 bertambah sebesar Rp45.821.495.187,00 atau naik 60,71%. Setelah perubahan menjadi Rp121.299.643.787,00, Jumlah Pembiayaan Neto semula diperkirakan sebesar Rp75.478.148.600,00 bertambah sebesar Rp45.821.495.187,00 atau naik 60,71%. Setelah perubahan menjadi Rp121.299.643.787,00

Setelah diperhatikan, ternyata kita harus memahami kondisi Keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Kondisi ini mengakibatkan tingginya tingkat ketergantungan kepada pemerintah pusat karena keterbatasan potensi pendapatan asli daerah. Hal ini menuntut kita agar lebih efisien dan efektif dalam menetapkan kebijakan anggaran belanja.

“Sehubungan dengan itu dalam merumuskan perubahan anggaran belanja pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 ini, kita telah bersama-sama membahas dan menyepakati perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Tahun 2021,”ungkap Wako. (Ayu) 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre