Breaking News

 


Sekda Bukittinggi Minta Peserta PBI APBD yang Masuk DTKS Dialihkan Jadi Peserta PBI APBN


Bukittinggi, Figurnews.com– Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Rismal Hadi meminta BPJS Kesehatan, Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk segera bertindak untuk mengalihkan peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan melalui APBD namun masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi peserta JKN-KIS segmen PBI APBN. Hal itu ia sampaikan pada kegiatan Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Tahap II Tahun 2021 yang dihadiri BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bakeuda, dan Dinas PMPTSPP-Naker yang dilaksanakan pada Senin (06/09) di ruang rapat Kantor Balai Kota Bukittinggi.

“Sebetulnya komitmen Pemerintah Daerah dalam hal ini Wali Kota Bukittinggi sangat berkomitmen untuk menjadikan Kota Bukittinggi mencapai predikat UHC (Universal Health Coverage). Cuma untuk mewujudkan hal tersebut, ada yang lebih prinsip atau yang perlu kita dudukkan adalah berapa masyarakat yang belum ditanggung oleh Pemko Bukittinggi,” ungkap Pj. Sekda tersebut kepada peserta forum.

Menurut Rismal Hadi, berdasarkan data yang ia peroleh dari BPJS Kesehatan, jumlah peserta JKN-KIS Kota Bukittinggi per 1 September 2021 yaitu sebanyak 96.592 jiwa dari 126.645 jiwa penduduk Kota Bukittinggi atau sebesar 76,27 persen.

“Berarti ada sekitar 24 persen lagi kurang lebih yang belum jadi peserta. Jadi dari rapat kita sebelumnya, itu ada masyarakat kita yang ada masih ditanggung melalui PBI APBD tapi sebetulnya ini kita bisa pindahkan menjadi tanggungan PBI pusat (APBN) yang masuk dalam DTKS. Apakah ini sudah bisa kita pindahkan semua apa belum?” kata dia.

“Ini perlu kita dudukkan lebih dahulu. Kalau belum, kapan? Berarti artinya dari yang iurannya dibayarkan dari APBD padahal ini bisa menjadi kewajiban pusat lewat APBN, karena yang bersangkutan masuk ke dalam data DTKS,” tegas Rismal Hadi.

Menanggapi yang disampaikan oleh Pj. Sekda Bukittinggi tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi mengatakan saat ini untuk peserta JKN-KIS segmen PBI APBN Kota Bukittinggi sebanyak 20.525 jiwa dan untuk peserta PBI APBD sebanyak 9.189 jiwa.

“Dari 9.189 peserta tersebut, berdasarkan data per Maret 2021, terdapat 1.700-an peserta PBI APBD masuk ke dalam DTKS,” ujar Henny.

Menanggapi yang disampaikan oleh Henny, Pj. Sekda Bukittinggi menyarankan peserta-peserta itu untuk segera dimutasikan menjadi peserta segmen PBI APBN.

“Itu bisa kita pindahkan ke PBI APBN. Ini kapan kita harus memindahkan (peserta yang masuk ke dalam data DTKS tapi ditanggung oleh PBI APBD) ini. Hal ini yang pertama harus kita dudukkan. Kemudian pada saat (peserta) itu kita pindahkan, berarti kuota kita yang kita bayarkan di PBI APBD lewat APBD, ini bisa kita carikan lagi untuk 1.700 an peserta tanpa harus tambah dana anggaran. Ini yang perlu kita dudukkan. Ditambah pula adanya penambahan dana dari cukai rokok. Jadi itupun kita bisa alihkan, tanpa harus menambah anggaran. Berarti udh lebih kita dari 76,27 persen. Itu saja dulu,” ujar Rismal.

Pada forum tersebut, peserta forum sepakat untuk melakukan koordinasi lebih lanjut terkait dengan pengalihan peserta JKN-KIS segmen PBI APBD yang masuk ke dalam DTKS menjadi peserta segmen PBI APBN.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre