Breaking News

 


Saling Tukar Informasi Orang Asing Imigrasi Kelas I Agam Perkuat Timpora Pasaman Barat


Pasaman Barat, Figurnews.com-- Sesuai dengan Pasal 62, Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, pengawasan keimigrasian meliputi pengawasan terhadap Warga Negara Indonesia dan pengawasan terhadap Warga Asing. Pengawasan terhadap Warga Negara asing meliputi pengawasan lalu lintas orang asing yang masuk atau keluar wilayah Indonesia, serta pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Indonesia.

Kantor Imigrasi Kelas I Agam selenggarakan kegiatan Rapat Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing) Tingkat Kabupaten Pasaman Barat. Hal itu dilakukan untuk saling tukar informasi tentang keberadaan orang asing.

Kepala Kantor Imigrasi Agam, Qriz Pratama mengatakan Kabupaten Pasaman Barat adalah salah satu daerah perkebunan kelapa sawit terbesar di Sumbar yang beberapa dimiliki orang asing. Untuk itu sangat diperlukan adanya pengawasan orang asing dari tingkat yang terkecil.

"Keberadaan Timpora ini untuk tukar menukar informasi tentang keberadaan dan kegiatan orang asing akan semakin mudah untuk dipantau dan di awasi dengan baik sehingga kehadiran WNA tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya di Hotel Gucci Simpang Empat, Kamis (9/9/2021).

Menurutnya dengan mengfungsikan Timpora ini bisa lebih maksimal untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing. Kantor Imigrasi Kelas I Agam bisa selalu berkoordinasi dengan pemda dan instansi vertikal yang ada di Pasaman Barat.


"Dengan menjalin sinergitas ini kita bisa mendapatkan serta dilaporkan informasi-informasi terkait keberadaan dan kegiatan orang asing melalui Timpora ini," terangnya dihadapan Kaban Kesbangpol, Kabinda Pasbar, Kasi Intelijen Kejari Pasbar, Sat Intelkam Polres Pasbar, Camat se Pasbar dan Skootholder Pasbar yang hadir.


Ia berharap kerjasama yang dilakukan dapat terus ditingkatkan sehingga meminimalisir tindak pidana kejahatan yang dilakukan oleh WNA seperti peredaran narkoba, terorisme, radikalisme dan berbagai aksi kejahatan lainnya.


"Kami berharap kegiatan Rapat Timpora ini akan menghasilkan persamaan persepsi dalam hal pengawasan terhadap orang asing, sehingga bisa saling tukar menukar informasi sehubungan dengan keberadaan dan kegiatan orang asing di Kabupaten Pasaman Barat. Ini hal penting untuk kita bersama," harapnya.


Disamping itu kata dia kewaspadaan dan pengawasan yang tidak berlebihan sehingga tidak memicu terganggunya kenyamanan dan kelancaran aktivitas orang asing juga harus menjadi prioritas.

"Disatu sisi kehadiran orang asing maupun investasi asing memang sangat dibutuhkan sepanjang membawa manfaat bagi pembangunan dan pengembangan suatu daerah, namun kita harus pula mewaspadai dampak negatif terkait hal ini, dengan melakukan pengawasan," tuturnya.

Sementara itu Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sumbar, Hendiartono menjelaskan Timpora ini terdiri dari berbagai instansi terkait sehingga mempunyai bidang tugas yang berbeda namun memiliki persepsi yang sama dalam menjalankan tugas pengawasan demi menjaga kedaulatan Negara Indonesia.

Menurutnya negara Indonesia salah satu negara di dunia yang jadi lirikan orang asing atau investor luar karena Indonesia negara yang kaya akan hasil bumi dan alam nya, sehingga investor berebutan masuk untuk bisa menanamkan modal nya.

Untuk itu kata dia hendak nya sebagai tamu (orang asing) harus mematuhi segala aturan yang ada di Indonesia. Begitu juga hendak nya sebagai tuan rumah (warga Indonesia) bisa saling bekerjasama untuk melakukan pengawasan terhadap keberadaan orang asing yang ada.


"Kami sadar bahwa link sektor pengawasan terhadap orang asing ini tidak bisa bekerja sendiri dan secara menyeluruh di wilayah Sumbar dengan jumlah 19 Kabupaten dan Kota. Kami tidak bisa melakukan pengawasan sendirian, sedangkan jumlah personil kami terbatas," terangnya.


Dengan diselenggarakannya rapat ini, diharapkan dapat menyamakan persepsi sebagai anggota Tim Pengawasan Orang Asing. dengan demikian maka akan bisa mendapatkan data dan informasi tentang keabsahan dan kegiatan orang asing di daerah sesuai dengan bidang tugas masing – masing”, ucapnya.


 Ia mengatakan, “Khususnya dalam pengawasan orang asing tidak dapat melakukannya sendirian tapi perlu berkoordinasi  dengan instansi pemerintah terkait baik pusat maupun daerah dengan membentuk Tim Pengawasan Orang Asing  (Tim PORA) yang pada tingkat Kabupaten diketuai oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Agam”, ujarnya

Bupati Pasaman Barat  melalui Asisten I Setdakab Pasaman Barat, Setia Bakti mengatakan pemerintah umumnya hampir seluruh bidang memiliki sinergitas dengan Kemenkumham. Sebab kata dia apa saja yang dilakukan pemerintah terkait perda, rancangan peraturan lainnya harus ada izin dari Kemenkumham.


"Hampir semua bidang yang ada harus mendapat persetujuan dari Kemenkumham. Artinya sejak lama sudah terjalin sinergitas, untuk itu kita akan mendukung penuh Timpora ini," katanya.


Menurutnya negara berkomitmen dalam pengawasan baik perilaku warga nya sendiri, apa lagi orang asing yang hendak masuk ke Indonesia. Pihaknya juga tidak ingin merasakan adanya reaksi negatif yang akan ditimbulkan oleh orang asing nantinya.

Misal kata dia di masa pandemi Corona dalam penyebaran virus tersebut yang hingga saat ini masih berlangsung. Tentu dengan ada nya pengawasan terhadap orang asing yang masuk bisa menimalisir reaksi atau dinamika ditengah - tengah masyarakat. 

Selain itu lanjutnya yang menimbulkan tindak pidana kejahatan yang nantinya bisa menjadi ancaman kedaulatan negara. "Apa lagi politik internasional saat ini sangat mempengaruhi, sehingga kita harus mengantisipasi dengan pengawasan terhadap orang asing yang masuk," tutupnya.

Lebih lanjut, Setia Bakti menyampaikan, “Sebagaimana Kita maklumi, keberadaan orang atau Warga Negara Asing yang melakukan beragam kegiatan di wilayah hukum Indonesia perlu mendapat perhatian semua pihak. Oleh karena itu, koordinasi antar instansi terkait dalam rangka menyamakan persepsi  dalam hal pengawasan kegiatan orang asing di daerah sesuai dengan bidang tugas masing-masing mutlak dilakukan. Dilihat dari posisi yang sangat strategis sebagai tujuan maupun transit lalu lintas orang asing dan barang maka sangat potensial diboncengi oleh kepentingan lain secara ilegal dan tidak bertanggung jawab, misalnya perdagangan manusia (human trafficking), penyelundupan manusia, lalu lintas barang terlarang (narkoba, psikotropika) serta kepentingan bernuansa politik, ekonomi, sosial budaya yang dapat mengancam stabilitas negara dan daerah,” imbuhnya.

Dikatakannya,” Di satu sisi, kehadiran orang maupun investasi asing, memang sangat dibutuhkan sepanjang membawa manfaat bagi pembangunan dan pengembangan daerah. namun  dampak negatifnya juga harus diwaspadai. Untuk itu, kehadiran Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) di Kabupaten Pasbar sebagai wadah tempat tukar-menukar informasi sehubungan dengan perlintasan, keberadaan dan kegiatan orang asing di Kabupaten Pasbar merupakan hal penting, sehingga kewaspadaan dan pengawasan yang tidak berlebihan dan memicu terganggunya kenyamanan dan kelancaran aktivitas orang asing dapat dilakukan,” ujarnya.

Lanjutnya, ,”Selain itu, kegiatan ini untuk menjamin tetap terpeliharanya stabilitas kepentingan Nasional dan Daerah dari dampak negatif yang mungkin timbul  akibat perlintasan orang antar negara, keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah NKRI”, tandasnya.

Dari data Timpora Imigrasi Agam, saat ini terdeteksi 6 Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal dan bekerja di Kabupaten Pasaman Barat diantaranya empat orang asing pemegang izin tinggal terbatas dan dua orang asing pemegang izin tinggal tetap.


Dirapat Timoora, dijelaskan tata cara aplikasi pelaporan orang asing, sebagai berikut :










(Dodi Ifanda)





Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre