Breaking News

 


Rumah Gadang Tanpa Ijuk Ibarat Raja Tanpa Mahkota

 


Oleh : HENDRI

Unik dan megah! Itulah kesan pertama yang sering tergambar dari setiap pengunjung Museum Istano Basa Pagaruyung. Kenapa tidak, bangunan yang berdiri kokoh tersebut adalah sebuah Istana kerajaan Pagaruyung, yang setiap detail desainnya mempunyai filosofi yang dalam. Mulai dari tangga, tonggak, ukiran, ruangan sampai kepada peninggalannya membuktikan bahwa kerajaan Pagaruyung adalah sebuah kerajaan besar dan jaya dizamannya.

Salah satu yang sering jadi perhatian pengunjung adalah gonjongnya.  Memiliki 11 gonjong yang ujungnya runcing serta menjulang kelangit, menambah kekhasan Minang dari Istana ini.

Gonjong ini Sekilas menyerupai tanduk kerbau, makna dari kedigdayaan kerbau Minang yang menang melawan kerbau dari Jawa yang kemudian jadi cikal bakal nama Minangkabau (menang kerbau)

Uniknya, 11 gonjong ini terbuat dari 26 ton serat ijuk. Tidak heran, jika warna atap ini berwarna cokelat tua kehitaman, ciri dari tradisionalnya budaya Minang.

Ijuk memang sangat populer di Tanah Minang. Hampir setiap rumah gadang menggunakan ijuk sebagai atapnya. Bukan itu saja, ijuk juga sering digunakan untuk bangunan tradisional lainnya seperti tempat ibadah Pura di Bali, Lesehan, Gazebo, Klenteng dan rumah adat lainnya. Mungkin karena Minangkabau berada didaerah tropis maka penggunakan ijuk lebih dominan.

Bukan itu saja, penggunaan material ijuk tentu mempunyai manfaat yang besar. Seperti dilansir dari www.99.co, Kelebihan Atap Ijuk Untuk Bangunan diantaranya;

1. Atap Ijuk Memiliki Kesan Tradisional nan Khas. 

Atap ijuk memiliki kesan tradisional yang khas, sehingga kerap digunakan dalam arsitektur vernakular.

2. Sifatnya Lentur & Tidak Mudah Patah.

Material ijuk memiliki sifat yang lentur. Efeknya, ijuk tidak mudah patah meski mendapat tekanan yang besar maupun menghadapi perubahan cuaca yang ekstrim. Bahkan material ini disebut mampu bertahan hingga ratusan tahun.

3. Atap Ijuk Sejuk di Siang Hari

Ijuk merupakan salah satu material yang efektif meredam panas. Oleh sebab itu, penggunaannya sering terlihat di daerah tropis. Tak hanya itu, di malam hari ijuk dapat memberi kesan hangat pada hunian.

4. Tidak Dapat Dimakan Rayap.

Berbeda dengan material kayu, ijuk tergolong bahan anti rayap. Pasalnya, material ini tidak bisa dicerna oleh organisme.

Itulah kelebihan dari ijuk. Dan tak dapat dipungkiri, apabila sebuah rumah gadang dibaluti dengan ijuk sebagai material atapnya, terlihat sakral, megah dan tradisional. Namun apabila digunakan material selain ijuk (seng atau genteng umpamanya), terlihat kurang tradisional. Ibarat seorang raja yang mengenakan bukan mahkotanya. Karena makna atap ijuk disebuah rumah gadang adalah mahkota raja. (**)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre