Breaking News

 


Mengenal Saluak Deta Dandam Tak Sudah

 

Saluak Deta Dandan Tak Sudah (Foto Doc: figurnews.com)

Oleh : HENDRI

Salah satu kelengkapan pakaian penghulu adalah Saluak (Destar/Deta). Destar atau saluak yang melilit di kepala penghulu, seperti kulit yang menunjukkan isi dengan pengertian, destar membayangkan apa yang terdapat dalam kepala seorang penghulu. Destar mempunyai kerut, merupakan banyak undang-undang yang perlu diketahui oleh penghulu dan sebanyak kerut dester itu pulalah hendaknya akal budi seorang penghulu dalam segala lapangan. Jika destar itu dikembangkan, kerutnya mesti lebar. 

Demikianlah paham penghulu itu hendaklah lebar pula sehingga sanggup melaksanakan tugasnya sampai menyelamatkan anak kemenakan, korong kampung dan nagari. Kerutan destar juga memberi makna, bahwa seorang penghulu sebelum berbicara atau berbuat hendaklah mengerutkan kening atau berfikir terlebih dahulu dan jangan tergesa-gesa.

Dalam Filosofi Deta diceritakan,

Deta yang terdiri dari deta saluak dan deta bakaruik (berkerut). Deta ini melambangkan akal yang berlipat-lipat dan mampu menyimpan rahasia. Deta dipasang lurus melambangkan keadilan dan kebenaran. Kedudukannya yang longgar melambangkan pikirannya yang lapang dan tidak mudah tergoyahkan. Sesuai dengan ungkapan berikut ini:

Badeta panjang bakaruik, bayangan isi dalam kulik

Panjang tak dapek di ukua, leba tak dapek di bilai

Salilik lingkaran kuniang, ikek santuangan dikapalo

Tiok katuak ba undang – undang, tiok liku aka manjala

Dalam karuik budi marangkak, tambuak dek paham tiok lipek

Lebanyo pandidiang kampuang, panjangnyo pandukuang anak kemenakan

Hamparan di rumah gadang, paraok gonjong nan ampek, dihalaman manjadi payuang panji

Hari paneh tampek balinduang,  kok hujan tampek bataduah

Dek nan salingkuang cupak adat, nan sapayuang sapatagak.


Di Minangkabau ada Deta Saluak Dandam tak sudah. Kemudian di Negeri Sembilana Malaysia juga dikenal dengan Tengkolok/solek Dendam tak sudah. Saluak ini adalah mahkota khusus yang dipakai oleh Raja di Minangkabau, yang mana deta ini dipasang pada bagian kepala seorang raja.

Deta ini telah dipakai oleh raja-raja di daerah Minangkabau semenjak dahulu kala, mulai dari Raja Pagaruyung di Tanah Datar hingga Sultan kesultanan inderapura di Pesisir Selatan Sumatera Barat. 

Sedangkan menurut cerita lisan oleh masyarakat Negeri Sembilan Malaysia, orang pertama memakai Deta Dandam tak sudah adalah Tuk Memperang Abdullah yang merupakan seorang pegawai 99 Istana suku Tanah Datar, Kampung Sawah Liat Seri Menanti.

Dalam penggunaannya deta ini lebih populer di Negeri Sembilan daripada di Sumatera Barat sendiri. Di Negeri Sembilan deta ini sudah merupakan pakaian adat, bahkan deta ini dipakai oleh rakyat biasa seperti dalam busana pengantin dan dipakai juga dalam acara-acara besaar dengan syarat pemakaiannya disertakan dengan pakaian/baju kurung.

Sementara di Minangkabau deta ini hanya di pakai oleh Raja. Datuk/Penghulu tidak memakai deta ini, begitupun marapulai/ pengantin pria tidak memakai deta ini dalam acara baralek. Pengantin pria juga tidak diperkenankan memakai pakaian datuk atau penghulu atau sebaliknya, karena dianggap melanggar peraturan adat. Semua sudah ada aturan pemakaian deta-nya.

Khusus untuk raja di Malaysia di bahagian hadapan deta ini dipasangkan anak bulan dengan bintang pecahempat belas yang diperbuat daripada emas putih dan ditengah-tengah bintang terletak lambang Kerajaan Malaysia yang berwarna-warni.

Khusus untuk deta yang dipakai oleh Raja Alam Kerajaan Pagaruyung dinamakan Deta Dandam Tak Sudah (Dendam Tak Sudah). Istilah dandam tak sudah juga dipakaikan kepada nama tengkolok pada budaya Melayu di Malaysia. Manakala bentuk deta dandam tak sudah yang dipakai oleh Raja Alam Kerajaan Pagaruyung nampak hampir sama dengan tengkolok orang Melayu di Malaysia. Di Minangkabau, Deta Dandam Tak Sudah hanya khusus dipakai oleh Raja Alam Pagaruyung saja. Kepala suku kaum yang pada budaya Minangkabau disebut Pangulu tidak memakai deta tersebut sebagai kelengkapan pakaian kebesarannya

Itulah salah satu perlengkapan pakain penghulu Diminangkabau yaitu Destar/Deta atau Saluak. Salah satu yang paling menarik dapat dilihat di museum Istano Pagaruyung adalah Replika Saluak Deta Dandam Tak sudah. Mahkota tutup kepala Raja Alam Melayu Minangkabau di Pagaruyung. (**)


Sumber:

1.  Raunholic.com (#raunholic)

2. Dr. Indra Utama; (Tikuluak dan Deta Pada Budaya Masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat)-Borobudurwriter.id

3. echopedian.blogspot.com

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre