Breaking News

 


Ketika Seorang Jerman Mengatakan Benderanya Mirip dengan Marawa

 

Marawa Di Museum Istano Basa Pagaruyung (Foto Doc: figurnews.com)

Oleh : HENDRI

Memasuki jalan menuju tangga museum istana Pagaruyung, terlihat Disamping kanan dan samping kiri tegak berdiri marawa yang jumlanya 10 buah (lima dikanan dan lima dikiri). Disamping itu, dipagar Istana juga berdiri marawa sebanyak 22 buah (enam diantaranya adalah marawa besar).

Saya Teringat tatkala seorang Jerman memperlihatkan benderanya melalui HP kepada saya disebuah acara di Emersia Hotel beberapa waktu lalu. Dengan bahasa isyarat ia melihatkan bendera tersebut dan membandingkannya dengan bendera Minang yang terselip didada seorang tokoh adat. Terlihat memang hampir sama apalagi bendera tersebut dibordir di baju tokoh adat Minang.

DiMinangkabau marawa adalah lambang kebesaran. Sama halnya dengan bendera. Dia punya makna yang dalam disetiap warnanya.

Kompasiana.com edisi 7 Maret 2021 pernah menulis: Mengenal Marawa, Lambang Identitas Minangkabau.

Marawa merupakan bendera yang melambang identitas masyarakat Minangkabau. Karena warnanya, sekilas terlihat sama dengan bendera Jerman, yang terdiri dari warna hitam, merah, dan kuning. 

Bentuk dari marawa ini memanjang ke atas. Bendera ini menjadi lambang adat tiga daerah di Minangkabau yang dikenal dengan Luhak Nan Tigo. Pengertian luhak atau luak adalah wilayah konfederasi dari beberapa nagari di Minangkabau yang terletak di pedalaman Sumatra Barat. Wilayah ini merupakan wilayah pemukiman awal penduduk Minangkabau.

Marawa terdiri dari tiga warna yang masing-masing melambangkan daerah di Luhak Nan Tigo.

-Warna Hitam

Luhak Limo Puluah Koto, di antaranya ada di Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Warna ini melambangkan kerelaan dan kesabaran dalam berusaha. Jika berada di daerah Luhak 50 Koto, urutan warnanya : Kuning, Merah, dan Hitam

-Warna Merah

Luhak Agam (Kabupaten Agam), yang wilayahnya meliputi Nagari Padang, Pariaman, Bukittinggi. Warna ini melambangkan keberanian dan kebesaran. Jika berada di daerah Luhak Agam, urutan warnanya : Hitam, Kuning, dan Merah

-Warna Kuning

Luhak Tanah Data (Kabupaten Tanah Datar). Warna ini melambangkan pengaruh yang tinggi dan berwibawa karena kecerdasan dan menunjukan kemenangan. Jika berada di daerah Luhak Tanah Data, urutan warnanya : Hitam, Merah, dan Kuning

Dalam penggunaannya, marawa biasa digunakan dalam perayaan-perayaan seperti pernikahan, pelantikan, pengangkatan penghulu, penyambutan tamu, dan berbagai kegiatan adat budaya Minangkabau lainnya.

Diperayaan HUT ke-76 RI kemaren kita juga melihat, disamping bendera merah putih, perkantoran bahkan rumah masyarakat juga memasang Marawa.

Marawa merupakan Bendera Kebesaran Alam Minangkabau, yang Setiap warna-warna tersebut mempunyai arti sendiri termasuk tiangnya.

Kuning : Melambangkan Keagungan, punya undang-undang dan hukum dengan kebesaran Luhak Tanahdatar.

Merah : Melambangkan keberanian punya raso jo pareso dengan kebesaran Luhak Agam.

Hitam : Melambangkan tahan tapo serta mempunyai akal dan budi dengan kebesaran Luhak Limopuluah Kota.

Tiang : Melambangkan mambasuik dari bumi yaitu Musyawarah menjadi inti dalam mengambil kebijaksanaan, rakyat selalu dilibatkan dalam mengambil ketetapan.

dipasang kiri-kanan menuju tangga Museum Istana Pagaruyung Yang menggambarkan keagungan dan kebesaran tempat tersebut.

Memang terlihat mirip dengan bendera negara Jerman, bedanya kalau bendera Jerman warna Hitam, Merah dan Kuning dari atas ke bawah( horizontal).

Sedangkan Marawa dari Kiri ke Kanan (vertikal). Tegak lurus, yang melambangkan tagak samo tinggi duduak samo randah. 

Itulah makna dari tiga warna yang ada dimarawa. Kalau Bendera Jerman...? Entahlah! (**) 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre