Breaking News

 


'DULAMAK' Simbol Kehalusan Budi Dalam Berkomunikasi


Oleh : HENDRI

Iring-iringan jamba menghiasi Festival Pesona Minangkabau pada akhir November 2018 lalu. Festival tersebut sangat menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun Manca negara. Salah satu yang ditampilkan dalam pagelaran tersebut adalah arakan jamba yang diikuti oleh 75 nagari yang ada di Kabupaten Tanah Datar.

Sudah tiga kali festival tersebut diadakan, arak-arakan jamba punya pesona tersendiri. Bahkan ditahun 2017, arakan jamba ini pecahkan rekor MURI dengan usungan jamba terbanyak (Sekitar 1.111 orang   pengusung jamba).  

Jamba Dalam budaya Minangkabau adalah 1 paket makanan yang terdiri dari nasi lengkap dengan lauk pauknya. Bisa juga ditambah dengan beberapa cemilan seperti kerupuk dan buah-buahan. Diletakkan diatas talam yang besar dan ditutup dengan tudung saji lalu ditutup lagi dengan dulamak.

Inilah yang membuat indah dari arakan jamba ini. Dulamak berwarna-warni diatas kepala Bundo Kanduang, diarak oleh ribuan perempuan dan akhirnya jamba tersebut dimakan bersama-sama dibawah  tenda besar di halaman Museum Istano Pagaruyung. 

Dilansir dari laman Disbud.sumbarprov.go.id: Dulamak adalah kain penutup tuduang saji (tempat makanan), ketika ada upacara-upacara adat di Minangkabau. Dulamak terbuat dari kain beludru yang bersulamkan benang emas dengan aneka motif tumbuhan. Dan sekarang juga ada yang bermotif hewan. Motif Dulamak merupakan representasi dari pepatah adat "Alam Takambang Jadi Guru", yang artinya dalam kehidupannya orang Minang selalu berpedoman pada nilai-nilai yang terkandung pada alam.

Dengan bahan dasar kain beludru berbentuk persegi empat yang ukurannya sama panjang disetiap sudut sikunya, dijahit secara manual dengan sulaman benang emas. Selain itu dihiasi juga dengan beberapa kaca bulat, didominasi oleh warna merah dan hitam. Dulamak ada juga yang berukuran bulat yang digunakan untuk menutup carano, karena salah satu kegunaan dulamak itu sendiri adalah bagian dari kelengkapan carano.

Dulamak juga mempunyai makna kehaluasan Budi. Ciri dari masyarakat Minangkabau adalah, "Muluik manih kucindan murah", yang menandakan indahnya bahasa dan sopan santun orang Minangkabau dalam bertutur kata.

Dari beberapa upacara adat, para tamu kehormatan disuguhkan sirih oleh beberapa orang berpakaian adat (biasanya anak gadis), sembari mengulurkan carano kepada sang tamu. Sebelum sirih diambil dan dikunyah, tamu dipersilahkan makan sirih dengan bahasa Pasambahan. Kemudian tamu menyingkap penutup carano terlebih dahulu dan mencabik sirih lalu dikunyahnya.

Menurut Zubaidah (Pascasarjana ITB Bandung) dalam tesisnya: 'Kaman Budaya Rupa Terhadap Benda Upacara Adat Carano Pada Masyarakat Minangkabau', mengatakan;

Dulamak memberikan makna bahwa segala sesuatunya memiliki tata cara atau etika. Dalam adat Minangkabau berbagai keputusan yang terdapat dalam musyawarah dapat dijadikan sebuah keputusan yang baik. Karena ia diputuskan secara bersama antara orang-orang yang cerdik lagi cendikia atau cadiak pandai. Berbagai keputusan tersebut sudah merupakan kata mufakat. Untuk menghindari berbagai syak wasangka yang mungkin timbul oleh kata mufakat tersebut, maka semua keputusan tersebut disampaikan dengan siriah pinang yang tertutup oleh dulamak.

Dulamak merupakan bagian dari kelengkapan carano. la berfungsi sebagai penutup siriah pinang langkok yang ada dalam carano. Sebagai sebuah kelengkapan carano, dulamak juga memiliki makna estetis. la merupakan simbol dari perwujudan kehalusan budi dalam berkomunikasi. Bahwa sesuatu yang penting dan rahasia dalam berbagai masalah hendaklah ditutup agar tidak mendatangkan hal-hal yang merugikan dan terlalu berkelebihan.

Nah, di Museum Istano Basa Pagaruyung kita melihat dulamak disamping digunakan untuk menutupi carano, juga sebagai hiasan dinding. Ada dua dulamak didinding bandua sebelah kanan dan dua dibandua sebelah kiri, sebagai hiasan dinding bandua. Dulamak sering juga digunakan untuk kelengkapan pelaminan. (**)


Sumber:

1. Disbud.sumbarprov.go.id

2. Zubaidah (Pascasarjana ITB Bandung): Kaman Budaya Rupa Terhadap Benda Upacara Adat Carano pada Masyarakat Minangkabau

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre