Breaking News

 


Dibalik Baju Hitam Gadang Langan Penghulu Tersimpan Budi Luhur dan Arif Bijaksana

 

Koleksi Baju Adat di Museum Istano Pagaruyung (Foto Doc: figurnews.com)

Oleh : HENDRI


Penghulu dalam minangkabau memiliki arti pemegang kekuasaan. Dia adalah pemimpin kepala yang harus jadi contoh tauladan dan panutan yang baik dalam keluarga, kaum, suku maupun masyarakat nagari. Dan penghulu adalah Gala Pusako dari suatu kaum. Karena itu penghulu membawa dan memikul beban yang berat didunia dan akhirat serta harus kuat fisik, mental, spritual dan harus sudah terlatih dan terbiasa dalam menghadapi tantangan yang mungkin akan terjadi dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang penghulu yang baik, jujur, sabar dan bersih.

Dalam tatanan masyarakat Minangkabau sangat menjunjung tinggi dan menghormati peran penghulu tersebut. Karena bukan hanya sifatnya saja yang jadi contoh dan panutan tapi dari pakaian yang dipakainya pun menjadi tauladan bagi penghulu itu sendiri dan bagi kaum yang dipimpinnya.

Drs. Amir Syarifuddin Dt. Makhudun Sati DKK dalam bukunya; Proses Pengangkatan Penghulu Di Luhak Nan Tuo Tanah Datar, menceritakan secara detail tentang pakain penghulu. Menurutnya, pakaian penghulu terdiri dari Saluak atau Deta, Baju Hitam Gadang Langan Indak Basaku, Celana atau Sarawa Lapang Tapak Itiak, Kain Saruang, Ikat Pinggang atau Cawek, Salempang atau Sandang, Keris atau Karih, Tongkat atau Tungkek. 

Setiap bagian pakaian tersebut mempunyai makna dan falsafah sebagai berikut:

1. Saluak Atau Deta. Saluak atau Deta banyak kerut merutnya, maknanya bahwa penghulu itu memiliki lautan akal, berlipat lipat melambangkan bahwa akal penghulu itu tidak mudah ditafsirkan, dapat menyimpan rahasia, letaknya di kepala lurus berarti menegakkan keadilan dan kebenaran. Pasangannya longgar melambangkan pikiran yang lapang.

2. Baju Hitam Gadang Langan. 

Baju Hitam Gadang Langan Tak Bersaku dan berlengan panjang melambangkan sifat suka membantu orang yang dalam kesusahan, tidak menyimpan uang dan tidak mengambil keuntungan dalam urusan anak kemenakan. Artinya melambangkan budi luhur, arif, bijaksana dan penuh dengan kesabaran.

3. Celana atau Sarawa Lapang Tapak Itiak. 

Celana atau Sarawa Lapang Tapak Itiak maknanya menyatakan, langkah ringan indak panaruang artinya langkah yang harus lurus dan patut, tidak mudah dihalangi oleh apapun.

4. Kain Saruang.

Kain saruang yang disarungkan hingga batas lutut artinya waspada menjaga diri dari kesalahan dan berhati-hati melangkahkan kaki, capek kaki infak panaruang, capek tangan indak pamacah.

5. Ikat Pinggang atau Cawek.

Ikat pinggang atau Cawek dan disebut juga dengan kabek pinggang melambangkan anak kemenakan dan karib ba'it yang perlu mendapatkan perlindungan penghulu.

6. Salempang atau Sandang.

Salempang atau Sandang dipakai/disandang dibagi kanan. Artinya penghulu itu mampu memikul tanggung jawab terhadap anak kemenakannya dan masyarakat.

7. Keris atau Karih.

Keris atau Karih disisipkan di pinggang, hulunya arah kekiri. Artinya penghulu itu pakai senjata yang dimilikinya tapi tidak digunakan untuk membunuh, melainkan untuk melindungi anak kemenakan.

8. Tongkat atau Tungkek.

Tongkat atau Tungkek di buat dari kayu yang kuat dan lurus, melambangkan bahwa penghulu itu mampu menopang dirinya sendiri dan anak kemenakan, adat dan Pusako.

Dari bentuk dan coraknya mempunyai nilai yang sangat agung untuk seorang penghulu, sehingga pakaian tersebut menjadi kepribadian dalam menunaikan tugasnya sebagai pemimpin ditengah-tengah masyarakat.

Merupakan baju Sumatera Barat untuk pria bernama pakaian penghulu. Sesuai namanya, pakaian ini hanya digunakan oleh tetua adat atau orang tertentu saja, dimana dalam cara pemakaiannya pun di atur sedemikian rupa oleh hukum adat yang berlaku. 

Kebesaran seorang pemimpin di Minangkabau ditentukan dan dicerminkan melalui pakaian kebesaran yang dipakainya. Tentu harapan kita bersama hal ini tertuang dalam sikap dan perbuatan seorang penghulu dalam memimpin kaumnya khususnya, dan masyarakat Minangkabau pada umumnya.

Nah, pakaian-pakaian tersebut dapat kita temui di Museum Istano Basa Pagaruyung di lantai dasar (kandang), dengan menyewanya kepada petugas yang berada disana. Bagi kita yang menyewa dan memakai pakaian tersebut diharapkan dapat memaknai setiap detil dari desainnya.

Semoga...! (**)


Sumber: 

1. perpustakaan.id

2. Museum Istano Basa Pagaruyung

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre