Breaking News

 


Belajar Pentingnya Peranan Seorang Ibu Melalui Pakaian Bundo Kanduang


Tempat Penyewaan Baju Adat di Museum Istano Basa Pagaruyung (Foto Doc: figurnews.com) 


Oleh: HENDRI

Ada rasa haru dan bangga ketika melihat Ketua DPR RI Puan Maharani memakai baju khas Minangkabau disaat membacakan teks proklamasi dalam rangka HUT Ke-76 RI 2021. Saat itu terlihat Puan Maharani mengenakan busana Minang yang berasal dari Lintau Kabupaten Tanah Datar.

Pakaian adat Minangkabau yang dipakai Puan yakni baju kuruang basiba, lengkap dengan tingkuluak balenggek bernuansa krem, merah, dan emas.

Dalam adat Lintau, pakaian ini dipakai oleh anak rajo serta kemenakan penghulu. Biasanya tangkuluak balenggek juga dipakai oleh pengantin perempuan ketika pesta pernikahan.

Pakaian adat Minangkabau yang dipakai oleh Puan Maharani merupakan simbol kebesaran, kemegahan, dan kemuliaan perempuang Minang.

Decak kagum dan komentar positif datang dari tokoh masyarakat Minang. Seperti yang ditulis Liputan6.com Padang: Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib mengatakan bahwa, dengan dikenakannya pakaian adat ini, artinya Puan Maharani menghormati dan menghargai budaya di Ranah Minang.

Apalagi, ayah Puan Maharani, Taufiq Kiemas, juga berasal dari Tanah Datar. Ayahnya merupakan seorang penghulu dari Nagari Sabu, Tanah Datar.

Menurut Bundo, pakaian adat perempuan di Minangkabau adalah hal yang penting, karena di daerah ini pakaian seorang perempuan yang sudah menikah tidak mengikuti suami. Namun, dari mana ia berasal.

Pujian lainnya datang dari Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joenaldy dengan mengatakan, dirinya bangga dan menyebut Puan terlihat cantik dan anggun dengan busana tersebut.

Tidak ketinggalan, Bupati Tanah Datar Eka Putra pun memuji Pakaian Puan Maharani sembari mengatakan; Khusus tutup kepala itu adalah tingkuluak balenggek, khas Lintau, Tanah Datar.

Di sisi lain, menurut Eka, dipakainya tingkuluak balenggek oleh Puan Maharani telah membantu mempromosikan pakaian adat Tanah Datar. 

Tanah Datar memang memiliki beragam pakaian adat dan hampir di 75 nagari yang ada berbeda corak dan ragam pakaian adatnya. Setiap corak dan ragam tentu mempunyai makna yang dalam.

Baju adat Minangkabau yang sangat dikenal di kancah nasional. Pakaian yang bernama pakaian Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah Nan Gadang ini, memiliki keunikan terutama terletak pada bagian penutup kepalanya yang menyerupai bentuk tanduk kerbau atau atap rumah gadang.

Pakaian Bundo kanduang merupakan pakaian adat Minangkabau yang dikenakan oleh para wanita yang sudah menikah. Sementara untuk pria maupun untuk sepasang pengantin, dikenal juga jenis pakaian lainnya.

Dilansir dari Perpustakaan.id, Berikut pakaian adat yang dikenakan oleh wanita Minangkabau.

1. Pakaian Limpapeh Rumah Nan Gadang.

Limpapeh Rumah Nan Gadang atau sering disebut pakaian Bundo Kanduang. Makna pakaian adat Minangkabau ini merupakan lambang kebesaran bagi para istri. Pakaian tersebut merupakan simbol dari pentingnya peran seorang ibu dalam keluarga.

Limpapeh memiliki arti tiang tengah dari bangunan rumah adat Minangkabau. Peran limpapeh dalam memperkokoh menegakkan bangunan adalah analogi dari peran ibu dalam sebuah keluarga. Jika limpapeh roboh, maka rumah juga akan roboh. Ini sebuah pesan agar wanita atau seorang ibu yang tidak pandai mengatur rumah tangga. Dan oleh sebab itulah keharmonisan rumah tangga tidak bertahan lama dan hubungannya akan sama roboh.

Pakaian Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah Nan Gadang memiliki desain yang berbeda dari setiap sub suku dan hampir sama mirip dengan baju adat Minangkabau anak. Akan tetapi, beberapa kelengkapan khusus yang pasti ada dalam pakaian-pakaian tersebut. Perlengkapan yang dimaksud adalah tingkuluak (tengkuluk), baju batabue, minsie, lambak atau sarung, salempang, dukuah (kalung), galang (gelang), dan beberapa aksesoris yang lain.

2. Tingkuluak (Tengkuluk).

Tengkuluk merupakan sebuah penutup kepala yang bentuknya menyerupai kepala kerbau atau atap dari rumah gadang. Penutup kepala yang terbuat dari kain selendang ini dikenakan sehari-hari maupun saat dalam upacara adat tertentu.

3. Baju Batabue

Baju batabue atau baju bertabur adalah baju adat Minangkabau baju kurung (naju) yang dihiasi dengan taburan pernik benang emas. Pernik-pernik sulaman benang emas tersebut melambangkan tentang kekayaan alam daerah Sumatera Barat yang begitu berlimpah. Corak dan motif dari sulaman ini pun sangat beragam.

4. Lambak.

Lambak atau sarung adalah pakaian bawahan pelengkap pakaian adat Minangkabau Bundo Kanduang. Sarung ini ada yang berupa songket dan berikat. Sarung dikenakan dengan cara diikat pada pinggang. Belahannya bisa disusun di depan, samping, maupun belakang tergantung adat Nagari atau suku mana yang memakainya.

5. Salempang

Salempang adalah selendang yang terbuat dari kain songket. Salempang di letakan di pundak wanita. Salempang menyimbolkan bahwa wanita harus memiliki welas asih pada anak dan cucu, serta harus waspada akan segala kondisi.

Perhiasan.

Umumnya seperti pakaian wanita dari daerah lain, penggunaan baju adat Minangkabau untuk wanita juga dilengkapi dengan beragam aksesoris seperti galang (gelang), dukuah (kalung), serta cincin. Dukuah memiliki beberapa motif, yaitu kalung perada, daraham, kaban, manik pualam, cekik leher, dan dukuh panyiaram. Secara filosofis, dukuah melambangkan bahwa seorang wanita harus selalu mengerjakan segala sesuatu dalam dasar kebenaran.

Itulah sekelumit tentang makna pakaian Bundo Kanduang. Bundo Kanduang diibaratkan sebagai "Limpapeh Rumah Nan Gadang". Limpapeh adalah Tiang. Jadi tiang dari sebuah rumah tangga adalah Ibu. 

Pakaian-pakaian tersebut sampai saat ini tetap dijaga dan dilestarikan sebagai budaya turun temurun. Dan di Museum Istana Basa Pagaruyung, baju-baju tersebut dapat kita temui dan disewakan kepada pengunjung dengan harga rata-rata Rp 35.000/ pakaian. Dan berkunjung ke Museum Istano Basa Pagaruyung tentu belum lengkap kalau anda belum memakai pakaian adat Minangkabau sembari berfoto di atas istana.

Selamat mencoba.! (**)


Sumber; 
1. Liputan6.com,Padang
2. perpustakaan.id

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre