Breaking News

 


Sungguh Ironis, Paripurna DPRD Kab. Ricuh, Asbak Ikut Melayang dan Nyaris Terjadi Bakuhantam. Ini Ceritanya...


Arosuk(Sumbar), Figurnews.com

Lagi-lagi Anggota DPRD kembali bikin ulah, kali ini terjadi di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Yang mana saat sidang baru saja dimulai terjadi, Rabu 19 Agustus 2021.

Awal kejadian bermula Sidang paripurna dalam penyampaian laporan hasil pembahasan Ranperda RPJMD 2021-2026 Kabupaten Solok.


Namun selang beberapa waktu, Ketua DPRD Kab. Solok mulai membacakan kata pembuka awalnya dibuka sidang paripurna. Namun bara saja selesai membuka sidang, Ketua DPRD Kab. Solok dihujani instrupsi bermula ketika anggota Fraksi PKS Nazar Bakri menyampaikan pendapat soal peralihan pimpinan sidang.

Dalam penyampaian Nazar Bakri mengatakan, Dari awal sudah terjadi dinamika. Kami minta Ketua DPRD menyerahkan pimpinan sidang ke wakil ketua DPRD untuk membacakan hasil paripurna sebelumnya.

Namun hal itu terlihat janggal, Hafni Hafis dari Fraksi Gerindra pada kesempatan juga menyampaikan pendapatnya. Dan ini sekaitan tentang sidang paripurna langsung di pimpin oleh Ketua DPRD Kab. Solok Dodi Hendra.

"Hari ini forum paripurna itu menyepakati sebuah keputusan tertinggi. Cuma di sisi lain, bahwa saudara Dodi Hendra masih Ketua DPRD yang sah," ujar Hafni Hafis.

Saat Hafni Hafis berbicara, tiba-tiba dipotong oleh anggota dewan lainnya dengan melayangkan interupsi.

Akibatnya sejumlah wakil rakyat saat itu berebutan ingin bicara dan menyampaikan pendapatnya. Diantaranya ada meminta dengan nada keras meminta pimpinan sidang untuk memberikan kesempatan.

Dalam hal ini mulai tidak kondusif, suasana mulai ricuh, bahkan tampak juga seorang anggota dewan meluapkan amarahnya dengan membanting mikrofon dengan mengeluarkan suara yang keras. Bukan itu saja, suasana mulai gaduh, ada juga yang memukul-mukul meja, dan suara-suara lantang bermunculan.

Karena suasana mulai memanas, dari meja belakang ruang sidang, tampak asbak rokok melayang hingga pecah dan ada juga yang membalikkan dan menghempaskan meja hingga terjungkal.

Bahkan para anggota dewan mulai saling dorong dan adu fisik pun tak dapat dihindari.

Dan sebagian lainnya mencoba melerai kericuhan yang terjadi didalam ruang sidang trsebut.

Sedang di depan ruang sidang, tampak seorang anggota dewan naik ke atas meja dan menyiramkan air ke sejumlah anggota dewan yang sedang baku hantam.

Karena tidak memungkinkan untuk melanjut sidang paripurna, Ketua DPRD Dodi Hendra dengan memutuskan sidang paripurna di skor dengan memilih melakukan rapat internal dewan.

Hingga berita ini diturunkan, sidang internal anggota dewan sudah selesai.

Dari pantauan serta informasi yang diterima, bahwa rapat paripurna ditunda hingga waktu yang belum ditentukan sampai ada kesepakatan.

Pasca terjadi kericuhan di DPRD Kab. Solok. Ketua DPRD Solok Dodi Hendra menganggap kericuhan yang terjadi saat paripurna DPRD sebagai dinamika politik.

"Ya semuanya baik. Semuanya tentu untuk masyarakat Kabupaten Solok, terkhusus saya Ketua DPRD yang diutus oleh Bapak Prabowo, oleh Bapak Andre Rosiade untuk memperjuangkan nasib rakyat Kabupaten Solok,"  Dodi Hendra.

Menurutnya, RPJMD itu berlaku untuk lima tahun.Oleh karena itu, kita harus mengedepankan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok.

Soal interupsi yang terjadi antar sejumlah anggota dewan, Dodi Hendra menjelaskan hal itu bermula ketika Perbup dikeluarkan.

"Ada Perbup keluar, SPT boleh diteken oleh wakil ketua DPRD. Jadi Perbup itu menjadi rancu sehingga terjadi dualisme pembahasan RPJMD, yang satu di tempat seseorang di Cinangkiak sana dan satu di DPRD," jelasnya.

Dirinya sebagai ketua DPRD, mengingat masa pandemi dan anggaran maka ia menyarankan rapat digelar di DPRD saja.

"Pukul 10.00 WIB saya sudah kirimkan surat, tiba-tiba pukul 12.00 WIB Wakil Ketua mengambil tempat sehingga terjadi dualisme, sehingga terjadilah pertengkaran tersebut," ujar Dodi Hendra.(*tim)




Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre