Breaking News

 


Pekan Pasar Tradisional Desa Kampung Baru Kupitan Sijunjung Berpindah Hari Sabtu

Sijunjung, Figurnews.com

Desa Kampung Baru Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung memiliki pasar tradisionil yang beroperasi setiap hari Senin setiap minggunya sudah berlangsung dari tahun 1965, kondisi pasar hari tidak lagi seramai dulu karena muncul pasar alternatif seperti mobil keliling yang berjualan langsung ke pemukiman penduduk menjajakan dagangannya,  sedangkan pasar tradisional ini merupakan salah satu tanda fungsi Ninik mamak itu ada di sebuah Nagari. 

Setelah muncul problem pasar yang sepi ini dilakukanlah musyawarah Desa yang dihadiri oleh berbagai unsur  Ninik mamak,Alim ulama, Cadiak dan Pandai, Bundo Kandung, Pemuda, Perwakilan Perantau serta Perangkat Desa, pada Sabtu (14/8)

Kepala Desa Kampung Baru, Jalnibus,S.Pd,MM kepada wartawan menyampaikan dalam musyawarah tersebut semua pihak menyetujui kesepakatan perubahan hari pasaran (pekan) dari semula hari Senin dipindah Ke hari Sabtu dimulai tanggal 14 Agustus 2021

"Kita berupaya serta bersepakat, bagaimana  agar masyarakat datang dan berbelanja kepasar, sehingga pasar ramai, pedagang senang dan terjadi transaksi jual beli untuk menumbuhkan perekonomian di masa Pandemi Covid1-19 ini," ujar Kades Kampung Baru. 

Pasar perdana Sabtu tersebut dihadiri oleh Wakil ketua DPRD Kabupaten Sijunjung Sofyan Hendri,S.Pd,I , Dinas Koperindag Kabupaten Sijunjung diwakili Kasi Sarana Pasar ibuk SilVi Arli, Camat Kupitan Adri, S.Pt.  Kapolsek IV Nagari Iptu Yusmedi SH. serta Ketua Lembaga lembaga Desa dan Ninik Mamak dalam bentuk "Coffe Morning " di Kantor Desa.

Dinas Koperindag Sijunjung memberi apresiasi dengan masih aktif nya pasar tradisionil ini perlu ditambah akses penunjang agar pasar memiliki sarana yang lengkap.

"Pasar Tradisional ini perlu juga dikembangkan kedepan. Jikalau lahan sudah sempit, perlu dipikirkan juga pemindahan pasar ke tempat yang lebih luas yang penting pembebasan lahannya. 

Camat Kupitan menyampaikan keberadaan pasar merupakan tempat memasarkan hasil usah tani (komoditi) masyarakat baik padi, palawija dan karet. Diharapkan masyarakat jangan hanya sebagai pembeli tapi harus juga penjual di pasar.

Kades Jalnibus juga mengimbau kepada masyarakatnya agar selalu membiasakan budaya Protokol Kesehatan 5M. Sehingga pasar termasuk tempat yang aman untuk berinteraksi. 

Anggota DPRD memberi apresiasi dan atensi terhadap kepekaan dari Ninik mamak dan tokoh masyarakat yang melihat dan mencarikan solusi agar pasar tradisional ini tetap bertahan dan ramai kedepan. 

Setelah acara Coffe Morning dilanjutkan dengan kunjungan kepasar secara bersama sama, ada lebih kurang 38 lapak pedagang yang berjualan mulai dari pedagang terdiri dari dagang Ayam potong, Ikan Segar, Ikan Kering, Sayur mayur, Cabe dan bawang, Pakaian, Mainan ,Tahu tempe, Telur, Buah buahan, Kuliner dan lain sebagainya.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre