Breaking News

 


Legislator PDI-P dan Gerindra Ini Sebut Pemprov Sumbar Abai Terhadap Pembangunan Pasaman dan Pasbar

Pasaman Barat, Figurnews.com- Dua legislator asal pemilihan Pasaman Barat dan Pasaman menilai Pemprov Sumatera Barat tidak berpihak dalam anggaran pembangunan terhadap dua kabupaten paling utara di Sumatera Barat itu.

Legislator asal Dapil 4 Sumbar, Syamsul Bahri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Khairuddin Simanjuntak Partai Gerindra, mereka menuding Pemprov Sumatera Barat abai dan tidak berpihak karena minim nya anggaran pembangunan yang diketahui dari rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022.

Pernyataan kedua anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Gerindra dan PDI Perjuangan itu menilai pemerintah propinsi kurang perhatian. "Pasaman dan Pasaman Barat telah dianaktirikan," sebut Khairuddin Simanjuntak, anggota Banggar DPRD Sumbar, Sabtu (21/8/2021).

Menurutnya dari rancangan KUA PPAS pada Dinas Kelautan dan Perikanan untuk alokasi anggaran dalam sektor ini sangatlah minim sekali untuk Pasaman dan Pasaman Barat.

Bang Juntak sapaan akrab Khairuddin Simanjuntak ini menerangkan untuk Kabupaten Pasaman untuk perikanan darat yang menjadi keunggulan kabupaten tersebut tidak seberapa anggaran.

"Bisa dikatakan nol. Padahal, kita sama sama ketahui, wilayah Pasaman adalah sektor budi daya ikan air tawar (darat) terbesar di Sumbar, bahkan di Sumatera," terang Politisi Partai Gerindra itu.

Untuk itu ia sangat menyesalkan anggaran yang bertolak belakang ini dengan daerah kabupaten lain. "Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinan Mahyeldi-Audy ini terkesan menganak tirikan Kabupaten Pasaman," ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan Bang Juntak, berdasarkan rancangan KUA PPAS tahun anggaran 2022 yang diajukan Pemprov Sumbar ke DPRD bahwa dorongan kepada petani ikan darat di Pasaman tidak ada.

"Boleh disebut nol. Tentu ini salah satu contoh dan bukti kurang nya perhatian Pemprov Sumbar terhadap Kabupaten Pasaman," tegasnya.

Ia merasa sedih Pemprov Sumbar sekarang ini kurang sensitif terhadap nasib masyarakat di kabupaten itu. Khususnya, kepada pembudidaya ikan. Ia pun berjanji akan memperjuangkan nasib petani ikan di daerah pemilihan nya itu.

"Kami merasa sedih. Sedangkan untuk pembelian mobil, operasional ada. Pemprov Sumbar kurang sensitif, kurang peduli terhadap petani pembudidaya ikan di Pasaman," sesalnya.

"Kita akan berjuang keras agar petani ikan diperhatikan. KUA PPAS sedang dibahas hari ini, oleh TAPD Pemprov Sumbar dengan Banggar DPRD," sambungnya mengungkapkan.

Terpisah hal yang sama juga diungkapkan oleh Syamsul Bahri legislator DPRD Sumbar Fraksi PDI Perjuangan, Menurutnya, Pemprov Sumbar terkesan menganak tirikan Kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman.

"Ini tampak dari arah kebijakan pembangunan di Sumatera Barat, baik di sektor infrastruktur, pertanian, perikanan dan kelautan juga diseluruh sektor, saya kira Pasaman dan Pasaman Barat, itu dianak tirikan," terangnya.

Untuk itu ia berharap kepemimpinan Mahyeldi dan Audy ini harus adil dan mencerminkan pemerataan pembangunan. "Jika terus abai, bukan tidak mungkin dua kabupaten ini akan bergabung membuat provinsi baru dengan Kabupaten Madina," tegas Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumbar itu.

Selain itu diungkapkannya terkait dengan Kabupaten Kepulauan Mentawai bisa dikatakan tidak ada sedikit pun disentuh pembangunan dari dana APBD. "Hanya Rp2 miliar. Saya kira ini perlu disampaikan dengan baik," terangnya mengakhiri.

(Dodi Ifanda)


Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre