Breaking News

 


Bibit Padi Bantuan APBD Sumbar di Desa Nemnem Leleu Gagal Panen

Foto: Anggota Kelompok Tani Gapoktan Simabolak saat menanam bibit padi baru dari bibit lokal setempat. Kamis, (19/08/2021).

MENTAWAI. FN- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyerahkan bantuan terhadap kelompok tani di Kabupaten Kepulauan Mentawai pada bulan Oktober tahun 2020 lalu. 

Bantuan itu diterima kelompok tani Gapoktan Simabolak berupa bibit dan pupuk sebanyak 3 ton. "Bibit bujang merantau bantuan dari APBD Provinsi Sumatera Barat lalu gagal panen, akibat hama sejenis piangang (walang sangit), hama itu memakan padi hingga tidak tersisa," ungkap Ketua Kelompok Gapoktan Simabolak, Damsar kepada figurnews.com. Minggu, (22/08/2021). 

Karena kegagalan panen itu lanjutnya kelompok memutuskan untuk kembali menggunakan bibit lokal. Sebelumya, Satu hektar persawahan ditanam sebanyak 25 kilogram bibit bantuan APBD Sumbar itu. 

Damsar menjelaskan, kondisi tanah sangat mempengaruhi ketahanan padi terhadap hama. Pasalnya, padi bujang merantau ini bila diserang hama tidak dapat tumbuh kembali. 

"Sebenarnya pihak provinsi sudah melatih kelompok, tetapi memang bibitnya tidak cocok di tanah kita, saat daunnya dihinggapi hama langsung mati, 2 bulan berjalan padi itu langsung kami semprot langsung dengan racun supaya dapat ditanam kembali," terang Damsar. 

Ia berharap kedepan, bantuan bibit untuk di Mentawai memang sesui dengan kondisi tanah. Sehingga padi dapat tumbuh dengan baik. 

Pasca gagal panen itu, pihaknya kembali menanam bibit lokal di tanah seluas 45 hektar.  

Damsar menyebutkan, terdapat tiga jenis bibit padi tidak cocok di tanah wilayah kelompok tersebut yakni, Bibit Asokan, Batang Piaman dan Bujang Merantau. 

"Dalam satu batang padi itu bisa dihinggapi ribuan hama, jadi itu alasan membuat padi gagal panen," paparnya.

Kelompok Tani Gapoktan Simabolak itu terdiri dari 6 kelompok dengan jumlah 92 orang tersebar di dua lokasi yakni di dusun Nemnem Leleu selatan 82 dan 10 orang di dusun Sagitsi barat. 

Tercatat saat ini terdapat 60 hektar luas tanah persawahan di Desa Nemnem Leleu itu terbagi di dua dusun yakni 35 hektar di dusun Nem-nem barat dan 25 hektar di Dusun Sagitsi Timur. Desa Nemnem Leleu dapat menghasilkan 10 ton lebih padi dalam dua kali setahun. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre