Breaking News

 


BBPP Kupang Gelar Pelatihan Pencegahan dan Pengendaliam ASF Buat 60 Peserta dari TTS dan TTU


KUPANG( NTT), Figurnews.com

Peningkatan SDM pertanian dinilai sangat penting untuk memajukan sektor pertanian ke arah yang lebih baik. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengoptimalisasi sektor pertanian ke depan.

“Kementan terus meningkatkan kualitas SDM pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan. Di samping itu, pertanian harus bisa menarik minat generasi muda sebagai profesi yang menjanjikan,” Ujar SYL

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan PPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr mengatakan untuk menciptakan dan membentuk SDM yang handal , profesional, mandiri dan berdaya saing berjiwa interpreneursip melalui 3 pilar yaitu : pendidikan, penyuluhan dan pelatihan yang memiliki objek masing masing.

Dimana penyuluhan (objek petani) pendidikan ( mahasiswa ) dan pelatihan ( Aparatur dan non aparatur).

Menyadari akan pentingnya meningkatkan kompetensi SDM maka BBPP Kupang  Senin  (9/8/2021) menggelar pelatihan Teknis non aparatur tentang Pencegahan dan Pengendalian ASF yang diikuti oleh 60 orang peserta pelatihan dari Kabupaten TTU dan TTS.

Pelatihan mengenai ASF ini dirasa sangat penting karena Virus Flu Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) kian mengancam peternak di NTT.

Virus ini diketahui pertama kali memasuki wilayah NTT pada akhir tahun 2019 dari Dili, Timor Leste lewat jalur darat.

Virus ASF ini juga menimbulkan kerugian yang besar bagi peternak, oleh karena itu butuh pengetahuan yang baik terkait langkah preventif terhadap virus ASF dan juga langkah yang dilakukan apabila ternak sudah terkena ASF.

Hadir pada kegiatan pelatihan ini, Kepala BBPP Kupang beserta jajarannya serta Anggota Komisi IV Edward Tannur, S.H yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Kepala BBPP Kupang , drh Bambang Haryanto dalam sambutannya berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik sehingga ilmu yang didapatkan selama pelatihan dapat bermanfaat terkhusunya untuk pencegahan dan penagnan ASF.

“Jika pada manusia diberlakukan 3M maka penerapan Biosecurity pada ternak yaitu dengan memperhatikan kebersihan kandang, penggunaan disinfektan dan hal-hal terkait lainnya. Oleh karena itu, pelatihan ini diadakan untuk memberikan pengetahuan terkait pencegahan dan pengendalian penyakit ASF agar penyakit ASF dapat tertangani dengan baik di lapangan,” ungkap Bambang.

Edward Tannur, S.H selaku Anggota Komisi IV dalam sambutannya mengatakan bahwa kesempatan seperti ini merupakan kesempatan yang langka sehingga harus digunakan sebaik mungkin sehingga dapat bermanfaat.

“Ini merupakan kesempatan yang langka oleh karena itu mari kita gunakan sebaik mungkin sehingga dapat bermanfaat, jangan sia-siakan kesempatan ini. Orang NTT sudah tertinggal jauh sekali, sebenarnya kita ini kaya akan lahan tetapi SDM, fasilitas dan modalnya masih kurang,” Ungkap Edward

Disamping itu, Edward juga menyoroti Pandemi covid 19. Dikatakan bahwa Covid 19 ini membuat banyak kerugian di sana sini namun kita jangan takut, tapi  harus hadapi karena semua ada hikmahnya supaya kita bisa lebih merawat diri dengan baik, begitu halnya dengan virus yang sedang marak menyerang ternak babi, yaitu virus ASF.

Butuh pengetahuan terkait bagaimana mencegah ternak babi terkena virus ASF, salah satunya dengan menjaga lingkungan perkandangan agar tetap bersih.

Dengan adanya pelatihan ini, semoga peserta mendapat banyak pengetahuan terkait pencegahan dan pengendalian ASF.

Ditambahkannya, NTT sering distigma sebagai daerah tertinggal, namun yang terpenting adalah harus ada semangat dan tekad yang kuat, kalau sudah tertinggal ditambah malas maka tidak akan pernah maju.(*/ER/Rilis Berita BBPP Kupang).

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre