Breaking News

 


Upacara Hari Bakhti Adhiyaksa 61 Kejari Pasbar Zoom Meeting Bersama Kejagung

Pasaman Barat, Figurnews.com--Penerapan protokol kesehatan COVID-19 saat upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke-61, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman Barat dilaksanakan secara Zoom Meeting bersama Kejaksaan Agung RI, Kamis (22/7)


"Saat ini kita berada di tengah pandemi COVID-19 sehingga perayaan Hari Bhakti Adhyaksa diadakan secara Zoom Meeting dengan protokol kesehatan dan pelaksanan upacara diadakan di aula kejaksaan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Ginanjar Cahya Permana. MH melalui Kasi Intel Elianto di Simpang Empat.


Dengan tagline Hari Bakti Adhyaksa (HBA) Ke-61 kejaksaan, "Berkarya untuk Bangsa". Elianto menuturkan, dapat menjadi titik awal bagi kejaksaan untuk memperlihatkan hasil karya itu untuk bangsa dan negara serta masyarakat.


Ia mengatakan sebelumnya kegiatan Hari Bhakti Adhyaksa dirayakan dengan berbagai kegiatan melibatkan mitra kejaksaan. 

“Karena situasi dan kondisi pandemi Covid-19, Kejari Pasbar juga melaksanakan donor darah bersama PMI dan vaksinasi Covid-19 pada masyarakat  umum serta vaksinasi anak umur 13 tahun keatas pada minggu lalu,"

Pada momen HBA tahun 2021 ini juga dilaksanakan jalan santai, anjang sana ke panti asuhan dan mengunjungi pensiunan kejaksaan.

Menurutnya dalam upacara yang dilaksanakan itu jajaran Kejaksaan Negeri Pasaman Barat juga mendengarkan amanat Kejaksaan Agung RI (Kejagung) melalui Zoom Meeting.

Dari amanat itu Kepala Kejaksaan Agung ST Burhanuddin meminta jajaran kejaksaan untuk mendukung seluruh program pemerintah daerah baik propinsi atau kabupaten/kota dalam hal mandoromg pelaksanaan realisasi anggaran.

Salah satu upayanya adalah dengan melakukan pendampingan hukum kepada pemerintah daerah jika ada masalah atau kendala kendala yang dihadapai sehingga realisasi anggaran tidak sesuai dengan yang direncanakan.

"Atas dasar amanat itulah maka kami Kejaksaan Negeri Pasaman Barat akan meningkatkan koordinasi dengan Pemkab jika ada kendala dalam hal perencaan maupun pelaksaan kegiatan dilapangan," sebutnya.

Ia berharap di momen Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dengan mengusung tema berkarya untuk bangsa maka kejaksaan bisa berkarya dan mendukung kebijakan pemerintah menanggulangi COVID-19 dan pemulihan ekonomi bangsa

Bahwa sejak pandemi Covid-19 melanda negara kita, telah banyak saudara kita yang terpapar dan wafat. 

"Saya menyampaikan turut prihatin kepada segenap insan Adhyaksa dimanapun kalian berada yang saat ini tengah berjuang untuk sembuh dari paparan Covid-19, semoga lekas pulih dan kembali beraktifitas normal," ungkap Kejagung.

Terlebih untuk warga Adhyaksa yang telah menghadap kepada Sang Pencipta, Saya turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. 

Total ada 52 (lima puluh dua) 1 orang pegawai Kejaksaan yang telah meninggal dunia, yang terdiri dari 38 (tiga puluh delapan) orang Jaksa dan 14 (empat belas) orang Pegawai Tata Usaha per tanggal 16 Juli 2021.

 

"Untuk itu marilah bersama-sama kita doakan agar para almarhum diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang," katanya.

Sekaitan itu, dalam rangka percepatan pengendalian wabah Covid-19, pemerintah tengah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Untuk itu, dukung dan pastikan keberhasilan pelaksanaannya. Gunakan Hati Nurani manakala saudara terpaksa harus menindak masyarakat yang tidak mau mematuhi ketentuan PPKM Darurat.

"Kenakan sanksi yang tegas namun terukur dan pastikan sanksi yang saudara kenakan mampu memberikan efek jera. Terapkanlah tuntutan yang proporsional berdasarkan Hati Nurani," teganya

Saya tidak mengharapkan disituasi sulit saat ini, hukum menjadi alat ”pemiskinan” bagi rakyat kecil. Hukum yang tegas bukan berarti memberlakukan hukuman yang berat. Namun hukum yang tegas adalah hukum yang terukur dan proporsional, yang mampu memberikan kemanfaatan bagi semua dan dapat mengubah perilaku pelanggar untuk tidak melakukan perbuatan pidana lagi.


Kemudian terhadap peluncuran Pedoman Perkara Narkotika ini, memiliki tujuan untuk optimalisasi penegakan hukum yang adil dan berkualitas dalam penanganan perkara tindak pidana narkotika dan/atau tindak pidana prekursor narkotika. Penyelesaian perkara tindak pidana narkotika hendaknya tidak hanya memperhatikan kecepatan, tetapi juga kecermatan dan yang meliputi ketepatan dan ketelitian pada setiap tahap penanganan perkaranya.  

Tuntutan pidana perkara tindak pidana narkotika disusun dengan pendekatan khusus, dengan mempertimbangkan kualifikasi tindak pidana, kualifikasi dan peran terdakwa, jenis dan berat barang bukti, dan keadaan-keadaan yang bersifat kasuistis secara komprehensif dan proporsional. 

"Dengan pendekatan semacam ini diharapkan tuntutan pidana perkara tindak pidana narkotika dapat memenuhi prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan," pungkasnya Kejagung 


(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre