Breaking News

 


Sempat "Bertamasya" ke Bukittinggi, Inyiak Sipogu Kembali Pulang ke Simpang Godang



Pasaman Barat,Figurnews.com--Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) bersama Pemkab Pasaman Barat kembali melepasliarkan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumaterae) lebih familiar disebut "Inyiak Belang" ke hutan lindung Pasaman Raya Gunung Sipogu Simpang Godang Kecamatan Sungai Aur, Kamis(27/7).

"Inyiak Belang betina itu dilepasliarkan kembali ke alam bebas bertujuan untuk menjaga kelestarian habitat satwa Harimau Sumatera di daerah itu," kata Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono di Simpang Empat, Kamis.

Menurutnya harimau itu diselamatkan atau ditangkap pada Senin (19/7). Sempat dibawa ke Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) di Bukittinggi, namun semua pihak sepakat untuk melepaskanliarkan kembali kehabitatnya.

"Hari ini kita sepakat melepas harimau itu kembali kehabitatnya dan secara simbolis kita lakukan hari ini di halaman kantor Bupati Pasaman Barat. Harimau itu akan dilepaskan pada Jumat (30/7) pagi," katanya.

Kesepakatan melepasliarkan harimau itu, katanya merupakan hari yang bersejarah karena masyarakat sendiri yang meminta kembali harimau itu dilepaskan.

"Biasanya masyarakat menolak harimau dikembalikan namun di Simpang Godang masyarakatnya meminta dilepasliarkan kembali dan didukung oleh Pemkab Pasaman Barat," katanya.


BKSDA mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sungai Aur dan Ujung Gading yang sepakat melepasliarkan harimau yanh dinami Harimau Sipogu itu.

"Hari ini adalah momen kerjasama yang baik antara masyarakat adat, BKSDA, Polres, TNI dan Pemkab Pasaman Barat untuk melestarikan habitat Harimau Sumatera," katanya.

Ia berharap habitat Harimau Sumatera itu dapat lestari dan tidak punah kedepannya. Apalagi saat ini merupakan momen Hari Harimau Sedunia yang jatuh pada 29 Juli 2021.

Kepala Dinas Kehutanan Pasaman Barat Yozarwardi memberikan apresiasi kepada Bupati Pasaman Barat yang mampu mengkolaborasikan berbagai pihak untuk menyelamatkan Harimau Sumatera.


Menurutnya jumlah Harimau Sumatera saat ini terus berkurang karena perburian ilegal yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia mengharapkan nanti setelah dilepas masyarakat dapat memberikan kenyamanan kepada harimau itu. Jangan ada konflik antara satwa dengan manusia.

"Mudah-mudahan nanti satwa harimau dan masyarakat dapat hidup berdampingan sehingga kelestariam Harimau Sumatera Barat dapat terjaga," harapnya.


Sementara itu Bupati Pasaman Barat Hamsuardi mengatakan pelepasanliaran harimau itu berdasarkan permintaan masyarakat karena selama ini tidak pernah terjadi konflik antara masyarakat dengan harimau.


"Tidak pernah terjadi konflik dan masyarakat mempercayai harimau dipercaya sebagai penjaga dan pengingat jika ada bencana dengan bunyi aumannya," sebut dia.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatangan kesepakatan bersama untuk melestarikan Harimau Sumatera di Pasaman Barat.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Bupati Pasaman Barat, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, dari Polres, TNI, Walinagari/kepala desa, kepala jorong dan dari pihak perusahaan kelapa sawit di daerah itu.


(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre