Breaking News

 

 
 

 

Pemko Solok Kembali Menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro

 


Kota Solok ,Figurnews,com -

Secara nasional pemerintah kembali menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro terhitung sejak 8 hingga 20 Juli 2021 mendatang, dan PPKM tersebut diberlakukan pada daerah yang berada pada asesmen Covid-19 level 4, termasuk kota Solok.

Adapun alasan dari pemerintah mengambil langkah ini adalah karena belakangan ini kasus terkonfirmasi Covid-19 kembali meningkat ditengah tengah masyarakat, dan katanya, pemutusan mata rantai penyebaran virus yang disinyalir bisa mematikan itu harus kembali dilakukan secara maksimal yakni dengan menerapkan PPKM.

Secara nasional diluar pulau Jawa dan Bali, perintah kembali menerapkan PPKM sejak tanggal 6 sampai 20 Juli 2021 mendatang, dan itu diberlakukan terhadap 43 kabupaten dan kota yang berada pada asesmen Covid-19 level empat.

Terkait dengan itu, walikota Solok H.Zul Elfian Umar, saat dikonfirmasi Figurnews Rabu 8 Juli 2021, diruang kerjanya mengatakan, penerapan PPKM merupakan intruksi yang telah dikeluarkan oleh kementerian dalam negeri RI pada 5 Juli 2021, nomor 17 tahun 2021, yang berbunyikan Pengetatan PPKM berbasis Mikro pada daerah yang masuk dalam daftar level empat.


Untuk mengimplementasikan intruksi yang telah dikeluarkan oleh kementerian dalam negeri tersebut, tepat nya pada hari ini Rabu 7 Juli 2021, pemerintah kota Solok bersama Forkompimda setempat akan melakukan pembahasan dan rapat bersama, dalam rangka mengambil langkah langkah strategis, tutur walikota Solok.

H.Zul Elfian Umar mengatakan, adapun Pengetatan yang disampaikan dalam intruksi tersebut antara lain adalah : Perkantoran Wajib Bekerja di Rumah (WFH) sebanyak 75%, sehingga WFO hanya 25%, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online, sektor esensial bisa tetap beroperasi 100%, dengan pengaturan jam operasional dan protokol kesehatan, untuk makan di (Dine in) direstoran dibatasi hanya 25% dan maksimal sampai jam 17.00, sementara itu untuk take away dibatasi sampai pukul 20.00.

Untuk lokasi tempat umum lainnya seperti Mal bisa beroperasi hingga pukul 17,00 Wib, dengan kapasitas 25%, sementara itu untuk pekerjaan proyek kontruksi bisa beroperasi sampai 100%, kegiatan keagamaan dirumah ibadah ditiadakan, semua fasilitas publik, kegiatan seni dan budaya, kegiatan seminar dan rapat, untuk sementara waktu ditutup, sementara itu untuk transportasi umum akan diatur oleh Pemerintah daerah terkait kapasitas dan protokol kesehatan, ungkap walikota Solok membacakan apa yang telah diintruksikan oleh Menteri dalam negeri RI.

Lebih jauh Walikota Solok mengatakan, untuk penerapan PPKM di kota Solok, akan diintruksikan setelah dilaksanakannya rapat bersama dengan unsur terkait lainnya, dan yang jelas apa yang dikemas secara nasional tersebut tidak semuanya berlaku untuk kota Solok, sebab katanya, kota Solok hanya sebuah kota kecil yang tidak mencukupi banyak fasilitas umum seperti Mal dan lainnya. (Ayu) 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre