Breaking News

 


Jaga Ketahanan Pangan, Sekolah Lapangan Teknis Hadir di Desa Sipora Jaya

Foto: Sekolah Lapangan Teknis Yayasan Field Indonesia. 

MENTAWAI. FN- Sekolah sebagai sarana dan prasarana untuk menimba ilmu. Tentunya menjadi dasar untuk meraih sesuatu yang diharapkan. Namun berbeda dengan sekelompok pemandu sekolah lapangan ini. Mereka memanfaatkan alam sebagai sarana dan prasaran untuk meraih ilmu. 

Pemandu sekolah lapangan teknis itu telah dibekali dari Yayasan Field Indonesia untuk memperoleh pembinaan dibidang ketahanan pangan dalam program desa tangguh. Hal itu dilakukan kedepan guna memberikan bimbingan terhadap Masyarakat Petani di Kabupaten Kepulauan Mentawai. 

Menurut salah satu Pemandu Sekolah Lapangan Teknis, Suticih di Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara bahwa dia adalah salah satu dari 4 pemandu yang tersebar di dua kecamatan di Pulau Sipora yakni, Pemandu di Desa Goisooinan, Kecamatan Sipora Utara dan Desa Saureinu serta Desa Sioban di Kecamatan Sipora Selatan. 

"Kami mendapatkan pelatihan pemandu sekolah lapangan teknis dari yayasan Field Indonesia, setiap desa memiliki masing-masing lima pemandu," ungkapnya saat dihubungi figurnews.com. Jumat, (23/07/2021). 

Keberadaan pemandu sekolah lapangan teknis diwilayahnya dikatakan Suticih sebagai pembimbing Kelompok Tani dan Dasawisma kedepan. Meski demikian pihaknya telah memulai melakukan pertemuan dengan kelompok tersebut. 

"Kegiatan sekolah lapangan ini baru dimulai minggu ini, masih perkenalan dan menjelaskan tentang tujuan sekolah, pada pertemuan pertama diikuti kelompok sebanyak 25 orang disetiap desa," imbuhnya. 

Ia menambahkan, Training Of Trainer (TOT) Pertama itu adalah Pengkajian Prikehidupan Berkelanjutan (PPB). Sedangkan TOT kedua ini baru Sekolah lapangan. Adapun materi pada pertemuan kedua mendatang, dengan seperti cara pengolahan tanah, penyamaian, penanaman dan panen. Waktu yang dibutuhkan dalam membimbing kelompok itu yakni, lebih kurang 3 bulan dengan 12 kali pertemuan atau sekali dalam seminggu. 

Suticih menjelaskan kehadiran yayasan Field Indonesia selama 3 tahun ini untuk melanjutkan program ASB tahun lalu. Dimana, ASB sebagai program penanggulangan resiko bencana sedangkan Yayasan Field program desa tangguh di setiap desa. 

"Yayasan Field ini menyangkut tentang kerentanan kebencanaan di setiap desa yang berbeda, sehingga perlu ditindak lanjuti ketahanan pangannya," terang Suticih. 

Mengingat masa Pandemi COVID-19 melanda dunia saat ini, Suticih mengatakan ketangguhan pangan di desa mesti dipersiapkan. Pasalnya, rata-rata kebutuhan pokok masih didatangkan dari luar kepulauan Mentawai. 

Maka melalui itu ia mengajak Masyarakat agar memulai dan mengolah lahan di perkebunan maupun di perkarangan rumah. Tentunya itu menjadi solusi ketahanan pangan bagi Masyarakat itu sendiri. 

Pada pembinaan dari tim Yayasan Field lalu, pihaknya memperoleh pembekalan sebagai pemandu sekolah lapangan teknis seperti, penelitian tanaman, pengambilan sampel tanah, mengukur PH tanah, pembuatan pupuk kompos dan teknik menanam. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre