Breaking News

 


Diduga Gangguan Jiwa Seorang Perempuan Paruh Baya di Ujunggading Dikerangkeng

 

Pihak Polsek Lembah Melintang Langsung Ke lokasi Jorong Lombok Ujunggading, Pasaman Barat (Selasa 13/7/2021)

Pasaman Barat, Figurnews.com- Seorang perempuan paruh baya inisial S (50 tahun) merupakan warga Jorong Lombok Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat, dikurung dalam terali besi berukuran 2x2 meter didalam rumah tempat tinggal yang dilakukan oleh M  (53) pekerjaan Tani Alamat Jorong Lombok yang juga merupakan kakak kandung dari S.

Berdasarkan informasi tersebut Kapolsek Lembah Melintang AKP Aditialidarman, SH beserta jajaran langsung melakukan crosscek serta menelusuri informasi tersebut kemudian mengamankan TKP selanjutnya melakukan tindakan kepolisian secara persuasif pada Selasa (13/7/2021).

Saat dihubungi, Kapolsek  membenarkan peristiwa penyekapan tersebut. Pihaknya bersama Wali Nagari Ujunggading, Kepala jorong Lombok dan pemuda serta koordinasi dengan Camat Lembah Melintang melakukan pengamanan TKP.

"Kita juga melakukan Pengamanan terhadap keluarga dan masyarakat sekitar guna menjaga Kamtibmas," tegas Aditialidarman

Ia mengatakan " Benar, Kita baru saja mendapatkan informasi dari masyarakat. Kita langsung kelokasi di Jorong Lombok Ujunggading. Saat tiba di dalam rumah ditemukanlah seorang perempuan dalam kondisi tangan terikat rantai dan digembok, " ungkap Kapolsek.

"Diduga perempuan Inisial S  disekap dan dirantai sejak 4 hari yang lalu hingga sekarang bertempat di rumah  tempat tinggal M ,"

"Saat kita ajak berkomunikasi, S terlihat linglung, kadang ia nyambung kadang tidak nyambung,". jelasnya.

"Saat di kasih makan, hanya sesuap ia makan lalu S meludahi makanan di piring, minumnya dikumur lalu di buang arah ke dinding,".

Lebih lanjut, Kapolsek menerangkan,"Dari pengakuan M, dia melakukan aksi menyekap  adiknya tersebut dengan terali besi dan tangannya dirantai itu karena S dianggap orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) oleh kakak kandungnya," ungkapnya.

Dari keterangan M beserta warga sekitar mengatakan bahwa S baru pulang sekitar dua minggu yang lalu. S Pulang ke Ujung Gading disebabkan oleh masalah keluarga yakni bercerai dengan suaminya yang sebelumnya tinggal di Jakarta.

"Diduga S mengalami stress dan mengalami perubahan perilaku dari sebelumnya. Dari keterangan keluarga, S meresahkan warga. Ada rumah tetangga dilemparinya,". sebutnya

"Atas inisiatif M sendiri dengan alasan terkendala biaya untuk pengobatan maka M membuatkan terali besi berukuran 2x2 m untuk S dirumah tersebut karena takut mengganggu warga apabila keluar rumah," terang Kapolsek.

Hingga berita ini dimuat, dokter sudah datang ke lokasi dan wawancara dengan S. Dari hasil Diagnosa sementara, S mengalami gangguan jiwa.

"Kita sudah minta pihak keluarga untuk melepaskan rantai yang membelenggu ditangan S dan segera menghubungi kepala puskesmas Ujunggading. Saat ini S diperiksa kesehatan dan psikologisnya oleh pihak dokter. Dari analisa dokter, diduga S ada ganguang jiwa,"

"Solusi setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, besok S akan dirujuk ke RSJ oleh Dinsos Pasbar dan didampingi pihak keluarga,"

Pihaknya juga melakukan Koordinasi dengan Unsur Muspika sehubungan dengan kejadian tersebut untuk dapat di teruskan ke Dinas Sosial Kabupeten Pasaman Barat.

"Selama kegiatan berlangsung, Situasi dalam Keadaan aman dan terkendali, besok Dinas Sosial akan cek Kesini," tutup AKP. Aditialidarman mengakhiri.


Dif

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre