Breaking News

 

 
 

 

Bahas RPJMD Dengan Pakar dan Pelaku Usaha, DPRD Sumbar Sorot Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Target

 

Padang(Sumbar), Figurnews.com

Sejumlah pakar ekonomi yang terdiri dari akademisi hingga pelaku usaha, memberikan masukan untuk penyempurnaan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2021-2026.
 
Penghimpunan masukan tersebut, dilakukan pada rapat bersama DPRD Sumbar, di ruang sidang utama, Rabu (21/7). Ketua DPRD Sumbar Supardi saat membuka rapat mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sumbar masih menjadi perhatian saat rapat kerja bersama pemerintah provinsi.
 
Dari target pertumbuhan ekonomi  pada tahun 2021 yaitu tiga persen, hingga sekarang masih diangka satu persen bahkan minus. Masukan-masukan para pakar maupun pelaku ekonomi, akan menjadi referensi untuk mengejar target yang ditetapkan.
 
" Diketahui bahwa target pertumbuhan ekonomi Sumbar pada akhir tahun pelaksanaan RPJMD 2026 sebesar 4,84 persen, untuk mencapai itu perlu kebijakan strategis dari pemangku kepentingan mengingat kondisi pandemi belum berakhir " katanya.
 
Satu hal lain yang menjadi perhatian dalam penyusunan RPJMD adalah, meningkatnya angka pengangguran yang terjadi pada beberapa tahun terakhir. Dengan kondisi ini, tentu menjadi tantangan tersendiri dalam proses pertumbuhan ekonomi.
 
Supardi mengingatkan bahwa periodisasi RPJMD kali ini tidak selaras dengan periodisasi masa jabatan gubernur dan wakil gubernur.
 
“Masa jabatan gubernur dan wakil gubernur hanya sampai tahun 2024 sedangkan RPJMD berjalan lima tahun sampai 2026,” kata Supardi
 
 
Dalam draft RPJMD yang disampaikan gubernur kepada DPRD Sumbar, terdapat rencana 10 persen anggaran provinsi akan diberikan untuk sektor pertanian, tentunya hal ini menjadi prioritas bagi kepala daerah dan harus jelas bagaimana program yang akan diterapkan.
 
Perhatian pada sektor pertanian harus dilaksanakan dengan sebaik baiknya, mengingat masih banyak persoalan yang dihadapi pada proses produksi, salah satunya persoalan irigasi yang masih banyak rusak dan tersebar pada 19 kabupaten/kota.
 
Sementara itu, Ketua Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat Ramal Saleh mengatakan,  untuk memajukan program unggulan gubernur pada sektor pertanian, harus jelas bagaimana pola industrinya hingga pemasarannya. Untuk mencapai itu perlu akses perdagangan yang representatif seperti membuka akses jalur distribusi via pelabuhan Teluk Bayur kepelabuhan Chennai India, dengan sukses  itu akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Sumbar mengingat jalur perdagangan yang semakin luas.
 
" Pada pelabuhan Chennai India, mereka memiliki fasilitas kereta api yang bisa menempuh sejumlah negara seperti Bangladesh, Pakistan hingga Arab Saudi. Perjalanan itu bisa ditempuh dengan  hitungan jam. Maka hal ini bisa menjadi referensi pemerintah provinsi, " katanya.
 
Di sisi lain, dia mendorong, pemerintah provinsi untuk memberikan kemudahan dalam pelaksanaan investasi sesuai dengan berlakunya Undang-Undang Cipta Karya. Tidak bisa dipungkiri investasi merupakan unsur strategis dalam mempengaruhi percepatan pertumbuhan ekonomi.
 
" Untuk sektor pariwisata, kita perlu perencanaan yang jelas dan bernilai jual.  Jangan seperti selama ini, masih contoh mencontoh untuk pembangunan sektor ini," katanya.
 
 
Sementara itu salah satu pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kota Padang Novizi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sumbar dalam sepuluh tahun terakhir sudah mulai turun, tidak hanya disebabkan oleh pandemi. Sinkronisasi antar lembaga keuangan hingga pelaku usaha harus dilaksanakan agar muatan dalam RPJMD bisa diterapkan
 
Dia menambahkan perlunya niat pemerintah, dalam mencari sumber pendapatan baru yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre