Breaking News

 


Rasakan Manfaat Kuliah, Mahasiswa AK Mentawai Sebut Kunyit Banyak Kegunaan

Foto: Bupati dan Wakil Bupati Mentawai beserta rombongan mengunjugi sekaligus mencicipi jamu buatan Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan. Senin, (28/06/2021).

MENTAWAI. FN- Keberadaan kampus Program Studi Diluar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Lampung rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kepulauan Mentawai kini mulai dirasakan Masyarakat. 

Sejak berdiri pada tahun 2015, AK Mentawai telah meluluskan 4 angkatan Mahasiswa pada 2 Program Studi (Prodi) yakni Teknologi Pangan dan Budidaya Perikanan. 

Melalui itu, Dosen dan Teknisi terus berupaya melakukan pengembangan ilmu di masing-masing Program Studi. Salah satunya Prodi Teknologi Pangan (Tepa). 

"Dalam kegiatan ekstrakurikuler ini, kami belajar mengolah kunyit jadi minuman fungsional yang kaya manfaat, dan kami mengetahui bahwa kunyit banyak kegunaan," ungkap Mahasiswa Prodi Tepa, Sabet usai kegiatan tersebut di kampus. Jl Raya Km-09, Desa Bukit Pamewa, Kecamatan Sipora Utara. Senin, (28/06/2021). 

Sabet menyadari bahwa selama kuliah banyak manfaat yang dirasakan. Salah satunya pengolahan hasil pangan. Banyaknya hasil pertanian tanpa pengolahan hanya sia-sia. 

"Sebelum kuliah dulu saya hanya tahu bahwa kunyit hanya untuk gulai saja, tetapi setelah saya kuliah kunyit bisa diolah menjadi minuman fungsional yang kaya manfaat, begitu juga juga pisang, saya hanya berpikir untuk merebus saja," tambah Sabet. 

Pisang dikatakannya, dapat diolah menjadi berbagai macam kuliner diantaranya, kue bolu, krispi dan kripik. Kemudian, kelapa juga dapat diolah menjadi selai roti kelapa.  

"Setelah saya kuliah disini, melalui belajar, teori, praktek dan kegiatan eksrakurikuler semoga nantinya saya dapat mengolah hasil pertanian di Mentawai," sebut Mahasiswa asal Sikabaluan itu. 

Ia berharap kedepan dengan kuliah di Akademi Komunitas Mentawai dapat menciptakan berbagai macam inovasi dalam pengolahan pangan di Mentawai. Tentunya itu berdampak baik bagi pendapatan ekonomi. 

Sementara itu Dosen pembimbing kegiatan eksrakurikuler Prodi Tepa, Iwan Saragih mengatakan, minuman buatan Mahasiswa itu merupakan minuman fungsional. Menariknya baik bagi kesehatan di masa Pandemi COVID-19 ini. "Kami sudah persiapkan untuk ini sebelumnya," Sebut Iwan. 

Ia menambahkan, minuman fungsional sejenis jamu itu diberi merek 'Kiniu Raba' nama itu berasal dari bahasa Mentawai yang artinya kunyit. Ia dan tim membuat nama itu guna mengenalkan bahasa Mentawai. Sekaligus memberi tahu bahwa AK Mentawai juga memiliki produk pangan. 

Jamu kiniu raba ukuran 330 ml itu dijual dengan harga Rp15 ribu. "Hitung-hitung untung 7 ribu sebotol," terang Iwan. 

Dosen itu berharap agar Mahasiswa dapat memanfaatkan waktu untuk menjadi uang. Pasalnya, banyak hasil pangan di Mentawai dapat dijadikan uang. Hanya tinggal cara Mahasiswa mengolahnya semenarik mungkin. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre