Breaking News

 


Cegah Perkawinan Usia Anak DPPPA Kota Solok Gelar FORDA


Solok, Figurnews,com -

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan perkawinan usia anak sekaligus pembentukan pengurus Forum Anak Daerah Kota Solok Periode 2021-2023, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) adakan pertemuan Forum Anak Daerah (FORDA) Kota Solok pada Senen (28/06/2021) bertempat di Taman Kitiran QTC Tanjung Paku Kota Solok.

Ketua TP-PKK Kota Solok Hj. Zulmiyetti Zul Elfian menyampaikan bahwa, “anak adalah generasi penerus bangsa, aset bangsa dan investasi masa depan. Keberhasilan suatu bangsa dalam melakukan pembangunan di mulai dari usia dini dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak”.

Dalam Pasal 21, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, mengamanatkan kewajiban Pemerintah Daerah untuk menjamin terwujudnya pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui Pengembangan Kab/Kota Layak Anak (KLA).  

Pengukuran KLA menggunakan 24 Indikator yang terdiri dari 5 (lima) kluster. Salah satunya adalah kluster tentang Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif dimana salah satu Indikatornya adalah Pencegahan Perkawinan Usia Anak.

“Kita perlu bersinergi, baik pemerintah pusat, daerah, tokoh agama, tokoh adat, dunia usaha, media massa dan lembaga masyarakat, organisasi perempuan seperti PKK melalui regulasi yang dapat diimplementasikan dengan baik, maupun mensosialisasikan pencegahan perkawinan anak secara intensif, dalam bentuk informasi, maupun materi edukatisi dalam masyarakat dengan bahasa sederhana dan mudah dimengerti anak dan keluarga,” ungkapnya. 

Disamping peran Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan Forum Anak juga dapat bersama-sama mencegah perkawinan usia anak melalui kegiatan anak sebagai pelopor dan pelapor. Perkawinan anak memberikan dampak negatif tidak hanya pada kesehatan fisik ibu yang masih remaja tapi juga kesehatan mental seperti baby blues, depresi, kecemasan, sulit bonding dengan bayinya, juga berpikir bunuh diri atau menyakiti bayinya. 

“Selain itu dampak jangka panjang kesehatan bayi yang dilahirkan, seperti berat lahir rendah, premautritas, malnutrisi, stunting, gangguan perkembangan, pencapaian akademis rendah, serta mengalami kekerasan dan penelantaran. Untuk itulah Mari bersama-sama kita mencegah agar tidak terjadinya perkawinan usia anak dalam dalam rangka mewujudkan Kota Solok Layak Anak” harap Zulmiyetti.

Sementara itu Kabid PHA dan Data Eva Murgana juga memaparkan sekilas tentang data Perkawinan Anak di Kota Solok. Menurut Data Profil Gender dan Anak Kota Solok Tahun 2020 jumlah kategori anak di Kota Solok berjumlah 26.503 (37,32 % dari jumlah penduduk Kota Solok) sementara persentase angka perkawinan anak di Kota Solok berada pada angka 0,072 di tahun 2019 dan 0,11 pada tahun 2020 walaupun termasuk kecil dibanding target nasional 8,7% namun tidak berarti tidak ada upaya pencegahan perkawinan usia anak di Kota Solok. 

DPPPA dibawah bidang PHA dan Data tetap gencar mensosialisasikan pencegahan perkawinan usia anak dan melakukan berbagai upaya kerjasama dengan OPD terkait untuk menekan angka perkawinan usia anak di Kota Solok. Karena Perkawinan Anak adalah Pelanggaran Hak Anak, berarti juga pelanggaran HAM dan memuat unsur tindakan pelanggaran hukum” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut selain dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kota Solok Zulmiyetti Zul Elfian juga turut hadir Kepala DPPPA Delfianto S.Sos, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Data Eva Murgana, Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan Oktriwil Yenita beserta jajarannya dan diikuti oleh 40 orang perwakilan terdiri dari Forum Anak Kelurahan, Forum Anak Kecamatan dan Forum Anak Kota Solok.(Ayu) 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre