Breaking News

 


Bupati Beserta Rombongan Cicipi Jamu Buatan Mahasiswa AKN Mentawai

 

Foto: Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet dan Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake serta rombongan saat mencicipi jamu buatan Mahasiswa PDD AKN Mentawai. Senin, (28/06/2021).

MENTAWAI. FN- Sebagai bentuk apresiasi dari kreatifitas sejumlah Mahasiswa Program Studi Diluar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Lampung Rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Mentawai, Bupati beserta rombongan cicipi jamu hasil Pratikum Mahasiswa. 

Mahasiswa itu berasal dari Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan angkatan VI. Selain mencicipi Bupati beserta rombongan membeli hasil olahan pangan Mahasiswa tersebut. 

"Kita mencicipi olahan mahasiswa, dimana olahan tersebut sangat baik untuk menambah daya tahan tubuh di masa pandemi COVID-19 ini sangat cocok," ungkap Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet usai rapat finalisasi persiapan dokumen proposal pendirian Politeknik Negeri Mentawai di kampus. Jl Raya Km-9, Desa Bukit Pamewa, Kecamatan Sipora Utara. Senin, (28/06/2021). 

Ia menambahkan, hasil olahan tersebut merupakan inisiatif dan kreatifitas Mahasiswa dalam mengembangkan produk lokal seperti Kunyit. Tentunya proses secara ilmiah itu tidak lepas dari pengawasan Dosen pengampu mata kuliah. 

Maka melalui itu Bupati Mentawai berharap Mahasiswa dapat mengembangkan potensi-potensi yang berada di Mentawai agar memiliki nilai jual. Hal itu dilakukan guna untuk menambah nilai ekonomi di lingkungan Masyarakat, khusunya Mahasiswa itu sendiri. 

"Dengan menciptakan produk ini, mudah-mudahan mahasiswa dapat membuat produk penangkal penyeberan virus korona sesui dari bahan-bahan pangan disini," tambahnya. 


Foto: Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan melihat langsung pengolahan kunyit menjadi jamu. Senin, (28/06/2021).

Yudas Sabaggalet juga berharap dengan kehadiran kampus PDD AKN Mentawai dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkompeten dalam dunia usaha. Apalagi saat ini PDD AKN Mentawai terus berjuang dalam pengembangan kampus menjadi Politeknik Negeri Mentawai. 

Selanjutnya dikatakan, Mahasiswa merupakan cikal bakal dalam pengembangan tradisi dalam pengolahan obat-obat tradisional. "Pengobatan Sikerei itu suatu pengobatan yang belum tereksploitasi secara maksimal, maka untuk mempertahankan esktensi orang Mentawai, nanti kita padukan dengan konsep-konsep moderen," imbuhnya. 

Dengan Ilmu Teknologi Pangan itu katanya, dulu kunyit hanya digunakan sebagai bahan masakan. Namun dengan adanya Ilmu dikampus, sudah bisa diolah menjadi berbagai produk pangan, Bahkan untuk produk-produk baru kedepan. 

Ditempat yang sama Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake mengatakan, sesui motto, kampus mesti berinovasi menciptakan karya-karya lain untuk menjadi bahan pangan di lingkungan Masyarakat. 

"Sekarang pengolah bahan pengan telah memiliki berbagai macam merek, misalkan saja kerupuk, sudah memiliki berbagai macam merek, baik itu bahannya dari kentang, keladi dan ubi," tambahnya. 

Maka dengan adanya Akademi Komunitas Mentawai lanjut Korta, pangan lokal diolah secara teknologi berinovasi siap saji. Apalagi pengolahannya telah memenuhi syarat kesehatan. "Jadi dengan ilmu ini bahan kunyit tidak terbatas kegunaannya," terang Wakil Bupati itu. 

Ia berharap produk Mahasiswa memiliki label kemasan sehingga mampu menembus pasaran di dalam daerah maupun diluar daerah kepulauan Mentawai. 

Sementara itu, Ketua PDD AKN Mentawai Seminar Siritoitet mengupayakan kedepan adanya label khusus bagi kampus. "Saat ini label produk jamu buatan mahasiswa ini baru dibikin sendiri, namun nanti kalau di pasarkan ke luar kita urus di dinas koperindag, tentunya itu bertahap dulu," katanya. 

Meski demikian Ketua PPD AKN Mentawai berharap produk itu dapat dipasarkan secapat mungkin. 

Selain itu Bupati dan rombongan juga mengunjungi tempat pembibitan ikan nila dan lele. Dimana tempat itu sering digunakan Mahasiswa Prodi Budidaya Perikanan untuk pratikum. 

Pada kesempatan itu turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), A Oreste Sakeroe, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sermon Sakerebau, Sekretaris Disdikbud, Motisokhi Hura dan Kasubag Tata Usaha, Janti Saleleubaja, Ketua Prodi Budidaya Perikanan, Hendrik L Raja dan Kepala Prodi Teknologi Pangan, Dewi Sartika Saragih. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre