Breaking News

Redaksi dan Wartawan Figurnews Di Ancam, Gara-gara Muat Berita Kades Dibogem




Aceh Utara, Figurnews.Com

Terkait Pemberitaan " Oknum  Kades Sawang Dibogem gara-gara pukuli anak", yang ditayangkan oleh media Figurnews dua hari lalu, berbagai ancaman terus di Terima pihak Figurnews. Sabtu (03/04/2021)

Salah seorang yang mengaku anak dari kepala desa tersebut bahkan sempat mengancam Pimpinan Redaksi media Figurnews melalui Pesan Whatsapp.

Didalam Chat dengan No-082295084697 yang bersangkutan meminta supaya berita yang ditayangkan untuk di hapus, "yang diberitakan itu ayah saya, Bapak jangan cari gara-gara" isi Pesan tersebut.

Hal yang senada juga diterima oleh Redaksi Figurnews Kabiro Provinsi Aceh, salah satu akun Facebook yang bernama "Muhammad Dzamzury" yang mengaku anak kepala desa tersebut mengancam akan membunuh wartawan yang membuat berita tentang ayahnya melalui pesan messenger.

Didalam pesan singkat dan pesan suara, akun Facebook tersebut akan membuat perhitungan dengan Kabiro Figurnews Aceh.


" Tunggu saya pulang, saya akan bunuh kamu dan keluarga mu, kalau saya bertemu kamu dijalan. Akan saya tabrak dengan mobil"ancam akun tersebut.


Padahal Setiap wartawan memiliki hak untuk mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi dengan wajib memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku sesuai ketentuan Kode Etik Jurnalistik.

Pengancaman merupakan tindakan yang dapat dikatagorikan dalam perbuatan menghalang-halangi wartawan atau pers, dalam melaksanakan pekerjaan jurnalistik sebagaimana diatur dalam pasal 18 UU tentang pers. 

Dalam menjalankan profesinya wartawan atau jurnalis dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang lex specialis atau berlaku khusus. "Dalam UU Pers, mengancam bunuh wartawan itu adalah tindakan membungkam kemerdekaan pers sebagaimana diatur pada Pasal 4 dan bagian dari upaya menghalang-halangi tugas jurnalistik seperti diatur pada Pasal 18 ayat 1.

Karena pengancaman ini dipicu berita yang ditulis oleh jurnalis yang dilindungi oleh UU Pers, maka pelakunya wajib dijerat dengan Undang-undang  Pers yang berlaku khusus dengan di-jounctokan dengan KUHPidana. “Karena undang-undang khusus (UU Pers) dapat mengenyampingkan undang-undang umum (KUHP), maka penanganan perkara ini harus dilakukan oleh bidang pidana khusus (pidsus), bukan pidana umum (pidum),. "Kami nanti berharap aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini dengan adil dan bijaksana sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. (ajn)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre