Breaking News

Pesangon Belum di Bayar, Puluhan Lansia Exs Karyawan PT. CBS Portal Jalan.


MUBA , FIGURNEWS.COM  – Puluhan Lansia (Lanjut Usia) eks (Mantan) karyawan PT. Bumi Cangkul Subur (CBS), berbondong-bondong mengelar aksi pemortalan (penutupam) empat akses jalan utama PT. CBS yang terletak di Desa Keramat Jaya, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Jum’at (23/4/2021).

Dari pantauan awak media di lapangan, aksi pemortalan trsebut dilakukan guna menuntut hak mereka yang sampai saat ini belum dibayarkan oleh pihak perusahan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit .


Para Lansia ini menuntut kewajiban pihak perusahaan, untuk membayar hak karyawan berupa Pesangon, karena sudah bosan dengan janji-janji pihak perusahaan yang belum juga terealisasi.

Hingga akhirnya, puluhan eks karyawan berinisiatif melakukan Pemortalan jalan perusahaan, guna menyuarakan tuntutan mereka, sampai pihak perusahaan merealisasikan pesangon yang menjadi hak mereka.

Hal ini diungkapkan eks karyawan PT. CBS, Mat Sahri, saat diwawancarai awak media menjelaskan, dengan adanya pemortalan ini, mereka menuntut haknya, yang mana ia menjelaskan bahwa dirinya sudah pensiun dari PT. CBS sudah sejak 2019, namun sampai saat ini pesangonnya belum juga diberikan.

“Pesangon kami belum juga di bayar oleh pihak perusahaan, padahal kami sudah pensiun sejak tahun 2019 yang lalu, perusahaan janji akan membayarkan pesangon, namun hingga kini belum terealisasi,”, jelasnya.

“Kami sudah mengajukan ke Disnaker Muba sampai sidang di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Palembang dan putusan pengadilan ter tanggal 4-Maret-2021 itu juga di menangkan oleh anggota kami, yakni sebanyak 31 orang exs karyawan PT. CBS dengan jumlah uang pesangon yang wajib di bayar oleh pihak perusahaan bervariasi, sesuai masa kerja,”, timpalnya.

“Kami tegaskan, jika sampai tuntutan kami belum dipenuhi, maka portal ini tidak akan kami buka,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Husna, yang juga eks karyawan PT. CBS, menurutnya, ia bersama rekan-rekan eks karyawan lainnya, akan berjuang mendapatkan hak mereka.

“Kami rela mati demi mempertahankan hak-hak kami dan kami akan menjaga portal ini sampai adanya pembayaran uang pesangon dari pihak perusahan,”, ucap wanita paruh baya ini dengan singkat.


Sementara itu, Kepala Desa Keramat Jaya, Irwanto H Beta, saat dikonfirmasi di kediamannya, terkait dengan aksi pemortalan yang di lakukan eks Karyawan PT CBS tersebut mengatakan, hal yang dilakukan oleh eks karyawan tersebut merupakan hal wajar, mengingat mereka telah lama menunggu.

“Menurut saya itu sah-sah saja, karna permasalahan tersebut sudah sejak lama, bahkan persoalan tersebut sudah di bawa ke Disnaker Muba dan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Palembang, sampai menyelesaikan putusan di PHI selama satu tahun tiga bulan, bahkan katanya sekarang pihak perusahaan mau mengajukan Kasasi Ke Mahkamah Agung,”, bebernya.

Lanjut Irwanto, sepertinya permasalahan ini sengaja diundur-undur oleh pihak perusahaan, Jadi wajar-wajar saja kalau warga menuntut haknya.

“Bisa kita lihat sendirikan, umur mereka rata-rata sudah 65 tahun sampai 70 tahun, pakai tongkat dan ada yang di dampingi anak cucunya, mereka hanya menuntut hak-haknya sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku,”, ujar Irwanto.

“Jelas peraturan masalah tenaga kerja, khususnya buruh dilindungi oleh undang-undang, kok perusahaan berani melanggar dengan jelas peraturan yang ditetapkan dan berlaku di negara ini,”, timpalnya.

Lebih lanjut Irwanto mengatakan, dirinya selaku pihak Pemerintah Desa sangat menyesalkan perusahaan yang melanggar hak-hak karyawan, sehingga eks karyawan sampai bertindak menutup jalan. Menurutnya, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, Kabupaten, maupun Provinsi guna menyelesaikan persoalan ini secepatnya.

Namun Irwanto menghimbau kepada seluruh masyarakat eks karyawan tadi, agar jangan bertindak anarkis, apalagi terpancing isu-isu yang bisa membuat suasana di Desa Keramat Jaya jadi kacau.

“Saya harap jangan sampai ada tundakan anarkis, yang akan memperkeruh keadaan. Secepatnya akan kita carikan solusi bersama pihak kecamatan dan kabupaten, guna mencapai kesepakatan melalui musyawarah mufakat,”, tutupnya.(Dr)

.Editor posting : Darmanto

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre