Breaking News

Kabid Dokkes Polda Sumbar Kombes Pol Lisda Cancer, Berikan Edukasi Sekaitan Arti dan Fungsi DVI(Disaster Victim Indentification) Kepada Awak Media


Padang(Sumbar), Figurnews.com

Untuk menambah wawasan serta edukasi, bagi awak media, Kombes Lisda Cancer sebagai Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sumbar menjelaskan arti dan fungsi DVI (Disaster Victim Identification) di Mapolda Sumbar, Kamis 29 April 2021 sekitar 14.00 Wib.

Kabid Dokkes Kombes Pol Lisda Cancer bersama Dr. Eka serta didampingi oleh Humas Polda Bagian Penerangan umum menjelaskan tentangapa arti dan fungsi DVI di kepolisian keoada awak media.  

Salah satu bentuk nyata kemampuan Kedokteran Kesehatan Kepolisian RI dalam mengatasi tingginya tuntutan masyarakat terhadap kepastian hukum dan hak asasi manusia terkait korban bencana yang setiap saat bisa terjadi adalah dibentuknya Disaster Victim Identification (DVI).

Apa itu DVI? Tim DVI bentukan Polri yang terdiri dari orang-orang yang perannya sangat diperlukan untuk melakukan suatu proses identifikasi korban bencana yang sudah rusak tidak mungkin lagi dikenali.

DVI adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban yang meninggal akibat bencana massal secara ilmiah yang mengacu pada standar baku International Criminal Police Organization (Interpol).

Tim DVI terdiri dari dokter spesialis forensik, dokter gigi, ahli antropologi (ilmu yang mempelajari tulang), kepolisian, fotografi dan ada yang berasal dari masyarakat.

Prosedur DVI di Indonesia pertama kali diterapkan pada identifikasi korban bencana massal akibat Bom Bali yang terjadi di Oktober 2002 silam yang menewaskan 202 orang.

Keberhasilan Tim DVI belakangan ini adalah berhasil mengidentifikasi korban kebakaran pabrik petasan di Kosambi, Tangerang. Dan juga berbagai kejadian seperti kejadian jatuhnya pesawat dan baru-baru ini tenggelamnya Kapal Selam Nanggala 402 di perairan laut Bali.

Bukan itu saja, DVI Polri juga telah diakui Internasional, bahkan beberapa anggota DVI membantu kejadian Gempa Bumi di Nepal, jatuhnya cren yang menyebabkan ratusan orang yang meninggal akibat tertimpa.

5 Fase Prosedur DVI : 

1. The Scene
Pemilahan korban dan mengamankan barang bukti. korban diberi label penanda, memuat informasi tim pemeriksa, lokasi penemuan, dan nomor.

2. Post Mortem Examination
Ahli identifikasi, dokter dan dokter gigi forensik mencari data post mortem seperti sidik jari, gigi, tubuh, sampel jaringan DNA dan barang bawaan yang melekat.

3. Ante mortem information retrieval
Pengumpulan data ante mortem dari keluarga, seperti pakaian terakhir, ciri khusus, data rekam medis, data sidik DNA dan sampel darah keluarga.

4. Reconciliation
Rekonsiliasi bila ada kecocokan data ante mortem dan post mortem, dengan kriteria minimal satu macam data primer dan data sekunder.

5. Debriefing
3-6 bulan setelah identifikasi selesai, evaluasi proses identifikasi korban baik sarana, prasarana, kinerja, prosedur, serta hasil identifikasi. 

#. By. Y-Fn

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre