Breaking News

ATURAN JILBAB DAN PROBLEM KEBANGSAAN


Jakarta, Figurnews.com

Pada awal tahun 2021 dipublikasikan melalui berbagai kanal media social penolakan seorang siswi atas pemaksaan pemakaian jilbab dan perundungan yang dialami karena menolak. Kejadian ini menimbulkan berbagai kritik dari berbagai elemen masyarakat dan berujung pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri yaitu Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional & Kebudayaan, serta Menteri Dalam Negeri tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut Bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kasus diatas merupakan puncak gunung es karena pemaksaan penggunaan jilbab terjadi di berbagai daerah melalui berbagai peraturan, surat edaran, himbauan, dan semacamnya. Mereka yang tidak bersedia mengikuti mengalami berbagai bentuk persekusi, perundungan, dan hambatan karir. Kondisi serupa juga terjadi dengan berbagai ekspresi budaya-budaya lokal yang dimarjinalisasi, dilarang, dan diserang. Berbagai kasus tersebut mengindikasikan terjadinya pembersihan budaya (cultural cleansing).  

Studi   yang    dilakukan    Human    Rights    Watch    dengan   judul    “Aku    Ingin   Lari    Jauh” (https://www.hrw.org/report/2021/03/18/i-wanted-run-away/abusive-dress-codes-women-and- girls-indonesia) menegaskan pemaksaan jilbab adalah pelanggaran hak asasi manusia dan menyebabkan korban mengalami gangguan kejiwaan. Pembiaran terhadap praktek ini akan memiliki implikasi ketegangan dan konflik sosial, kekacauan sistem hukum karena terdapat dua sumber hukum yang berbeda, ketidakpercayaan pada pemerintah dari berbagai kelompok masyarakat, serta meluasnya politik identitas dan politisasi agama. Pengakhiran praktik diskriminasi sebagaimana direkomendasikan perlu segera dilaksanakan dan didukung oleh berbagai pihak.

Pokok-pokok diskusi diatas dibahas dalam Diskusi Publik oleh Kawal Indonesia dan Perkumpulan Amerta yang dibuka oleh Ketua Perkumpulan Amerta, Riza Primahendra, dengan narasumber Andreas Harsono (HRW) pada Selasa, 27 April 2021. ***

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre