Breaking News

Pacu Jawi Raih Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda


Tanah Datar, Figurnews.com

Kabupaten Tanah Datar hari ini menerima sertifikat penetapan tradisi alek Pacu Jawi sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2020.

Sertifikat tersebut diserahkan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, diterima Wakil Bupati Richi Aprian, Rabu (24/3/2021) di Hotel Kryad Bumiminang Padang.

Selama ini Pacu Jawi ini memang sudah menjadi magnet bagi wisatawan lokal hingga mancanegara.

Keberhasilan Pacu Jawi masuk Warisan Budaya Tak Benda ini tidak terlepas dari peran Dr. (Cand) Irwan Malin Basa, yang banyak menggali tentang sejarah dan filosofi dari Pacu Jawi ini.

Dosen dan sekaligus Peneliti Kebudayaan ini mengungkapkan, proses terciptanya pacu jawi sebagai salah satu Warisan Tak Benda, telah melalui kajian akademik, sejarah dan budaya dan seluruh aspek tentang pacu Jawi.

Dia menjelaskan, awal proses pengajuan pacu jawi sebagai Warisan Budaya Tak Benda, harus melewati sejumlah proses yang tidak mudah.

"Kita harus melengkapi seluruh data terkait Pacu Jawi. Mulai dari sejarah, filosofi, nilai nilai serta seluruh seluk beluk Pacu Jawi. Persyaratan ini dikumpulkan dan dilengkapi dengan dokumentasi foto dan video. Dilakukan penelitian, kemudian dituliskan dalam bentuk narasi serta format format yang sudah ditetapkan oleh Kemendikbud," ucapnya.

Menurut Irwan, Pacu Jawi adalah Warisan Budaya Tak Benda milik Tanah Datar yang berasal dari nagari Pariangan. Kemudian berkembang ke daerah lain seperti Lima Kaum, Sungai Tarab, Rambatan.

Ia merupakan hiburan rakyat sebagai ajang entertain setelah panen. Wujud syukur masyarakat kepada Yang Maha Kuasa, dan untuk mengisi waktu luang sebelum masa tanam berikutnya.

Yang paling menarik katanya, pacu Jawi merupakan sebuah landscape yang lengkap:
"Di arena Pacu Jawi ada balai, Galanggang, lapiak, pautan Jawi dan pemandian Jawi. Ketika pacu Jawi digelar, semua masyarakat bisa menikmati hiburan gratis," ungkapnya.

Karena keunikan dan nilai filosofi yang dalam inilah maka ia mengangkat event ini sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Ia menguraikan, setelah mengkaji dan mengumpulkan semua dokumentasi yang mencakup kajian akademik, sejarah, budaya dan seluruh aspek tentang pacu Jawi. Kemudian hal tersebut dipresentasikan di depan tim penguji dari kementerian pendidikan dan kebudayaan.

"Seluruh aspek tentang pacu Jawi dikaji, sampai ke hal hal mitologi, legenda, mistik dan nilai ekonomis nya," tutupnya. (HDR)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre