Breaking News

loading...

PN Pasaman Barat Vonis Bebas Oyong


Pasaman Barat, Figurnews.com

Mari Ufri (50) panggilan Oyong warga Pisang Hutan, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat - Sumbar, yang didakwa melakukan dua dugaan tindak pidana, Kamis (28/1/2021)  divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri PN Pasaman Barat, Sumbar.

"Klien (Oyong) kami dinyatakan bebas oleh majelis hakim PN Pasbar. Klien kami tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana pencurian dan penggelapan dalam jabatan," sebut Kuasa Hukum terdakwa, Samsiwan di PN Pasbar, Senin (2/2/2021).

Menurut Samsiwan SH dan Siri Afni,SH yang tergabung pada Organisasi Bantuan Hukum (OBH) Pos Bantuan Hukum  Advokat Indonesia (Posbakumadin) Kabupaten Pasaman Barat tindakan yang dilakukan oleh terdakwa tidak terbukti perbuatan pidana pencurian dan penggelapan, sehingga majelis hakim memvonis bebas. Kendati demikian, ia selalu kuasa hukum mengaku masih akan menunggu upaya hukum dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus kliennya itu.

"Jumat kemaren terdakwa sudah kita jemput di Rutan Talu. Oyong telah ditahan sekitar 7 bulan, hingga keluar putusan bebas vonis,tidak ada alasan dikurungan LP Talu," kata Samsiwan, SH didampingi rekannya Siri Afni, SH.

Dua kuasa hukum terdakwa dari Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) ini juga berharap, agar pihak JPU tidak mengambil upaya hukum lagi. Sehingga putusan vonis bebas terhadap klien nya bisa berkekuatan hukum tetap (Incraht).

"Kita berharap JPU Pasaman Barat tidak mengambil upaya hukum lagi, sehingga putusan bebas terhadap klien kami ini bisa incraht segera, tanpa ada gugatan banding terhadap putusan PN Pasaman Barat, sekarang Oyong kembali beraktivitas menafkahi keluarganya ," harapnya.

"Kita juga mengucapkan terima kasih terhadap majelis hakim, karena telah melahirkan keadilan dalam masyarakat tanpa dipengaruhi siapapun dan apapun," sambungnya.

Ia kembali menjelaskan klien nya dilaporkan dalam dua perkara, perkara pertama dilaporkan dalam dugaan pencurian buah kelapa sawit sebanyak 5 ton pada tanggal 23 Maret 2020 di Polres Pasaman Barat oleh anggota KUD Rantau Pasaman Sasak bernama Martius dkk.

Kemudian laporan perkara kedua, yang dilaporkan oleh Syaiful Lukman dalam dugaan tindak pidana penggelapan uang hasil TBS Kelompok Tani Elang Laut, yang terjadi diketahui pada bulan Maret 2014 sampai dengan bulan Oktober 2015.

Sedangkan tuntutan JPU supaya majelis hakim agar menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menganjurkan orang lain, melakukan pencurian dan penggelapan dalam jabatan.

Dalam sidang sebelumnya,JPU menuntut terdakwa 1 tahun 6 bulan, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani.

"Jadi klien kami didakwa atas dua perkara yakni pencurian dan penggelapan dalam jabatan. Alhamdulillah putusan majelis hakim memvonis bebas klien kami," jelasnya.

Sementara terdakwa (Oyong) juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada majelis hakim PN Pasbar yang telah membuat keputusan yang adil terhadap dakwaan yang disangkakan terhadap dirinya.

Sebab menurutnya, dirinya memang tidak bersalah, untuk itu ia juga berharap JPU tidak mengambil upaya hukum lagi, agar permasalahan yang menimpanya tersebut bisa segera selesai.

"Terima kasih saya ucapkan kepada majelis hakim, karena telah membuat keputusan yang adil dan saya juga berharap JPU tidak mengambil upaya hukum lagi," ucapnya.

Oyong juga menerangkan dirinya dilaporkan karena dituduh melakukan dugaan tindak pencurian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit dan penggelapan jabatan terhadap perkebunan sawit Kelompok Tani Alang Laut yang diketuai dirinya sendiri saat itu.

"Saya dituduh melakukan dua tindak pidana, namun tuduhan itu semua terbantahkan dengan putusan vonis bebas terhadap diri saya. Saya sebagai ketua harus bertanggungjawab atas kegiatan panen dan perawatan kebun saat itu," tutupnya.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre