Breaking News

loading...

Pelaku Cabul Anak Dibawah Umur, Dua Tertangkap Empat Lolos, Kerja Polres Terkesan Lamban?


Meski mucikari alias Germo, Lenggo Geni Ariska telah tertangkap, namun, hanya dua orang dari enam pelaku cabul anak dibawah umur yang ditahan. Disebut-sebut salah satu pelaku merupakan SATPAM pada sebuah perusahaan, orang tuanya mendatangi Nenek korban. Ada apakah gerangan hingga POLRES Agam belum menyentuh empat pelaku Perenggut kehormatan anak dibawah umur?

Lubuk Basung, Figurnews.com

Empat orang pelaku perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur lolos dari jerat hukum untuk sementara waktu. Disinyalir para pelaku masih berkeliaran di seantero Lubuk Basung dan sekitarnya. Bahkan, konon kabarnya dua diantara empat orang yang belum tertangkap bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang olah mengolah buah kelapa sawit disekitar Lubuk Basung.

Alasan yang diberikan Polres Agam mengapa empat pelaku lainnya belum ditangkap, terkesan  sangat sepele, kata Kapolres Agam, melalui WatsApp nya,“Info dari Reskrim, yang lain masih DPO”. Anehnya para DPO tersebut diduga berada di Lubuk Basung dan sekitarnya dengan masih menjalankan aktifitas sebagai Scurity pada sebuah perusahaan kelapa sawit, benarkah?

Cerita berawal (16/2) dikediaman kakek, Sebut saja namanya, BUNGA (16), pada waktu yang tidak diingat lagi sekira 3 (Tiga) bulan yang lalu, dirinya dikenalkan oleh Lenggo Geni Ariska (Panggilan Lenggo-Red) sang mucikari, pada 3 (tiga) orang pria yang Bunga sendiri tidak kenal siapa nama-nama orang yang diperkenalkan tersebut. Setelah kenal dengan tiga orang pria tersebut, Lenggo pergi meninggalkan Bunga bersama 3 (tiga) orang laki-laki yang tidak dikenal sebelumnya.

Selanjutnya, Bunga diajak pergi kesebuah perkebunan kelapa sawit yang dalam kebun kelapa sawit tersebut ada sebuah rumah. Sore hingga pagi hari, Bunga bermalam dirumah tersebut bersama tiga orang pria yang dikenalkan Lenggo pada dirinya. Tanpa curiga, Bunga pun menurut saja, karena Bunga percaya bahwa tiga orang lelaki bejat tersebut tidak akan melampiaskan nafsu syetannya, pada dirinya.

Hingga akhirnya malam menjelang, ke tiga orang Pria yang dikenalkan Lenggo pada Bunga, memaksa Bunga untuk melayani nafsu birahinya. Semalam suntuk Bunga digilir oleh 3 (tiga) orang pria yang diperkenalkan Lenggo sang mucikari pada Bunga disebuah rumah ditengah kebun kelapa sawit tak obahnya piala bergilir.

Malam selanjutnya, setelah semalam suntuk Bunga melayani nafsu syetan  ke 3 (tiga) pria yang diperkenalkan Lenggo pada Bunga, gadis remaja itu kembali digilir oleh dua orang laki-laki di sebuah pondok yang berbeda dari tempat sebelumnya, ditengah kebun kelapa sawit. Kedua orang yang mereguk kenikmatan dari Bunga tersebut tidak dikenal oleh Bunga siapa mereka.

Dengan begitu, dua malam berturut-turut, Bunga dibawa kesebuah pondok ditengah kebun kelapa sawit untuk melayani 5 (lima) orang secara bergantian. Selanjutnya sudah dapat ditebak, Bunga selama dua malam suntuk menjadi bulan-bulanan dipaksa untuk memuaskan nafsu-nafsu syetan 5 (lima) orang laki-laki yang tidak dikenalnya tersebut.

Setelah 5 (lima) orang yang menggagahi Bunga tersebut merasa puas, keesokan harinya Bunga dibawa ke Lubuk Basung, tapi bukan untuk diantar pulang kerumah orang tuanya dialahan Kasai Jorong Batu hampar, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Melainkan oleh Lenggo sang mucikari Bunga dibawa ke HOTEL DENAI untuk diserahkan pada seorang laki-laki paruh baya berinisial SB, yang konon kabarnya laki-laki tersebut pernah terganggu jiwanya dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa dr Sangiin, Gadut Padang. Apakah SB melakukan hubungan badan terhadap anak dibawah umur seperti Bunga (16) karena penyakit jiwanya kambuh atau karena unsur lain, hal itu belum dapat diketahui.

Sebaliknya (22/2), Keluarga SB saat dikonfirmasi Figurnews.Com, tidak berkomentar. Keluarga SB hanya bisa tertunduk dan menyesali nasib yang menimpa salah satu anggota keluarganya. Sehubungan pertiwa yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarganya, tentang dugaan pencabulan anak dibawah umur, anggota keluarga SB juga tidak berkomentar banyak. Keluarga hanya berharap ada keringan hukuman terhadap SB, karena SB pernah terganggu jiwanya dan dirawat pada RS Jiwa dr HB Sangiin, Gadut Padang. Kata keluarganya, “Mungkin SB jiwanya kembali terganggu. Untuk itu guna memastikan SB jiwanya terganggu atau tidak, hanya ahlinya yang dapat mengetahui. Kami sekeluarga berharap, ada keringanan hukuman untuk SB untuk menjaga agar jiwanya tidak terganggu dengan lebih parah”.    

Saat ini 2 orang pelaku telah tertangkap dan mendekam di RUTAN MAPOLRES AGAM. Bahkan Lenggo sang mucikari (17/2) perkaranya telah diperiksa oleh Pengadilan Negeri Lubuk Basung dengan agenda pemeriksaan Bunga sebagai Korban dan pemeriksaan orang tua korban sebagai pelapor.

Menyikapi hal tersebut diatas,  Kapolres Agam AKBP Nur Dwi Setiawan, menjawab pertanyaan Figurnews.Com (22/2) melalui hubungan WatsApp, mengatakan, “Info dari Reskrim, yang lain masih DPO”.   

Melihat jawaban Kapolres Agam, yang sangat singkat tersebut, sepertinya Kapolres belum sepenuhya mendapat laporan secara rinci dari anak buahnya. Pasalnya salah seorang Pelaku Pencabulan berinisial A telah ditangkap. Begitu juga Lenggo sang mucikari juga telah ditahan bahkan perkaranya telah diperiksa Pengadilan Negeri Lubuk Basung. 

Semestinya dengan telah ditangkapnya Lenggo, empat pelaku lainnya telah diketahui dimana keberadaan mereka, apa kerja mereka dan siapa-siapa saja mereka. Apalagi A yang merupakan salah satu dari 5 (Lima) orang pelaku yang pada malam kejadian disebuah rumah dikebun kelapa sawit memaksa Bunga untuk melayani nafsu bejatnya juga telah ditahan.      

Secara logika, Lenggo sang mucikari tahu siapa-siapa saja 5 (Lima) orang laki-laki yang menggagahi Bunga pada sebuah rumah ditengah kebun kelapa sawit tersebut. Bukankah kelima orang tersebut adalah orang-orang yang diperkenalkan Lenggo sang mucikari pada Bunga. Tentu Reskrim Polres Agam lebih paham bagaimana cara mengorek keterangan dalam perkara yang demikian pada Lenggo.

Begitu juga pelaku berinisial A, dirinya adalah salah seorang dari lima orang yang merenggut kesucian Bunga pada malam kejadian pada sebuah rumah di tengah kebun kelapa sawit. Seharusnya A tahu siapa saja kawan-kawannya yang bersama-sama menikmati tubuh Bunga malam itu. Pertanyaannya, apakah perlu diajari burung untuk bisa terbang?, tentu tidak bukan, jika Polres Agam sungguh-sungguh dalam mengungkap kasus pencabulan anak dibawah umur ini?. 

Dari rentetan cerita diatas, dapat disimpulkan bahwa LENGGO GENI ARISKA sebagai mucikari seharusnya tahu siapa saja laki-laki yang merenggut keperawanan Bunga pada malam kejadian pada sebuah rumah ditengah kebun kelapa sawit tersebut. Begitu juga sebaliknya, Pelaku berisinial A seharusnya tahu siapa saja kawan-kawannya yang malam kejadian menjadikan Bunga tak obahnya sebagai piala bergilir  ikut melampiaskan nafsu syetan merenggut masa depan Bunga yang masih panjang.

Informasi bagalau, bahwa 4 (empat) orang pelaku yang menggagahi Bunga pada malam kejadian di kebun kelapa sawit pada sebah rumah masih berada di Lubuk Basung dan sekitarnya. Bahkan dua diantara mereka diduga bekerja pada sebuah perusahaan kelapa sawit sebagai SATPAM. Bukankah sangat janggal jika empat orang pelaku lainnya jadi DPO, sedangkan mereka mungkin berada disekitar kita? Tunggu berita selanjutnya. Berita butuh Verifikasi lebih lanjut. (Tim Redaksi).

 

  

 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre