Breaking News

loading...

Para Petani Kaget Saat Kios Pengecer Menjual Pupuk Bersubsidi Diatas HET


Kab. Limapuluh Kota, Figurnews.com

Demi Meraih Keuntungan Berlipat, Beberapa Oknum Pengecer Pupuk Bersubsidi Diduga Telah Melakukan Hal Yang Kurang Wajar Pada Mayarakat Petani Dengan Menjual Diatas HET (Harga Eceran Tertinggi) Yang Sudah Ditentukan Pemerintah Melalui Permentan No 49 Tahun 2020.

Dalam Permentan Itu Telah Ditetapkan  Harga Sebagai Berikut : Untuk Pupuk Urea Yang Biasanya Rp. 1.800/ Kg Kini Naik Rp. 450 / Kg. Menjadi Rp. 2.250 / Kg atau Rp. 112.500 / Karung Isi 50 Kg.

Namun, Yang Telah Ditetapkan Pemerintah Tersebut Seakan Tak Dihiraukan Oleh Oknum Para Pengecer. 

Hal Tersebut Diungkapkan Para Petani Pada Figurnews Beberapa Saat Setelah Membeli Pupuk Urea Tersebut Dengan Harga Rp. 130.000,/Karung Isi 50 Kg Di Kios Pengecer.

Dalam Wawancara Figurnews Dengan Petani Yang Kebetulan Warga Nagari Sungai Belantiak Itu Mengatakan,

"Saya Adalah Salah Satu Petani Yang Mendapatkan Kartu Tani dan Terdaftar Disalah Satu Kelompok Tani.

Yang Saya Keluhkan Ujar Petani Itu Lagi, Kenapa Harga Pupuk Subsidi Itu Dijual Diatas HET. Tapi Saya Memang Sangat Memerlukan Pupuk Itu. Dan Mau Tidak Mau Saya Harus Membayar Pupuk Urea Itu Dengan Harga Rp. 130.000/Karung.

Mendapatkan Informasi Tersebut, Media Ini Mengkonfirmasikan Pada Taufik Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Nagari Sungai Belantiak Yang Secara Kebetulan Bertemu Diruangan Dinas Pertanian Kotamadya Payakumbuh (2/2) Menjelaskan  

"Kalau Masalah Itu Bukan Wewenang Saya, Ucap Taufik, Namun Secara Lisan Ujarnya Menambahkan, Saya Sudah Pernah Menyampaikan Persoalan Ini Pada Para Pengecer Diseluruh Kecamatan Akabiluru Ini.

Dilain Tempat, Kadis Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota (Eki) Panggilan Akrab Saat Dimintai Komentarnya Mengenai Hal Tersebut Melalui Pesan SMS (2/2) Mengatakan.

"Penyaluran Pupuk Bersubsidi Diatur Berpedoman Kepada Dua Kebijakan Yakni Permentan Nomor 49 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian T.A 2021 dan Permendag Nomor 15/M-DAG/ PER/ 4/ 2013 Tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian

Kedua Kebijakan Ini Menjelaskan Tentang Syarat, Tugas dan Tanggung Jawab dari Produsen, Distributor dan Penyalur atau Pengecer Hingga Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi.

Sudah seharusnya Hal Ini Diikuti Oleh Distributor dan Pengecer Ketika Menyalurkan Pupuk Bersubsidi Kepada Petani, Ucap Kadis Pertanian Tersebut

Namun Saat Media Manyakan Lagi Pada Kadis itu, "Intinya, Pengencer Tidak Boleh Melebihi HET Yang Sudah Ditentukan Pemerintah Ya Pak? 

Sampai Saat Ini Pak Kadis Itu Belum Menjawab.

Buk Ayu Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM Saat Dikonfirmasikan Melalui Pesan WhatsApp (2/2) Mengenai Hal Diatas Mengatakan, "Maaf Pak Untuk Konfirmasi Masalah Pupuk Bersubsidi Ada KP3 (Komisi pemgawas Pupuk dan Peptisida.

Komisi Inilah Yang Akan Melakukan Tindakan Terhadap Pengecer - pengecer Yang Nakal Yang Menjual Melebihi HET Yang Telah Ditentukan.

Siapa Kepala atau Ketua KP3 Itu Buk? Tanya Figurnews Lagi.

"Tim KP3 Ini Sekretariat nya Berada di Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Yang Anggota Dari Unsur Kepolisian, TNI dan Pemerintah Daerah

"KP3 Terus Berupaya Melakukan Pengawasan dan Sosialisasi Baik Kepada Agen Distributor Maupun Kios Pengecer Yang Telah di Tunjuk, Ucap Kadis Itu Menambahkan.

Dalam Penelusuran Media Figurnews Dibeberapa Tempat, Ternyata Hal Tersebut Bukan Di Nagari Sungai Belantiak Saja, Namun Dibeberapa Daerah Lainpun Terjadi Persoalan Yang Serupa.

Yang Menjadi Pertanyaan, Apakah Pihak Pemda Kabupaten Limapuluh Kota Akan Membiarkan Persoalan Yang Menimpa Para Petani Ini? (FN 053)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre