Breaking News

loading...

M.Nur Kepala Kamenag Pasaman Barat, Vaksin Sinovac Halal, Bisa digunakan


Pasaman Barat, Figurnews.com

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakhankemenag) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, M Nur menegaskan vaksin COVID-19 halal dan bisa digunakan.

"Kepada masyarakat jangan ragu dengan vaksin yang telah disediakan oleh pemerintah," katanya usai melakukan vaksinisasi di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa.

Menurutnya vaksin dilakukan dalam rangka meningkatkan imun tubuh selain tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

"Dari segi agama mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Vaksin merupakan upaya pencegahan terhadap COVID-19," katanya.

Ia menegaskan vaksin itu halal sesuai fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Vaksin itu sudah melalui uji klinis yang ketat oleh pihak yang berkompeten.

"Saya sampaikan kepada para ustadz, dai dan penyuluh agama agar tidak ragu melaksanakan vaksinisasi. Dengan harapan kegiatan agama dapat berjalan dengan baik dan lancar," harapnya.

Ia menambahkan masyarakat nantinya tidak ragu dengan vaksin. Sebab, vaksin ini merupakan bentuk tanggungjawab pemerintah kepada rakyatnya.

"Mari dengan kesadaran sendiri kita bersedia divaksin. Jangan ada keraguan. Sebab, jika kita tertular COVID-19 maka kemungkinan bisa menularkan ke yang lain," katanya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K usai divaksin mengatakan saat dan usai divaksin tidak merasakan apa-apa.

"Sakit digigit semut dari pada disuntik vaksin ini. Mari vaksin sehingga terhindar dari COVID-19," katanya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemkab Pasaman Barat yang telah melakukan pencanangan vaksinisasi hari ini.

"Kepada masyarakat jangan ada lagi keraguan tentang vaksin ini. Mari lakukan vaksinisasi sebagai antisipasi COVID-19," katanya.

Pencanangan vaksinisasi di Pasaman Barat dilakukan Selasa (2/2) dengan menyuntikkan vaksin kepada 10 orang pejabat di Pasaman Barat dan 1.830 tenaga kesehatan.

Suci dan Halal kah Vaksin Sinovac ?

Majelis Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menerbitkan fatwa mengenai kehalalan vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Fatwa ini dikeluarkan menyusul diterbitkannya Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (11/1/2021).

Sebelumnya, Komisi Fatwa telah menetapkan kehalalan dan kesucian vaksin melalui sidang pleno pada Jumat (8/1/2021).

Dalam Fatwa MUI Nomor: 02 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero), MUI menyatakan bahwa vaksin tersebut hukumnya suci dan halal.

Vaksin tersebut juga boleh digunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten.

Ada beberapa dasar yang digunakan MUI dalam menetapkan kehalalan vaksin Sinovac tersebut.

 Vaksin Covid-19 Sinovac Miliki Efikasi 65,3 Persen, Apa Bedanya Efikasi dan Efektivitas?

Berikut isi lengkap fatwa MUI dikutip dari laman MUI:

Dasar menetapkan kehalalan vaksin Sinovac

Pertama, pendapat para ulama, antara lain pendapat Imam al-Zuhri dalam Syarah Shahih al-Bukhari karya Ibnu Baththal yang menegaskan ketidakbolehan berobat dengan barang najis.

Kemudian, pendapat Imam al-Nawani dalam Raudlatu at-Thalibin wa Umdatu al-Muftiin yang menjelaskan bahwa sesuatu yang tidak diyakini kenajisan dan atau kesuciannya, maka ditetapkan hukum sesuai hukum asalnya.

Selanjutnya, pendapat Qasthalani dalam Irsyadu as-Sari yang menjelaskan, berobat karena sakit dan menjaga diri dari wabah adalah wajib.

Kedua, Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi

Ketiga, Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penggunaan Mikroba dan Produk Mikrobial dalam Produk Pangan.

Keempat, Fatwa MUI Nomor 45 Tahun 2018 tentang Penggunaan Plasma Darah untuk Bahan Obat

Kelima, Laporan dan penjelasan hasil audit Tim Auditor LPPOM MUI bersama Komisi Fatwa MUI ke Sinovac dan PT Bio Farma tentang proses produksi dan bahan yang merupakan titik kritis sebagai berikut:

Vaksin diproduksi dengan platform virus yang dimatikan

Fasilitas produksi hanya digunakan untuk produksi vaksin Covid-19

Produksi vaksin mencakup tahapan penumbuhan vero cell (sek inang bagi virus), penumbuhan virus, inaktifasi virus, pemurnian, formulasi, dan pengemasan

Sel vero merupakan sel diploid yang digunakan sebagai inang virus. Sel ini diperoleh dari sel ginjal kera Hijau Afika (African Green Monkey) dari hasil penelitian tahun 1960-an dan terbukti aman untuk digunakan sebagai inang virus dan telah disetujui oleh WHO

Media pertumbuhan vero cell dibuat dari bahan kimia, serum darah sapi, dan produk mikrobial. Produk mikrobial yang digunakan berasal dari mikroba yang ditumbuhkan pada media yang terbuat dari bahan nabati, bahan kimia, dan bahan mineral

Terdapat pengguanan tripsin dan beberapa enzim lainnya dalam tahap produksi dan pemurnian. Enzim yang digunakan merupakan produk mikrobial yang dterbuat dari bahan nabati, bahan kimia, dan bahan mineral

Tidak ada penggunaan bahan turunan babi dan bahan yang berasal dari bagian tubuh manusia pada seluruh tahapan proses produksi

Dalam penyiapan media untuk produksi skal 1.200 liter ditambahkan air murni sebanyak 1.076 liter. Selain itu, pada tahap formulasi juga ditambahkan air murni sebanyak 930-940 liter per 1.000 liter hasil formulasi vaksin

Kemasan primer produk yang digunakan terbuat dari kaca dan karet.

Baca juga: 5 Kriteria Vaksin Covid-19 Sinovac Bisa Mendapat Izin Darurat

Keenam, pendapat peserta rapat Komisi Fatwa pada 8 Januari 2021 yang menyimpulkan:

Proses produksi Sinovac tidak memanfaatkan babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya

Proses produksi Sinovac tidak memanfaatkan bagian tubuh manusia

Proses produksi Sinovac bersentuhan dengan barang najis mutawassithah, sehingga dihukumi mutanajjis, tetapi sudah dilakukan pensucian yang telah memenuhi ketentuan pensucian secara syar'i

Proses produksi Sinovac menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin Covid-19

Peralatan dan pensucian dalam proses produksi dipandang telah memnuhi ketentuan pencucian secara syar'i

Ketujuh, keputusan BPOM yang memberikan persetujuan penggunaan darurat (UEA) dan jaminan keamanan, mutu, serta kemanjuran bagi vaksin Sinovac yang menjadi salah satu indikator bahwa vaksin tersebut memenuhi kualifikasi thayyib.

Wualahualam bisawab

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre