Breaking News

loading...

Kuasa Hukum Bupati Yalimo Nomor Urut 1 Hadir ke Mahkamah Konsitusi (MK)


 Jakarta- Figurnews.com - Sengketa Pilkada 9 Desember 2020 yang mulai menuai kontroversi, bahkan para kandidat yang kalah tidak terima hasil putusan sidang pleno KPU di daerah masing-masing. Salah satu kasus sengketa di Provinsi Papua yang dilaksanakan di Mahkamah Konstitusi (MK), Snin 1 Februari 2021.

Usai sidang sengketa Pilkada 9 Desember 2020 yang di Kabupaten Yalimo, kuasa hukum pasangan Erdi Dabi dan Jhon Wilil menjelaskan tentang hasil Pilkda yang di menanginya di Sidang MK. Dalam sidang itu, kuasa hukum menjelaskan kemenangan Erdi Dabi dan Jhon Wilil mengalahkan petahana dengan perolehan suara 47.881 suara. Sementara pasangan petahanana Lakius Peyon dan Nahum Mabel hanya  memperoleh 43.06 suara.

"Yenius Yare sebagai kuasa hukum termohon menjelaskan tentang tuntutan pemohon sekaitan tentang sengketa Pilkada tahun yang lalu.

Dalam hal ini, Yenius Yare mengatakan," dari pihak termohon telah disampaikan sesui dengan dalil permohonan yang dituduhkan oleh pemohon kepada termohon, itu sudah dijawab dan bantahan sangat jelas. Kemudian kami pihak terkait juga sampaikan bantahan jawaban dari pihak pemohon oleh sebabnya menyangkut pemohonan sampaikan terjadi persoalan di Distrik Welarek Kabupaten Dalimo itu tidak benar."

"Yang terjadi di Welarek itu, pencoblosan, penghitungan dan penyaluran pada tanggal 9 Desember 2020 sudah berjalan aman sesuai dengan tahapan. Kemudian hasilnya itu oleh KPPS dan TPS mereka bawa hingga Distrik, Distrik Welarek lalu Incambent atau calon Bupati sendiri, dia buat masalah, bahwa suara 3.716 diperoleh dari pasangan nomor urut 1. Menurut pemohon atau calon Bupati, dia bilang suara itu harus dikembalikan ke saya. Ini kan bukan demokrasi, demokrasi kan sudah berjalan sejak tanggal 9 Desember. Dan itu kan, kalau kita bilang itu pencuri, kan demokrasi kan sudah berjalan."ujar Yenius Yare kuasa hukum pasangan Erdi Dabi dan Jhon Wilil. 


Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang penanganan Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Tahun 2020 (PHP Kada 2020),

Dalam persidangan yang digelar siang tadi Senin, 1 Februari 2021 memeriksa tiga permohonan. Pertama, permohonan perkara PHP Bupati Yalimo dalam perkara Nomor 97/PHP.BUP-XIX/2021.

Damang selaku Kuasa hukum Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Yalimo Nomor Urut 2 Lakius Peyon dan Nahum Mabel, dalam persidangan menjabarkan permasalahan perolehan suara di Kecamatan atau Distrik Welarek. 

Berdasarkan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Yalimo Nomor 55/PL.02.6-Kpt/9122/KPU-Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo Tahun 2020 Tanggal 18 Desember 2020, Pemohon pada distrik tersebut memeroleh 18.094, sedangkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Yalimo Nomor Urut 1 Erdi Dabi dan John W. Willi memeroleh 3.716 suara. (DP)

 

2 komentar:

  1. Luar Biasah Kaka yanius yare berharap untuk kedepan karirnya terus ditingkatkan.

    BalasHapus
  2. PSU di Yalimo Sudah di depan mata, siap-siap saja kedua calon tunjukan kedewasaan politik dan tidak mengorbankan nyawa rakyat Yalimo.
    Jika putusan PSU Distrik Welarek dan Distrik Apalapsili.
    Kita tunggu episode berikutnya.....!!!!!

    BalasHapus

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre