Breaking News

Soegiarto Santoso ; Yang penting buat saya terhadap hukum itu jangan kita takut tapi yang benar itu kita taat hukum...


Jakarta, Figurnews.com

Gonjang ganjing tentang calon Kapolri yang akan menggantikan Jendral Pol Idham Aziz yang akan memasuki masa pensiun. Dalam hal ada lima calon Kapolri yang mempunyai kriteria baik, namun hal ini ditentukan oleh Presiden Jokowi yang akan di usulkan.

Sekaitan hal itu, Soegiarto Santoso juga Ketua Umum APKOMINDO menjelaskan tentang calon Kapolri yang akan menggantikan Jendral Pol Idham Aziz yang akan memasuki masa pensiun. 

Dalam hal ini, awak media mempertanyakan serta minta pendapat tentang calon Kapolri yang baru pada Soegiarto Santoso di sela-sela kesibukannya.

"Tentang calon Kapolri, tentu semua disebutkan dan ada lima calon  semuanya mempunyai kriteria yang baik, mumpuni dan track recordnya itu semuanya cukup bagus. Tapi dari lima calon itu Kapolri hanya memang satu calon Kapolri, intinya ya harus memilihlah pak Jokowi. Dari tadi saya mengikuti sidang dan belum dapat informasi ya, katanya sudah dipilih kata teman dari media,"kata Soegiarto Santoso Lawyear dan juga Ketum APKOMINDO pada awak media, Selasa 12 Januari 2021.


Lanjut Soegiarto Santoso juga mengatakan," apa pun yang dipilih adalah yang terbaik dari yang baik, semua calon-calonnya cukup baik dan mumpuni. Kalau memang dipilih Komjen Soelistio Sigit itu ada pilihan dan itu ada kedekatan denga pak Presiden ya, Sebelum ajudan dulunya di Solo itu Kapolres kayaknya ada kedekatannya dengan Jokowi swaktu menjabat Walikota."

"Dalam hal ini terus berlanjut menjadi ajudan dan itu menunjuk kinerja yang telah dilihat oleh Jokowi selama ini,"imbuhnya.

Namun awak media juga menanyakan, kira-kira perioritas yang perlu dibenahi Kapolri yang baru ini kedepan.

"Saya rasa memang melanjutkan ketegasan-ketegasan yang sudah dilakukan penegak hukum yang artinya masyarakat sangat mendukung tugas-tugas Polri meskipun tanda petik kita akui juga oknum-oknum melakukan pelanggaran kelalaian. Seperti saya pernah dikriminalisasi sempat ditahan 43 hari, berjuang di Pengadilan sampai ketingkat MA akhirnya di Vonis tidak bersalah berkekuatan hukum tetap itu sebuah proses. Kita sebagai masyarakat, yang penting buat saya terhadap hukum itu jangan kita takut tapi yang benar itu kita taat hukum dan negara kita negara hukum, kita ikuti saja. Walaupun ada kekecewaan jangan kita melakukan anarki akan merugikan kita sendiri dan juga orang lain dan masyarakat di sekitar kita,"paparnya.

"Jadi hal -hal seperti itu harus kita fahami, kita memahami upaya hukum dengan cara-cara yang benar seperti yang saya alami akhirnya selesai meskipun prosesnya panjang dan dibalik itu saya mengerti hukum, akhirnya saya juga saya berusaha mendirikan kantor hukum untuk membela kepentingan saya dan teman-teman yang mengalami proses hukum yang kurang menyenangi dan itu semuanya proses dan saya yakin di negara kita ini berjalan semangkin-semangkin baik,"ujar Soegiarto Santoso.

"Ada juga mengenai UU Onimbuslaw pro kontra, tapi kita lihat videonya adanya investor mobil Huyunday, yang meng-investasi jumlahnya sangat besar sekali dan itu menciptakan lapangan kerja teman-teman juga harus mengekspoltasi hal-hal yang postif dan sesuatu pada saat pandemi ini mereka meng investasi di Indonesia dan jelas mereka mencabut dari negara tetangga malaysia dan ini berita-berita baik yang menggembirakan sampaikan pada masyarakat sehingga timbul itu semangat artinya jangan juga ketakutan protokol kesehatan kita jaga. Jangan imun kita turun,"terangnya lagi. (DP)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre