Breaking News

Senja Bersama Penjual Es Tebu di Homestay Mapaddegat

Foto: Senja bersama penjual es tebu di homestay Mapaddegat

MENTAWAI. FN- Ketika senja hilang seperti anggapan aba-aba pulang bagi sekelompok pedagang lepas di Homestay Mapaddegat. Meraut rezeki dengan becak roda tiga itu menjadi keasikan sendiri bagi salah satu penjual es tebu di tempat tersebut.

Pembenahan sarana dan prasarana dilakukan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai itu menjadi kesempatan bagi para penjual makanan dan minuman disana.

Afrijon (48) Penjual es tebu warga setempat itu mengatakan, senja merupakan aba-aba baginya agar pulang dari seharian berjualan. 

Menurutnya terobosan baru dilakukan Pemerintah daerah khusunya Disparpora membuka peluang untuk para pedagang lepas di Mentawai. Bagaimana tidak, sarana dan prasarana tempat berkreasi dan bermain itu banyak mendatangi pengunjung dari wilayah setempat.

Homestay Mapaddegat, Dusun Mapaddegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora utara itu berada di wilayah kawasan wisata 3M1K atau Muntei, Madobag, Mapaddegat dan Katiet. 

Berada di tengah-tengah pusat ibukota kabupaten kepulauan Mentawai yakni Tuapejat menjadikan Homestay sebagai lokasi lalu lintas Wisatawan baik lokal maupun Wisatawan Mancanegara. Ditambah dengan keberadaan Homestay 200 meter dari lokasi surfing Telescope. 

"Kalau waktu libur pengunjung banyak kesini, tentu ketika kita menjual es tebu banyak dibeli, dan untung kita lebih dari hari-hari biasa," ujar Afrijon yang sering disapa Jon itu saat bincang-bincang dengan figurnews.com di lokasi. 

Kondisi dan Situasi mempengaruhi untung dan rugi

Bicara untung dan rugi menurut Jon itu hal biasa dialami oleh pedagang. Kuncinya hanya satu ketekunan. Dalam sehari dia dapat untung berbeda-beda tergantung kondisi dan situasi. Bahkan masa Pandemi Covid-19 dia pernah hanya memperolah keuntungan Rp5 ribu sehari. 

"Kalau namanya jualan tentu kadang untung kadang gak, rezekikan udah diatur Tuhan, yang penting kita tekun aja jualan," imbuhnya.

Dalam satu hari berjualan tebu rata-rata Jon memperoleh keuntungan Rp100 ribu. Namun bila situasi dan kondisi tidak mengizinkan es tebu Jon pernah tidak terjual sama sekali. Misalkan waktu hujan, biasanya meraut untung dari Rp25 ribu hingga Rp5 ribu. 

Nasib es tebu di masa Pandemi Covid-19

Sejak diterapakannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Dalam Jaringan (Daring) di Mentawai berimbas rata ke penghasilan seluruh pedagang. Salah satunya yang dialami Jon. 

"Sejak anak sekolah belajar dirumah kita tidak ada lokasi yang pasti lagi, tepatnya berpindah-pindah, biasa saya jual di samping SDN 16 Tuapejat," sebut Jon. 

Namun dengan perkembangan Mentawai saat ini, tentu tidak sulit bagi Jon menacari lokasi. Pasalnya es tebu dibawa dengan becak roda tiga itu mampu berpindah-pindah tempat.

"Kemaren saya juala ke Rokot, Desa Matobe, Kecamatan Sipora selatan, jadi sambil jualan kita bisa jalan-jalan," tambahnya.

Manisnya es tebu selalu dilirik pembeli

Es tebu yang diperas menggunakan mesin sederhana itu menjadi daya tarik oleh pengunjung di Homestay akhir-akhir ini. Selain manis juga memanjakan rasa ketika menikmati keindahan semananjung Mapaddegat. 

Bahan mentah es tebu ada ditanam Jon langsung dan ada juga dibeli ke Masyarakat setempat. "Ketika kita membeli tebu ke Masyarakat disanalah kita merasakan kebersaman dengan sesama warga Mapaddegat," katanya. 

Afrijon yang sudah 18 tahun di Mapaddegat itu mengatakan, banyak sumber daya alam dapat dimanfaatkan jadi uang disini. 

"Kalau di Mapaddegat saya sudah 18 tahun lamanya, namun kalau di Mentawai sudah 21 tahun, awal saya kesini waktu itu saya kerja di perusahaan Sikakap tahun 1999, alhamdulilah dapat istri orang sana," terang Suami Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi Pemerintah daerah tersebut.

Baginya, meski memiliki istri seorang PNS bukan berarti kesempatan untuk bermalas-malas kerja. "Itu gajinya buat dia, gaji saya buat dia dan anak-anak," paparnya bapak 4 orang anak asal Pasaman itu. 

Berkat ketekunannya, saat ini usahanya telah bertambah. Dia buka usaha jualan dengan mobil. "Kita hidup tidak perlu gengsi, hal itu juga saya sampaikan sama istri hingga kini dia dapat juga berjualan saat libur kerja dengan mobil tersebut," tutupnya. 

Selain Jon, terdapat pedagang lepas berjualan di Homestay tersebut yaitu penjual sate, somay, es krim, jagung dan pedagang di lapak setempat. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre