Breaking News

Selama 2020, Sebanyak 21 Kali Kecelakaan Laut


Foto: Tim Search And Rescue Kepulauan Mentawai

MENTAWAI. FN- Kantor Search And Rescue (SAR) Kepulauan Mentawai merilis 21 kali kecelakaan di laut. Maka dari 21 operasi pencarian dan pertolongan itu, Kantor SAR Kepulauan Mentawai telah melakukan pencarian terhadap 128 korban dengan rincian 124 korban selamat, 3 meninggal dunia dan 1 korban hilang. 

Menurut Kepala Kantor SAR Mentawai, Akmal bahwa, selain data pencarian dan pertolongan di wilayah perairan kepulauan Mentawai, SAR juga mendukung data Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Padang. 

"Artinya rilis korban hilang 11 itu secara keseluruhan data KKP Padang, Namun kalau korban hilang diwilayah kita ada 1 orang," ungkap Akmal melalui pesan Whatshapnya. Rabu, (06/01/2021). 

Disebutkannya Korban hilang itu adalah Nelayan hilang dihantam badai di Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Sabtu, 12 Desember 2020 lalu. 

Maka selama 7 hari pencarian dan pertolongan SAR Mentawai menutup operasi pencarian pada Jumat, 18 Desember 2020. 

Hal itu dilakukan melalui Peraturan Kepala Badan SAR Nasional nomor 22 tahun 2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi SAR Pasal 2, operasi SAR meliputi segala upaya dan kegiatan SAR sampai dengan evakuasi terhadap korban, sebelum diadakan penanganan berikutnya.

Akmal mengatakan ditutupnya operasi SAR melalui hasil evaluasi SAR Mission Coordinator (SMC) secara komprehensif tentang efektifitas penyelenggaran operasi SAR telah maksimal dan rasional untuk ditutup.

Dikatakannya, operasi dapat diperpanjang apabila evaluasi SMC terhadap perkembangan penyelenggaran operasi SAR, dan ditemukan tanda-tanda kehidupan atau keberadaan korban musibah atau bencana. 

Selanjutnya sebut Akmal adanya permintaan dari pihak pemerintah daerah, perusahaan atau pemilik kapal atau pesawat dan oleh pihak keluarga yang mengalami musibah atau bencana. Dalam hal ini, biaya penyelenggaraan operasi SAR dibebankan kepada pihak yang meminta.

"Kita hentikan operasi SAR waktu itu karena telah melakukan pencarian sesui ketentuan atau selama 7 hari, kita dapat lanjutkan SMC kembali apabila ada tanda-tanda," terangnya.

Selama 7 hari pencarian dan pertolongan Tim SAR gabungan dikatakannya telah berusaha maksimal melakukan pencarian di setiap perairan di titik-titik hilangnya korban. 

Data Korban hilang itu merupakan 1 dari 3 perahu yang selamat dari hantaman badai dengan masing 1 orang dalam perahu di perairan Sigapokna bulan Desember 2020 lalu. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre