Breaking News

loading...

Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Solok Layangkan Surat Peringatan (SP) 3 Untuk Septrismen Anggota DPRD Kab. Solok

 

Surat Peringatan (SP) 3 untuk Septrismen Anggota DPRD Kab.Solok yang dikeluarkan oleh Jon Pandu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Solok
 
Arosuka(Kab. Solok), Figurnews.com                    

Isu tidak sedap mulai merebak di Kabupaten  Solok, yang mana salah seorang anggota DPRD Kab. Solok jadi perbincangan di lingkungan DPRD Kab. dalam beberapa hari ini. Hal ini memuncak, ketika hari pelantikan Ketua DPRD Kab. Solok yang baru, Rabu 13 Januari 2021 sekitar jam 17.00 Wib.
 
Dalam hal ini, membuat kalangan anggota dewan yang hadir pada pelantikan Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD Kab. Solok menjadi tanda tanya dan kenapa salah seorang anggota DPRD dari Partai Gerindra Kab. Solok tidak hadir. Dan hal ini diperkuat Surat Peringatan (SP) 3 yang dilayangkan pada Septrismen beberapa hari yang lalu sekaitan beberapa persoalan yang telah dilanggar selama ini. Dengan kemunculan surat peringatan tersebut juga diperkuat oleh Ketua DPC Jon Firman Pandu termasuk Dodi Hendra Ketua DPRD Kab. Solok dan juga sebagai Ketua OKK Partai Gerindra.
 
Dengan kesalnya Dodi Hendra mengatakan, bahwa dia sebagai kader dari Gerindra hendaknya hadir dalam pelantikan Ketua DPRD Kab. Solok dan seolah-olah tidak menghargainya.
 
"Saya secara pribadi sangat kesal muak atas tingkah laku saudara Septrismen selama ini dan termasuk dia juga tidak hadir dalam pelantikan ini. Dan ini membuktikan bahwa dia itu tidak loyal terhadap Partai Gerindra lagi. Seharusnya, dia sebagai kader hendaknya mendukung..!!! tegas Dodi Hendra.
 
Sekaitan hal itu, Jon Firman Pandu sebagai Ketua DPC Gerindra  Kab. Solok juga membenarkan tingkah laku kadernya yang selalu bikin ulah. Dan juga telah melayangkan Surat Peringatan (SP) 3 buat Septrismen.
 
"Karena selama ini dia telah berikan Surat Peringatan 1, 2 dan kemaren yang ke 3. Namun dia tidak mengindahkan saya sebagai Ketua DPC Gerindra dan seolah-olah meremehkan serta tidak menghargai saya sebagai ketua,"kata Jon Firman Pandu.

 
Selanjutnya Jon Pandu juga mengatakan,"SP 3 yang diberikan kepada berkaitan tentang karena tidak mematuhi dan melanggar organisasi Partai Gerindra sebagai berikut ;  1. AD/ART Partai Gerindra, 2. Membuat kegaduan di Internal dan Eksternal DPC Partai Gerindra Kab. Solok, 3. Rumah dan keluarga memakai antribut Partai PPP dan mobil dirumah dibrending dengan Partai PPP, suara yang didapat untuk paslon 2 sangat minim dibeberapa Daerah Pemilihan lainnya, 4. Suara yang didapat untuk paslon 2 sangat minim didaerah pemilihan sendiri dari beberapa Daerah Pemilihan lainnya, 5. Tidak meamtuhi SK SAH yang telah dikeluarkan DPP dan DPD. 6. Seluruh bukti terlampir,"terang Jon Pandu di sela-sela Pelantikan Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD Kab. Solok yang baru.
 
Dan ini membuktikan ketegasan Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Solok tidak main-main, bahwa siapa saja kader yang melanggar aturan akan diberi sangsi yang telah ditetapkan dalam AD/ART.  
 
Namun Figurnews.com juga mengatakan, dengan dikeluarkan SP 3, maka yang bersangkutan harus dicopot dari Anggota Dewan termasuk kader Partai Gerindra.
 
"Seharusnya memang, namun kita tentu melalui mekanisme serta keputusan dari DPP dan DPD Gerindra dan itu sesuai keputusan serta aturan dalam Partai Gerindra,"tutur Jon Pandu.  

Sekaitan rumor yang beredar serta dengan di dapatnya copy dari Surat Peringatan atau SP 3, Figurnews.com coba mengkonfirmasi pada Septrismen via WA 081261687XXX, Jumat 15 Januari 2021 sekitar jam 10.55 Wib.

Namun Septrismen tidak memberi jawaban maupun keterangan hingga berita ini ditayangkan.

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre