Breaking News

Kecilnya Jembatan Nemnem Leleu Membuat Satu Unit Mobil Terperangkap

Foto: Pasca robohnya jembatan Nemem Leleu kini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan tiga. Kamis, (07/01/2021).

MENTAWAI. FN- Pasca robohnya jembatan di Desa Nemnem Leleu, Kecamatan Sipora Selatan, Mentawai pada Selasa, 05 Januari 2021 lalu ternyata memperangkap satu unit Mobil Warga Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora utara. 

Jembatan diperbaiki secara swadaya Masyarakat itu kini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan tiga. Tentunya, kendaraan roda empat (Mobil) hingga sekarang belum dapat keluar. 

Menurut Kepala Desa Nemnem Leleu, Balsanus bahwa Masyarakat setempat hanya dapat berswadaya untuk memperbaiki jembatan berkapasitas roda dua dan tiga. 

"Itu persoalan kita saat ini di desa, saat pengerjaan jembatan waktu itu kita tidak tau ada satu mobil disini terperangkap," ungkap Balsanus saat ditemui figurnews.com diruangannya. Senin, (11/01/2021).

Dibenarkannya bahwa mobil itu merupakan Mobil pembawa sembako milik Andi Warga Tuapejat. Mobil terperangkap saat membawa kelapa bulat dari Desa Beriulou.

Pembuatan Jembatan untuk kapasitas roda dua dan tiga dikatakannya merupakan partisipasi Warga setempat dan Pemilik Proyek di Desa Sioban. "Tentunya yang bisa kita lakukan semampu saja, atau hanya untuk kapasitas roda dua dan tiga," imbuhnya.

Pembuatan jembatan selebar 1,5 meter dikatakan Balsanus sebagai jembatan sementara hingga adanya solusi dari Pemerintah tingkat lebih tinggi. Pihaknya lebih mengutamakan mobilisasi kendaraan roda dua sering digunakan masyarakat setempat. 

"Apabila permintaan perlebaran jembatan secapatnya, tentu kita menunggu kontribusi dari pihak pengusaha yang sering melelalui jembatan ini," katanya. 

Balsanus menjelaskan, Jembatan berada di jalur Desa Nemnem Leleu bukan jalur jalan Desa. Tentunya Desa tidak dapat meanggarkan untuk perbaikan Jembatan tersebut.

Diakuinya sesui kebutuhan ekonomi Masyarakat mobil saat ini telah menjadi kebutuhan bagi Masyarakat petani. Pasalnya sebagian masyarakat menjual hasil pertanian terhadap agen membawa menggunakan mobil. 

"Jadi masyarakat petani sudah punya langganan untuk menjual hasil pertanian mereka, ketika mereka ingin menjual tinggal telepon dan langsung dijemput disini," paparnya.

Seperti yang dialami Alvon (25) Pedagang Kelapa Bulat Warga Sagitsi barat sejak jembatan diperbaiki dia mesti menjual kelapa langsung dengan Sepeda motor. 

"Tentu jumlah banyaknya kelapa dibawa dengan motor tidak maksimal," terangnya. Biasanya lanjut Alvon kelapa langsung dibeli oleh agen kelapa ditempat. Adapun jumlah dibawa sebanyak 1 ton per trip. 

"Sejak jembatan rusak kelapa tidak bisa diambil agen langsung dengan mobil, sehingga kita membawa kelapa menggunakan keranjang motor dengan jumlah 2 karung per trip, sedangkan dalam satu karung kita hanya bisa bawa kelapa 50 buah," ujarnya

Sementara itu Warga Tuapejat, Andi (40) pemilik mobil yang terperangkap itu menyampaikan bahwa pihak desa secepatnya menyikapi persoalan ini. Apalagi mobil saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi peningkatan ekonomi masyarakat. 

"Seminggu lebih bukan waktu yang sebentar bagi kita yang berpendapatan bergantung pada mobil angkutan barang tersebut, mudah-mudahn ini menjadi perhatian semua pihak," tegasnya. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre