Breaking News

Dua Pendaki Gunung Talamau Asal Jambi Alami Hipotermia


Pasaman Barat - Figurnews.com 

Dua orang pendaki gunung asal Provinsi Jambi dilaporkan mengalami Hipotermia atau kedinginan yang berlebihan di Gunung Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.

"Benar, saat ini kedua pendaki asal Jambi, Urip Suryono (17) dan Suhendri (20) tengah dalam proses evakuasi," sebut Ketua Kelompok Pecinta Alam Artatala Pasaman Barat, Ruswar Dedison, Jumat (1/1/2021) malam.

Menurutnya kedua pendaki ini mengalami hipotermia ketika hendak naik menuju puncak Gunung Talamau di ketinggian sekitar 1.600 meter diatas permukaan laut (mdpl). 

Kedua pendaki ini bersama kelompok nya dengan jumlah 10 orang mulai naik mendaki pada Selasa (29/12/2020) kemaren. Namun belum sampai kepuncak Gunung diketinggian 2.913 mdpl kedua pendaki ini mengalami hipotermia.

"Kita ingin meluruskan terkait informasi yang beredar. Kedua korban bukan tergelincir, mereka mengalami Hipotermia di ketinggian 1600 mdpl karena tidak tahan dengan cuaca yang ekstrim selama mendaki," katanya.

"Sekarang kedua pendaki ini sedang proses evakuasi oleh tim yang terdiri dari tim SAR Pos Pasaman, tim pos jaga Janjang Seribu, tim Kelompok Pecinta Alam dan tim Geopark Talamau," sambungnya.

Ruswar Dedison juga menjelaskan saat ini proses evakuasi tersebut tidak bisa dilanjutkan karena terhalang hujan yang cukup deras. Sedangkan dalam proses evakuasi itu dibagi menjadi dua kelompok.

Korban Suhendri dievakuasi oleh tim gabungan Pencarian dan Pertolongan Padang Pos Pasaman. Sedangkan korban Urip dievakuasi oleh tim Pos Jaga Janjang Seribu dan Kelompok Pecinta Alam serta Geopark Talamau.

"Tadi kita turun duluan membawa korban Urip menuju Pos 1 dengan cara digotong atau digendong secara bergantian. Alhamdulillah kita saat ini sudah di Pos 1 diketinggian 700 mdpl," jelasnya.

Sementara korban Suhendri masih di Pos 2 diketinggian 1.600 mdpl karena tertahan hujan yang begitu deras bersama tim gabungan Pencarian dan Pertolongan Padang Pos Pasaman.

Disamping itu ia juga menjelaskan kondisi saat ini dilapangan tidak memungkinkan untuk tim melanjutkan evakuasi karena faktor hujan yang cukup deras, baik itu tim yang di Pos 1 dan tim yang berada Pos 2.

"Kami akan melanjutkan evakuasi korban pada besok pagi, jalan yang ditempuh sangat licin dan hari pun masih hujan lebat. Jadi tak mungkin ini dilanjutkan," ungkapnya.

"Namun sekali lagi kita sampaikan, kedua pendaki ini bukan cidera tetapi karena kedinginan yang berlebihan. Mereka terserang rasa dingin berlebihan itu ketika hendak naik," tutupnya.

Petualang yang hobi untuk melakukan naik gunung. Hal tersebut menimbulkan suatu kesenangan tersendiri, terutama ketika mencapai puncak gunung. Walau begitu, saat mendaki gunung, kamu bisa mengalami hipotermia.

Gejala Hipotermia saat Naik Gunung

Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh mengalami penurunan suhu yang menyebabkan bahaya. Hal ini umumnya disebabkan oleh paparan suhu dingin terus-menerus seperti saat naik gunung. Rata-rata suhu tubuh manusia adalah 37 derajat Celcius, jika mengalami hipotermia dapat turun hingga di bawah 35 derajat Celcius dan bahkan lebih.

Saat hipotermia terjadi, sebagian besar panas tubuh hilang bahkan hingga 90%. Panas tersebut keluar melalui kulit dan menghembuskannya melalui napas dari paru-paru. Kehilangan panas lewat kulit mempercepat bagian tersebut terkena angin atau mengalami kelembapan yang menyebabkan bertambah dingin.

Terdapat cara untuk mengklasifikasi hipotermia yang menyerang dengan melihat gejalanya. Hipotermia yang terjadi dapat dalam tahap ringan, sedang, hingga berat. Tiap tahap tersebut menunjukkan gejala hipotermia saat naik gunung yang berbeda-beda. Berikut gejala yang mungkin timbul pada tiap tahapan hipotermia, yaitu:

Hipotermia Ringan

Salah satu jenis hipotermia yang dapat terjadi pada kamu adalah tahap ringan. Gejala dari hipotermia saat naik gunung yang umum terjadi adalah menggigil. Kondisi ini membuat tubuh kamu menghangatkan tubuh secara alami yang merupakan gejala dari hipotermia ringan.

Jenis gangguan ini dapat diobati dengan mudah. Kamu harus mencari tempat berlindung, menggunakan pakaian yang lebih tebal, dan mengonsumsi makanan dengan energi tinggi dan minuman hangat. Jika hal tersebut telah dilakukan, pengidapnya sudah dapat menuruni gunung tanpa bantuan tambahan.

Hipotermia Sedang

Pada tahapan ini, pengidapnya sudah tidak dapat berhenti menggigil yang merupakan gejala hipotermia saat naik gunung. Saat ini terjadi, energi tubuh telah menipis dan tidak menemukan cara untuk memanaskan tubuh dari dalam. Kamu mungkin kesulitan untuk bicara dan mudah kehilangan keseimbangan.

Hal ini dapat menyebabkan kebingungan dan halusinasi, sehingga orang tersebut mungkin melepaskan pakaiannya. Walau begitu, lebih banyak orang yang masih sadar dan menggunakan pakaian yang lebih tebal. Tetapi, jantung kamu mengalami fibrilasi dan dapat mengalami kolaps.

Hipotermia Berat

Seseorang yang mengalami suhu tubuh di bawah 32 derajat Celcius, maka sudah dalam keadaan serius. Gejala dari hipotermia saat naik gunung ini dapat menyebabkan gangguan serius pada fibrilasi ventrikel di jantung. Hal ini menyebabkan irama jantung tidak normal dan dapat mengancam nyawa.

Itulah gejala hipotermia yang sebaiknya diwaspadai oleh pendaki gunung. Segera lakukan penanganan pertama agar kondisi tubuh segera dapat dihangatkan dan tidak terjadi komplikasi yang membahayakan. 

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre