Breaking News

TIM PENGABDIAN UNAND BIMBING PETANI GAMBIR UNTUK MENERAPKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

                                                        Penulis : Fea Firdani, SKM, MKM

Gambir merupakan produk unggulan Provinsi Sumatera Barat, sentra produksi gambir berada di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan, selama ini petani melakukan kegiatan pengolahan gambir secara konvensional dengan mengerjakan di pondok (rumah kampo), kegiatan tersebut hanya dapat dilakukan oleh beberapa petani yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam pengolahan tersebut, kegiatan ini dilakukan lebih kurang 3 orang petani untuk memproduksi gambir. Banyak petani pengolah gambir tersebut memiliki keluhan selama mengolah gambir seperti kuku berubah berwarna hitam dan luka bakar, hal tersebut terjadi karena petani tersebut tidak menerapkan Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) atau tidak menggunakan alat pelindung diri selama melakukan pengolahan

Kegiatan pengolahan gambir dimulai dari memanen daun dan ranting, kemudian mengikat daun dan ranting dimasukan kedalam wadah perebusan untuk melakukan ekstaksi selama lebih kurang 4-5 jam, selanjutnya melakukan proses pengepresan atau pengempaan untuk mengambil ekstrak gambir dalam bentuk cairan. Selanjutnya ektrak gambir tersebut di biarkan selama satu malam agar gambir tersebut berubah menjadi pasta dan akhirnya di cetak, sebelum di jual gambir yang dicetak tersebut di jemur hingga kering. Kadar air dari gambir menentukan harga gambir yang akan dijual.

Selama ini petani pengolah gambir tidak pernah mendapatkan penyuluhan terkait Kesehatan dan keselamatan kerja, pada kegiatan pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Fea Firdani, SKM, MKM dengan timnya yaitu Sepri Reski, SPt, M.Pt dan Azzyati Ridha Alfian, SKM, MKM serta melibatkan alumni dan mahasiswa Universitas Andalas memberikan penyuluhan terkait pentingnya memperhatikan Kesehatan dan keselamatan kerja pada proses pengolahan gambir, petani merasa antusias dalam menerima informasi penyuluhan tersebut dan merasa keluhan mereka selama ini dapat diatasi dengan menggunakan alat pelindung diri.

Selama proses penyuluhan tim pengabdian Unand juga memperagakan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang diberikan kepada petani pengolah gambir, dengan tujuan agar nantinya petani pengolah gambir selalu menggunakan APD selama melakukan pengolahan untuk meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Alat pelindung diri tersebut berupa sepatu safety, sarung tangan karet dan pelindung tubuh. Kemudian tim pengabdian juga memberikan bantuan alat pengolahan seperti gunting daun atau ranting agar memudahkan pengerjaan panen karena selama ini proses panen daun dan ranting gambir dilakukan secara manual.

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) juga perlu diterapkan di bidang pertanian karena banyak petani tidak hati-hati dalam bekerja sehingga mengalami kecelakaan kerja dalam kategori ringan maupun berat. Jadi saya ingin sekali petani juga mendapatkan bekal ilmu mengenai K3 untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja, ujar Fea sebagai ketua pengabdian.

Ketua tim pengabdian tersebut juga menyampaikan kegiatan pengabdian ini juga akan berlanjut dalam 2 smpai 3 tahun kedepan dalam rangka membantu usaha berkembang dibidang pertanian gambir agar nantinya produksi gambir di tingkat petani meningkat dan petani dapat menikmati hasil dari usaha gambirnya. Kegiatan pengabdian ini akan mempersiapkan petani gambir yang mandiri secara manajemen dan keuangan serta mempersiapkan petani yang mampu mempertahankan mutu gambir agar hasil yang diperoleh dapat dijual dengan harga yang adil, sangat banyak tengkulak yang mengambil untung dalam proses bisnis gambir, hal ini disebabkan petani tidak memiliki ilmu dalam mempertahankan mutu gambir dan tidak memiliki akses pasar yang jelas, oleh sebab itu kami akan membekali kelompok petani gambir di Nagari Koto Nan duo, Kecamatan Batang Kapas agar dapat memanajemen bisnisnya.

Kemudian Tim pengabdi dari Unand ini juga berencana akan merancang desain rumah kempa dengan pendekatan ergonomi agar petani lebih nyaman dan mudah dalam melakukan proses pengolahan gambir serta dapat menghindari terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dari perancangan tersebut diharapkan nantinya akan menjadikan rumah kempa percontohan di perkebunan gambir di Kabupaten Pesisir Selatan khususnya di Kecamatan Batang Kapas, saya juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan penghasilan petani gambir dan dapat meningkatkan devisa negara sebagai komoditi ekspor, ujar Fea selaku ketua pengabdian ini.

 

 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre