Breaking News

Menjemput asa di TPI Tuapejat

 


Menjemput Asa di TPI Tuapejat

Transaksi jual beli menjadi aktifitas biasa terlihat bagi para nelayan, pedagang dan masyarakat di TPI Tuapejat. Mirisnya, TPI berada di jantung ibukota kabupaten kepulauan Mentawai itu, Malah jarang terlihat dan terdengar bagi pihak terkait. Sejak dua tahun diusulkan sarana dan prasarana TPI belum menjadi prioritas.

Oleh: ERIK VIRMANDO
Selasa, 29 Desember 2020 pukul 03.00 wib

Perjalanan kali ini, membuat bingung. Bagaimana tidak, Bangunan sudah puluhan tahun itu kini tak terurus lagi. Bangunan tempat pengelolaan ikan (TPI) berada ditengah jantung ibukota kabupaten kepulauan Mentawai itu beralamat di Jl. Raya Km-02, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora utara.

Dilokasi terdapat berbagai macam bentuk bangunan di sepanjang jalan kira-kira 500 meter itu yakni, Kantor TPI, Workshop atau Tempat pengelolaan ikan asin, Pasar ikan, Pabrik es, tempat pengisian minyak dan pelabuhan kapal TPI.

Bangunan sebagai tempat aktifitas nelayan, pedagang dan masyarakat itu sering digunakan sebagai tempat transaksi antara Nelayan dan Pedagang ikan, Pedagang ikan dan Pembeli dari masyarakat setempat.

Sebagian sarana dan prasarana diarea tersebut tidak berfungsi diantaranya, Workshop tempat pengelolaan ikan asin dan tempat pengisian minyak. Serta banyaknya kapal rusak mengahalangi pemandangan pelabuhan di area tersebut. Ditambah kantor TPI kini ditempati Kantor luar TPI. 

Pedagang ikan sebut pasar saat ini lebih nyaman, namun masih perlu pembenahan

Menurut Ketua Kelompok Penjual dan Pemasar Ikan (PPI) TPI, Bujang Samoiri bahwa selama dua bulan ini, pedagang sudah merasa nyaman. Setelah direhabnya atap pasar ikan diwaktu lalu karena bocor. 

"Kini kawan-kawan sudah merasa nyaman setelah direhabnya pasar dan pabrik es, jadi ketika hujan kita tidak basah lagi, kemudian jika cuaca bagus banyak ikan masuk, kita tidak kwatir soal pendingin ikan," sebut Bujang. 

Meski demikian perlu banyak pembenahan di TPI tersebut. Salah satunya, tidak aktifnya tempat pengisian minyak solar. Akibatnya nelayan melakukan pengisian bahan bakar minyak solar di luar TPI. Ditambah dengan harga diluar standar ketentuan bagi nelayan.

Sebanyak 10 orang Kelompok PPI ini sudah lama berjualan. Sejak ditertibkannya pedagang ikan beberapa tahun lalu di area lapak ikan Tuapejat. Rata-rata pedagang dapat menerima 1 ton ikan per hari dengan harga Rp35 juta dari nelayan setempat. Jika dirincikan sehari rata-rata kelompok bermodalkan Rp3,5 juta per orang. 

Sebagai Ketua Kelompok Bujang tentu banyak berharap dalam peningkatan ekonomi kelompoknya. Tentunya sarana dan prasarana pendukung di TPI tersebut. Selanjutnya adanya penyalur dan penampung ikan di luar daerah Mentawai. 

Dinas perikanan catat jumlah Nelayan tahun 2019

Pada tahun 2019 (data 2020) di 10 kecamatan kabupaten kepulauan Mentawai terdapat 3.685 nelayan terbagi pada kategori nelayan tetap 1.466, nelayan sambilan utama 1.215 dan nelayan sambilan tambahan 1.004 orang. 

Rata-rata pendapatan nelayan di Mentawai mencapai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta. Sedangkan jumlah produksi ikan 7.543,69 ton per tahun. Selanjutnya jumlah konsumi masyarakat Mentawai yakni 3.898,73 ton per tahun. 

Pembeli harapkan harga ikan TPI sesuikan harga di kota Padang

Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki luas lautan dan pengahasil ikan terbanyak dari jumlah kebutuhan masyarakat setempat tentu perlu kesesuaian harga ikan dengan daerah luar.

"Saya beli ikan gambolo di padang Rp30 ribu masa disini jualnya 35 ribu," ungkap salah satu pembeli, Nando Warga Turonia, Desa Tuapejat di Pasar Ikan TPI. 

Berbeda dengan salah satu ibu-ibu diluar pasar ikan TPI." Kalau beli ikan gak usah ditawar lagi pedagang disini hanya ambil untung Rp5 ribu hingga Rp3 ribu saja, jadi kasihani mereka jika kita masih menawar," sebutnya. 

Pasar ikan belum dipunguti Retribusi

Menurut Kepala Dinas Perikanan, Usman Labai pihaknya saat ini telah menyusun dan mengajukan Perda tentang Retribusi TPI sebagai penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). 

"Kita sudah ajukan dan tengah dibahas di bagian legilasi Daerah," katanya.

Dia mengatakan DP tahun lalu hingga sekarang telah mengusulkan pembenahan TPI, namun dari beberapa usulan rehab hanya dua fisik baru di setujui yakni, rehab pabrik es dan rehab pasar TPI.

"Sebenarnya workshop tempat pengelolaan ikan asin itu sudah kita usulkan tahun ini dan tahun depan, namun kita masih menunggu ketersedian anggaran," terang Usman Labai. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre