Breaking News

Bantuan Sosial Bersyarat di Masa Pandemi Covid-19


Bantuan Sosial Bersyarat (BSB) di Masa Pandemi Covid-19

List program BSB mesti dilihat dalam konteks siapa yang menjadi target group. Mengingat program yang sama juga dilakukan oleh departmen lain, apalagi juga pemerintah daerah juga sebagian memasukan program anti poverty.

Oleh: ELFINDRI DIR SDGs UNAND

Pada bagian sebelumnya tulisan singkat kami tulis perihal bu Risma, dengan segala gerakan dan rencana beliau di Kementrian Sosial.

Salah satu poin penting menurut hemat penulis adalah bantuan dalam bentuk cash tidak begitu saja. 

Karena pilihan bantuan dalam bentuk cash lebih efisien, namun sulit memeriksa kemencengan penggunaannya.

Oleh Rama Hanna profesor ekonomi pembangunan di Kennedy School of Government, Harvard baru saja membuat dan mengulangi kembali hasil kajian yang beliau kerjakan bersama Abhejet Banerjee dan Esrer Duflo dari MIT.

Kajian yang mencoba mensimulasi bagaimana program bantuan sosial bentuk tunai, disertai dengan bersyarat. Istilah yang lazim kita dengan conditional cash transfer (CCT).

Menurut Rama, sebanyak 63 negara telah mencona menerapkan CCT ini. Dan manfaatnya ada pada pengurangan kemiskinan.

Lantas bagaimana departmen sosial menyiasati desain program agar Bantuan Sosial Bersyarat (BSB) jauh lebih bisa menghasilkan kesejahteraan?

List program BSB mesti dilihat dalam konteks siapa yang menjadi target group. Mengingat program yang sama juga dilakukan oleh departmen lain, apalagi juga pemerintah daerah juga sebagian memasukan program anti poverty.

Tentu BSB mesti bisa dilaksanakan, sasarannya terukur dan produktif, dan dengan biaya yang rendah.

Usulan lewat sistem e-government jauh lebih efisien dan efektif sesuai dengan temuan Banerjee dkm. (2020 AER).

Kekhawatiran apa yang membuat program bantuan bersyarat tidak efektif?

Jelas BSB mesti membuat masyarakat yang menjadi sasaran program lebih produktif, bisa semakin malas "lazy", sesuai dengan kajian Banerjee dkk (2018 AER). 

Jadi yang menganggur boleh menerima dana tetapi mereka giat untuk menyiapkan pekerjaan atau setidaknya mengusulkan apa yang akan dikerjakan dengan monitoring dan pendampingan.

Bagi kelompok lain, misalnya keluarga ada yang hamil maka kehamilannya pemeriksaanya dilakukan, bilamana anak mereka usia sekolah bersyarat mesti tidak putus sekolahnya.

Bagi target mereka departmen sosial adalah kelompok manula mereka mungkin tidak lagi dipersyaratkan untuk kerja, tetapi mereka rutin untuk cek kesehatan misalnya.

Ada peruntukan bersyarat untuk kerja, ada untuk "unintended outcomes" dari program untuk investasi ibu dan anak. Ini agar dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

Kendatipun dalam bentuk barang bantuan sering bocor, maka dalam bentuk cash adalah juga peruntukannya mesti diatur. Diantaranya adalah tidak dialokasikan pada belanja pulsa dan rokok misalnya.

Oleh karena departmen sosial sebaiknya sejak awal menyusun instrumen kebijakan yang dapat semakin rapi dilaksanakan.

Data bisa diupdate lagi tetapi benar benar dicross check dengan sistem yang dibangun. 

Mengingat habis covid adalah banyak membuat orang terkena dampak. Diantaranya adalah menurunnya produktivitas pekerja sebesar 5 persen.

Tapi ingat upaya yang dibuat akan selalu lahir halangan halangan lain. Diantaranya adalah peran media sosial yang mengacaukan sistem, dan kejujuran dalam penetapan program.

Dari sekian BSB disusun pada masa pandemi yang paling erat kaitannya adalah penerima adalah menerima vaksin covid-19. 

Mereka baru menerima dana bantuan ketika mereka mau divaksin. Syarat vaksin ini akan membuat semakin tingginya masyarakat untuk akses vaksin dan secara ekonomi akan menghasilkan nilai eksternalitas tinggi.

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre