Breaking News

Sulit Diliput Media, KPU Pasbar Gagal Sosialisasikan Debat Paslon Bupati


Pasaman Barat, Figurnews.com

Baru kali ini Debat Publik tidak bisa di liput Wartawan, itulah kesan awal jika melihat pintu kaca tertutup di gedung Balairung Bupati Pasbar.

Setelah ditelusuri, nampak sejumlah wartawa protes atas tidak bisa meliput langsung  debat, wartawan dan masyarakat  hanya bisa menyaksikan debat dari luar pintu ,jendela kaca gedung tempat penyelenggaraan debat Publik Cabub Cawabup Pemilihan 2020 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Bukan saja dilarang masuk ke arena debat. Pantauan dilapangan, sarana prasarana yang disediakan oleh KPU setempat juga tidak memadai, sehingga wartawan tidak leluasa mendengarkan visi misi Cabub Cawabup.

Debat Publik itu tidak bisa didengar dengan jelas dari luar. Karena panitia tidak menyediakan alat pengeras suara, layar atau monitor untuk melihat dari luar. Debat Publik itu sendiri digelar di Balerong Tuah Basamo Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, pada Selasa (3/19/2020) malam.

"Kalau masyarakat 76bisa menonton dari live streaming yang telah ditentukan oleh panitia. Sementara kami, wartawan ini ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa calon bupati dan wakil bupati yang  mereka pilih nanti," 


Altas, wartawan antara.

Hal yang sama juga disampaikan oleh wartawan Sumbar Satu, Junir Sikumbang. Ia sangat menyayangkan sikap dari KPU yang tidak mengakomodir wartawan, padahal selama ini mengaku sudah menggandeng wartawan. 

"Mereka tidak menganggap wartawan ini penting. Alasan mereka dilarang berkumpul karena COVID-19, sementara staf KPU sendiri cukup banyak berada dalam ruangan," kata Ketua Balai Wartawan Pasaman Barat itu.

"KPU beralasan karena diatur dalam PKPU, namun mereka sendiri yang melanggar dengan staf nya berkumpul-kumpul didalam. Sementara wartawan yang disebutkan dalam UU Pers sudah jelas tugasnya," sambungnya.

Ia melanjutkan, tugas wartawan sudah sangat jelas dan butuh informasi yang cepat untuk disajikan kepada masyarakat dan bukan butuh kursi empuk yang disediakan oleh panitia.

"Kami tidak butuh juga kursi empuk yang disediakan. Kami butuh informasi yang jelas dari debat publik ini agar masyarakat tahu itu," jelasnya.

Kemudian ditambahkan hal yang sama oleh wartawan media online Koran Pagi Zoel Nasti. Menurutnya wartawan hanya boleh masuk sebentar untuk mengambil poto secara bergantian.

"Kita hanya dibolehkan mengambil poto, setelah itu keluar. Sementara kita tidak bisa mendengarkan apa yang disampaikan dalam proses debat publik tersebut," sebutnya.

Jika berpatokan protokol kesehatan, gedung seluas setengah lapangan bola tersebut longgar dari awak media setempat yang hanya diliput TVRI Sumbar.

Dodi Ifanda

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre