Breaking News

loading...

Merasa Dirugikan Photonya Tertera di Kalender Paslon, Baharuddin Lapor Polisi



Pasaman Barat - Figurnews.com Tanpa izin melampirkan Foto mantan Bupati Pasaman Barat H Baharuddin R tertera pada kalender salah satu Paslon Bupati Wakil Bupati Pasaman Barat Hamsuardi Risnawato, membuat Baharudin R mantan Bupati Pasbar , Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pasbar melapor ke Polres Pasaman Barat. 

Foto dan nama Baharuddin tersebut dipasang di salah satu kalender pasangan calon Bupati Pasaman Barat, dengan sejumlah foto orang lainnya dan sudah diedarkan.

"Saya tidak terima foto dan nama saya dicatut di sebuah kalender tanpa izin, dan saya dapat informasi sudah diedarkan oleh seseorang beberapa waktu lalu," ujarnya kepada wartawan, Senin (30/11).

Baharuddin menjelaskan, foto dirinya ada di dalam sebuah kalender paslon tersebut diketahuinya, Minggu (28/11) saat kalender tersebut sudah berada di rumahnya. Setelah memperhatikan dan menganalisa, dan merasa tidak pernah memberikan izin untuk memasangnya. Perbuatan tersebut dinilai merugikan dirinya, dan diduga menguntungkan pihak lain. Pasca menganalisa, Baharuddin langsung melaporkan ke Polres didamping oleh kuasa hukumnya.

"Saya minta pihak kepolisian memproses laporan tersebut, karena saya merasa dirugikan," ujarnya.

Baharuddin menilai, ada maksud dan tujuan tertentu beredarnya kalender dan fotonya tanpa izin, namun saya tidak mau menduga-duga maksud beredarnya kalender itu, biar polisi yang menyelidikinya. Bahkan, dari informasi yang dia terima, Kamis (26/11) ada peristiwa di Kecamatan Ranah Batahan tentang seorang yang membagikan kalender, dan beredarnya sebuah surat pernyataan permintaan maaf oleh M. Rizki  yang mengaku mengedarkan kalender tanpa izin, dan di dalam kalender tersebut ada foto dirinya.

"Saya tidak mau ini dibawa ke ranah politik, ini masalah foto pribadi saya dicatut tanpa seizin saya," ujarnya.

Baharuddin berharap Pilkada Pasaman Barat berjalan aman dan lancar, tanpa kegaduhan atau perbuatan yang tidak baik. Sehingga peserta Pilkada dan semua pihak bisa bersikap profesional dan tidak saling merugikan. 

Dia berharap atas kejadian tersebut, polisi dapat mengusut kasusnya supaya tuntas siapa yang mengedarkan, mencetak dan menyuruh yang mencetak kalender dimaksud. Karena dia menilai kampanye hitam tersebut, perbuatan tak berakhlak.

"Kalau benar kejadian itu disuruh oleh salah seorang kandidat Paslon bupati untuk menjatuhkan kandidat lain, jelas tak punya akhlak. Jangan pilih kandidat yang tak punya akhlak tersebut," tegas Bahar geram.

Sementara itu, Kuasa Hukum Baharuddin Andreas Ronaldo mengatakan, kliennya melapor kepada polisi sesuai aturan hukum. Sebab, keberadaan foto tersebut merugikan kliennya. Perbuatan itu diduga melanggar hukum, pasal 310 ayat 2 KUHP. Andreas berharap, polisi segera memproses laporan ini.

"Kita sudah buat laporan polisi, dan klien kita sudah di periksa atau BAP oleh anggota Polres Pasaman Barat," sebutnya.

Pengacara  Baharuddin, Andreas Ronaldo, mengatakan yang dilaporkan kliennya terkait dengan mengambil foto klienya tanpa izin. "Ini ranahnya ranah pribadi, bukan ranah Pilkada. Kalender yang dibagikan bukan Alat Peraga Kampanye (APK). Kalau itu APK, harus ada tiga logo partai pengusung," jelas Andreas.

Laporan Baharuddin tersebut, diterima oleh Polres Pasaman Barat dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi nomor STTLP/399/XI/2020-SPKT-Res-Pasbar, yang di terima SPKT Polres Pasaman Barat, Senin (30/11/2020).

Sampai berita ini di langsir belum diketahui motif penyebaran Kalender tersebut (Dodi)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre