Breaking News

Irigasi Pengaruhi Tingkat Produksi Padi di Mentawai

Foto: Saluran Irigasi

MENTAWAI. FN- Minimnya saluran irigasi di sejumlah wilayah persawahan di kabupaten kepulauan Mentawai membuat jumlah produksi padi tidak maksimal. Salah satunya di Desa Nemnem Leleu, Kecamatan Sipora Selatan. 

Menurut Sekretaris Kelompok Tani Gapoktan Simabolak Desa Nemnem Leleu, Ristiani (45) bahwa saat ini tidak ada saluran irigasi di sawah kelompok mereka. Namun pihaknya mencari solusi agar air dapat mengalir ke persawahan secara manual.

"Kami menyalurkan air ke persawahan mengunakan selang, meski tidak maksimal namun cukup untuk padi disini," ungkapnya saat ditemui figurnews.com di kediaman ketua kelompok tani Arepikam cabang dari kelompok Gapoktan Simabolak. Selasa, (17/11/2020).

Ia menambahkan, 15 hektar dari 70 hektar tanah persawahan di dusun Nemnem Leleu Selatan, Desa Nemnem Leleu, Kecamatan Sipora Selatan itu saat ini dikelola oleh Kelompok Arepikam. 

Sebelumnya dikatakan Ristiani, Kelompok Tani Gapoktan Simabolak dapat menghasilkan 300 kg beras per hektar. Sementara itu jumlah total dikelola Kelompok tani Gapoktan Simabolak saat ini seluas 30 hektar. Jika dikulkulasikan kelompok tersebut dapat menghasilkan 9000 Kg per 3 bulan atau dengan nilai uang Rp 90 juta per 3 bulan dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

"Rata-rata dalam sekali panen kami dapat mengasilkan 500 kilogram per orang diluas tanah 30 hektar ini, kalau diuangkan senilai Rp5 juta," terang Ristiani. 

Selain dibeli langsung oleh masyarakat setempat, Pihaknya juga menjual ke berbagai warung nasi di wilayah desa Sioban. Pendapatan itu dapat memenuhi kebutuhan dirumah dan biaya anak sekolah maupun kuliah.

Tidak adanya saluran irigasi itu dikatakannya, banyaknya hama dari bawah seperti serangan tikus. "Kalau air tidak mengalir kesawah tikus-tikus banyak merusak batang padi, ditambah serangan dari burung, jadi hasil pas panen hanya setengah dari hasil semula," imbuhnya.

Akibatnya, Hasil produksi padi tidak mengalami peningkatan. Tentunya pendapatan para petani tidak mengalami peningkatan tahun ke tahun.

Terpisah, Kepala Desa Nemnem Leleu, Balsanus mengatakan, terdapat 4 titik area persawahan di Desa Nemnem leleu yakni di dusun Nemnem Leleu Selatan seluas 70 hektar, dusun Nemnem Leleu Utara seluas 20 hektar, dusun Sagitsi Timur 50 hektar dan Dusun Sagitsi Barat 1 hektar.

"Saat ini hanya area persawah di dusun sagitsi timur tepatnya di logpoun yang dialiri irigasi," katanya.

Sementara itu terdapat 1.400 jiwa atau 412 Kepala Keluarga di Desa Nemnem Leleu tersebut. Apabila di presentasikan rata pekerjaan warganya 70 persen petani, 20 persen nelayan dan 10 persen pekerjaan lain.

Selanjutnya, terdapat 50 banding 50 area persawahan dan perkebunan di Desa tersebut. Adapun hasil komoditi perkebunan meliputi kelapa, pinang, pala, coklat, cengkeh, keladi, sagu dan pisang.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mentawai mencatat terdapat 1.895,11 hektar area persawah tersebar di 10 kecamatan kabupaten kepulauan Mentawai. Dari 10 kecamatan itu baru 3 Kecamatan dialiri irigasi.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana DKPP Mentawai, Sundut Purba bahwa tidak semua lahan persawahan itu dapat dilalui saluran irigasi. 

"Untuk syarat pembangunan saluran irigasi itu minimal luas sawahnya 20 hektar, adapun yang bisa dibangun seperti saluran irigasi kecil dengan sewa kelola," ujarnya.

Dibenarkannya, saat ini di dusun Sagitsi Timur, desa Nemnem Leleu, Kecamatan Sipora Selatan memang sudah ada irigasi. Selain itu di Kecamatan Sipora utara terdapat di dua desa yakni Desa Goisooinan dan Desa Sidomakmur.

"Ujung tombak area persawahan agar menghasilkan produksi yang baik adalah irigasi, tetapi keterbatasan anggaran itu belum tercapai," terangnya.

Selanjutnya, di desa Taikako kecamatan Sikakap dikatakan sudah terdapat irigasi. Artinya, dari 10 kecamatan di kabupaten kepulauan Mentawai masih 3 kecamatan yang disaluri irigasi. "Kalau di kecamatan Siberut tengah ada tetapi berupa embung," terangnya.

Diakui Sundut Purba, kebanyakan area persawahan di Kabupaten Kepulauan Mentawai gagal dikarenakan minimnya saluran irigasi. Kebanyakan petani hanya berharap terhadap air hujan untuk mengaliri area persawahan.

Meski demikian pihaknya melalui PPL Pertanian menyampaikan solusi untuk pembuatan irigasi kecil. Tentu itu tergantung pada ketersedian mata air diwilayah tersebut. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre