Breaking News

loading...

Ijazah Salah Satu Cawabup Pemalang Di Ungkit LSM


Pemalang, Figurnews.com

 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Transparansi Masyarakat Indonesia (Jatramas) melalui ketuanya M. Taufik melayangkan surat ke komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang mengenai laporan informasi hasil investigasi atas dugaan Mal Administrasi Ijazah Calon Wakil Bupati Pemalang Nomor urut 1 atas Nama Eko Priyono, Senin (30/11).

Ketua LSM Jatramas yang berkantor sekretariat di JI. DI Panjaitan No. 18 Paduraksa, Pemalang, didasari atas Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas No. seri ljazah / STTB 01 OC oh 0691210 atas nama Eko Priono yang diterbitkan oleh SMA Negeri 52 Jakarta, tertanggal 26 Mei 1987, serta Surat Keterangan Nomor : 217/1. 851.6 tentang kesalahan Penulisan Nama dalam ijazah yaitu; EKO PRIONO menjadi EKO PRIYONO yang diterbitkan oleh SMA Negeri 52 Jakarta tertanggal 14 September 2020, mengungkap hasil investigasi yang dilakukan olehnya.

Didepan awak media, Taufik mengungkap pada tanggal 16 November 2020 yang lalu, dia dan timnya berangkat ke Jakarta untuk melakukan penelusuran/investigasi berdasarkan adanya informasi masyarakat terkait terbitnya legalisasi ljazah/ STTB atas nama EKO PRIONO (Calon Wakil Bupati Pemalang) Nomor Urut 1 dari koalisi Partai Pengusung PDIP, Golkar, dan Nasdem itu.

Bersama tim, Taufik mendatangi sekolah SMA 52 Jakarta untuk minta klarifikasi kepada Kepala Sekolah. Namun di SMA yang bersangkutan pihak sekolah menyampaikan bahwa hal tersebut seolah-olah sudah sesuai prosedur atas Penerbitan Ijazah dan keterangan ganti nama dan terkesan menutup-nutupi hal-hal yang ganjil dari terbitnya ijazah atas nama Eko Priono. 

Karena faktanya sesuai pada keterangan ljazah Eko Priono adalah lulusan Sekolah Menengah Umum tingkat Atas Swasta Remaja di Koja, Jakarta Utara dengan nomor Induk sesuai di Ijazah 3522, artinya bukan sekolah Reguler lulusan dari SMA Negeri 52 Jakarta yang semestinya. 



Sehingga agar ijazah tersebut dinyatakan sah dan berlaku harus memuat tanda tangan dan legalisasi Register dari Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara.

Atas dasar keterangan dari Pihak SMA 52 tersebut, maka Tim Jatramas mendatangi instansi Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara ketemu dengan Kepala Suku Dinas yang bernama Abd. Rachem. 

Dalam klarifikasi meminta keterangan telah dijelaskan beberapa hal mengenai perihal legalisasi yang termuat di dalam Surat Keterangan Kesalahan Penulisan ljazah/STTB Nomor 217/1.851.6 yang memuat stempel dan Regestrasi dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara dengan keterangan sebagai 217/1.851.6 yang memuat stempel dan Regestrasi dari Suku Dinas.

Dalam keterangan yang didapat tim Jatramas bahwa stempel yang digunakan untuk legalisasi pada surat keterangan Kesalahan Penulisan Ijazah/STTB Nomor 217/1.851.6 tertanggal 14 September 2020 diketahui dan diakui bahwa Cap stempel tersebut bukan milik suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara dikarenakan setelah dicek fisik bersama, terdapat perbedaan ukuran antara stempel yang asli yang dimiliki oleh suku Dinas dengan stempel legaliris yang dibubuhkan di foto copy ijazah Eko Priyono.

Hasil cek bersama antara tim Jatramas dengan kepala suku dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara bahwa cap stempel milik suku dinas berdiameter ukuran 3.5 cm sedangkan stempel yang untuk legalisasi surat keterangan Kesalahan Penulisan ljazah/STTB Nomor 217/1.851.6 tertanggal 14 September 2020 berukuran 3 cm.

Regulasi pada legalisasi ljazah atau Surat keterangan kesalahan penulisan Ijazah harus melalui Kasi dengan Paraf persetujuan dan menunjukan aslinya dan didaftar melalui buku induk Dinas, kenyataannya di suku dinas setelah di Cek pada buku Induk tidak ada penomeran atas nama pendaftaran legalisasi ljazah / surat keterangan kesalahan Penulisan ljazah/STTB atas nama Eko Priono / Eko Priyono.

Menurut Keterangan Kasi yang mengurusi surat-surat masuk dan pegawai yang memegang Arsip yang dinyatakan didepan Kepala Suku Dinas Pendidikan wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara, diperoleh keterangan bahwa Kasi yang bersangkutan tidak pernah membubuhi parafisasi dan membubuhi cap stempel Dinas serta memberi Nomor Agenda pada legalisasi foto copy Surat keterangan dari SMAN 52 Cilincing Jakarta Utara tersebut.

Sebab saudara Eko Priono tidak dapat menunjukan surat yang asli. Terbitnya nomor agenda legalisasi 005/1.851 tanggal 14 September 2020 dalam cacatan buku agenda suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara dinyatakan tidak ada. 

Sehingga diduga terdapat rekayasa yang dilakukan Oleh saudara Eko Priono dengan membuat nomor agenda sendiri yang terbukti salah. Seharusnya nomor agenda pada bulan September 2020 sudah pada angka diatas 200 tetapi nomor agenda yang dibubuhkan adalah 005, cap stempel Dinas diduga juga palsu sebab banyak ditemukannya huruf dan bentuknya juga berbeda.

Bahwa fakta ditemukan pula berdasarkan keterangan Pihak Suku Dinas Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara, SMA N 52 Jakarta baru berdiri pada tahun 1985 dan nomor induk Ijazah lulusan pada tahun itu adalah 051 namun kemudian yang menjadi keganjilan Ijazah Eko Priono yang lulus Tahun 1987 dua tahun setelah SMA tersebut berdiri sudah mencapai nomor induk 3522. 

Apakah dalam kurun waktu 2 (dua) Tahun setelah SMA tersebut berdiri yaitu tahun 1987 kelulusan Eko Priono SMA 52 menerbitkan Ijazah Sejumlah 3470 Siswa.

“Menurut kami SMA yang baru berdiri 2 tahun tidak logis menerbitkan Ijazah sejumlah kelulusan 3470 siswa,” jelas Taufik.

Sedangkan Bawaslu Pemalang melalui Sudadi  kepada Wartawan mengatakan bahwa mereka juga ditembusi surat tersebut. 

"Akan kami kaji lebih lanjut." Jelas Sudadi kepada Wartawan, Senin (30/11/2020) (KH)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre