Breaking News

loading...

DLHK Mentawai: Atasi Sampah Organik di Tiap Objek Wisata


Foto: Pantai Monga, Kecamatan Sipora Selatan

MENTAWAI. FN- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kepulauan Mentawai menyarankan perlunya partisipasi Masyarakat di wilayah kepulauan Mentawai untuk menjaga kebersihan lingkungan di setiap pantai dari pencemaran sampah organik. Salah satunya sampah kayu. 

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kepulauan Mentawai, Yanti Oktavia Hutapea bahwa saat ini, DLHK tidak bisa bekerja sendiri untuk penanganan sampah kayu di pantai. 

"Apalagi Mentawai merupakan wilayah kepulauan dimana antara satu wilayah ke wilayah lain terpisah, tentu itu tidak terhendel dengan DLHK sendiri," ungkapnya saat ditemui figurnews.com di ruangannya Senin, (30/11/2020).

Penanganan kebersihan pantai dari sampah kayu itu lanjutnya, perlu dimulai dari 10 pemerintah kecamatan hingga ke 43 pemerintah desa di Kepulauan Mentawai. Khususnya, di wilayah destinasi wisata 3M1K yakni, Muntei, Madobag, Mapaddegat dan Katiet.

"Maka disini butuh inisiatif tentang kebersihan diri dan lingkungan kita, intinya perlu kerjasama," terang Yanti Oktavia Hutapea.

Selanjutnya, dikatakan seharusnya memang ada tempat penyedian sampah di tiap-tiap objek wisata kepulauan Mentawai. Namun karena situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 ini belum dapat tercapai. Apalagi sampah organik jenis kayu masih dapat ditangani secara mandiri.

Pembakaran sampah kayu dengan skala besar di pantai disebutkannya juga dapat mencemari udara. Namun dapat dimusnahkan dengan pembakaran skala kecil. Sampah kayu tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memasak di dapur. 

Kepala Bidang Kebersihan DLHK Mentawai itu menghimbau masyarakat tetap melakukan segala hal yang dapat dikerjakan demi menjaga kebersihan, keindahan dan kesehatan lingkungan. 

Meski demikian DLHK Mentawai tetap berupaya memaksimalkan sarana dan prasaran telah ada di dua titik tempat pemungutan sampah (TPS) yang berpotensi banyak sampah dari masyarakat yakni di kecamatan Sipora utara dan kecamatan Sikakap. Sarana disetiap TPS itu berupa Mobil, Bentor dan Bak sampah.

Kemudian Yanti Oktavia Hutapea menyebutkan terdapat tiga jenis sampah yakni sampah Organik, Anorganik dan B3 atau sampah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Sementara itu untuk penanganan sampah anorganik atau sampah tidak bisa diperbarui seperti plastik, kaca dan besi pihaknya telah menyediakan pembuangan disetiap TPS sedangkan tempat pembakaran Incenerator khusus untuk limbah infeksius B3 saat ini berada di RSUD Mentawai.

Ia berharap agar sampah jenis apapun jangan dibuang kelaut. Pasalnya dapat merusak ekositem laut, menganggu rantai makanan biota laut, meningkatnya pencemaran, merusak ikan dan lainnya yang dapat di konsumsi oleh manusia. (ev)



Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre