Breaking News

DEN KPSI Layang Surat Pemberitahuan Aksi Demo Tolak UU OMNIBUS LAW Cipta Kerja dan Kenaikan Upah Minimum


Jakarta - Figurnews.com

Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (DEN KSPI) melayangkan surat Pemberitahuan Aksi Demo menolak UU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA dan Kenaikan Upah Minumum tahun 2021 kepada Bapak Kapolri, Up. Kaba Intel Mabes Polri dan juga kepada Kapolda Se-Indonesia, Up. Dir. Intelkam Polda Se- Indonesia pada tanggal 27 Oktober 2020 yang lalu.

Dalam hal pelaksanaan Aksi tersebut dilakukan 3 kali masing Senin tanggal 2,  Senin 9 dan Selasa10 November 2020 dan aksi dimulai pada hari Senin 2 November 2020 berlokasi Mahkamah Konstitusi dan Istana Negara, dan Senin tanggal 9 November 2020 juga melakukan aksi di DPD, DPR-RI, dan MPR-RI. Sedangkan hari Selasa  10 November 2020 melakukan Aksi di gedung Kemenaker dan kegiatan tersebut dimulai dari pukul 08.00 Wib hingga selesai. Dalam aksi tersebut para peserta di perkirakan hadir sekitar 15.000 orang sedangkan aksi daerah ditentukan perwakilan Daerah KPSI.

Para pendemo sebelum melakukan aksinya, titik mereka kumpul Patung kuda Indosat, Pintu Monas Barat Daya, Gambir Jakarta Pusat dan mereka juga mempergunakan Alat Peraga berupa, Spanduk, Leaflet dan Mobil Komando. Dan sebagai penaggung jawab dalam aksi demo menolak UU Omnibus Law, masing-masing Sdr. Makbullah Fauzi, Sdr. Eddy Kuncoro, Sdr. Rohman dan Sdr. Nu'man Fauzi, sedangkan untuk perwakilan, langsung oleh Perwakilan Daerah dimasing-masing Daerah. 

Sekaitan Aksi Demo yang dilakukan DEN KPSI Tolak UU Omnibus Law dan kenaikan upah minimum besok, Figurnews.com coba mengkonfirmasi pada salah penanggung jawab Sdr. Makbullah Fauzi Via WA dengan No. 085320304XXX, Minggu 1 November 2020 sekitar pukul 12.53 Wib.

Dan ini balasan WA dari salah satu penanggung jawab kegiatan Aksi Demo besok.

* Walaikumsalaam Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Benar Pa

Bsk 

Senin 2 Oktober 2020

Akan dilaksanakan aksi di Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi

Sebagai awal dari rentetan aksi selanjutnya di DPR RI pada 9 November 2020 dan KEMENAKERTRANS RI pada 10 November 2020

*SERENTAK DI 24 Provinsi dan 200 Kabupaten/Kota di Indonesia*

Kaum Buruh Indonesia 

Scra massive dan bergelombang 

Akan trs menerus melakukan aksi tanpa henti

Sbg bentuk protes dan perlawanan atas lahirnya OMNIBUS LAW UU Cipta Kerja yg tidak hanya Kaum Buruh , tetapi berbagai elemen Bangsa , sebagai contoh MUI , NU , MUHAMMADIYAH , MAHASISWA , PENGGIAT LINGKUNGAN HIDUP dan elemen2 Bangsa lainnya yg juga ikut menolak lahirnya OMNIBUS LAW UU Cipta Kerja ini yg di syah kan pada 5 Oktober 2020 yg stlh kami pelajari , stlh kami kaji dan kami fahami , begitu bnyk kerugian2 Kaum Buruh dan Rakyat Indonesia yg terdapat dalam OMNIBUS LAW UU Cipta Kerja ini .

Tuntutan kami semua sama :

1 . CABUT OMNIBUS LAW UU Cipta Kerja SEKARANG JUGA

2 . TOLAK KEBIJAKAN SE MENAKER RI tentang TIDAK NAIKNYA UPAH BURUH di Thn 2021

*Buya Fauzi*

Koordinator Aksi Nasional KSPI SERENTAK di 24 Provinsi

Dari tanggapan di atas, memang DEN KSPI melakukan aksi demo tentang penolak UU OMNIBUS LAW dan Tolak Kebijakan SK Kemenakertentang tidak naiknya upah buruh di Tahun 2021 ini.(Red Fn)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre