Breaking News

loading...

CV. DIO PUTRA KARYA, TUMBANG, DENDA RP. 10 M DIDEPAN MATA...?.


Lubuk Sikaping, Figurnews.com
.

Perkara Perdata Nomor : 10/PDT.G/2020/PN.LBS, antara EMA SUSANTI (Penggugat) dan CV.DIO PUTRA KARYA (Tergugat) telah berakir (10/11). Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping, memutuskan CV. DIO PUTRA KARYA, telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum. 

Dalam Putusannya, Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping diangka 2 (Dua) menyatakan, “Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum (Onrechtmatige daad) dengan segala akibat hukumnya dikarenakan telah melakukan penambangan pasir dan batu di aliran Sungai Batang Timah serta aliran Sungai Batang Malandu yang mengakibatkan tanah disekitar sungai erosi terbawa air saat turun hujan”. 


Memperhatikan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009, tentang denda Rp. 10 m, Pasal 164 menyebutkan, “Selain ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159, Pasal 160, Pasal 161, dan Pasal 162, kepada pelaku tindak pidanan dapat dikenai pidanan tambahan berupa :
 

a.      Perampasan barang yang digunakan dalam melakukan tindak pidanan;

b.      Perampasan keuntungan yang diperoleh dri tindak pidanan, dan/atau

c.       Kewajiban membayar biaya yang timbul akibat tindak pidanan”. 

Artinya segala tindak tanduk yang telah dilakukan CV. DIO PUTRA KARYA dalam melakukan penambangan Pasir dan Batu di aliran Sungai batang Timah Dan Aliran Sungai Batang Malandu, Nagari Ladang Panjang, kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, dapat dikenakan pelanggaran Pidana tambahan dengan ketentuan pidana seperti tersebut pada Pasal 164 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009. 

Selain itu, Pasal 163 ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 menyebutkan, “ Selain Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) badan hukum dapat dijatuhi pidanan tambahan berupa;

a.      Pencabutan izin uaha, dan / atau

b.      Pencabutan status badan hukum”. 

Artinya, selain dijatuhi Pidana, karena telah terbukti melakukan Perbuatan Melawan Hukum, dengan melakukan penambangan pasir dan batu di aliran Sungai Batang Timah dan aliran Sungai Batang Malandu, yang mengakibatkan longsor atau erosi saat turun hujan, izin CV. DIO PUTRA KARYA, juga harus dicabut. 

Tidak ketinggalan, pihak-pihak yang mengeluarkan izin CV. DIO PUTRA KARYA dalam memberikan izin untuk dapat melakukan penambangan pasir dan batu di aliran  Sungai Batang Timah dan aliran Sungai Batang Malandu, sesuai Pasal 165 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009, juga mesti dikenai sanksi pidana paling lama 2 (dua) tahun penjara dan denda Rp. 200 juta.

Melihat dan menilai pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang Nomor 4 tahun 2009, terutama Pasal 159, Pasal 160, Pasal 161, Pasal 162, Pasal 163, Pasal 164 dan Pasal 165, mungkinkah terterapkan dibumi Minang Kabau, entahlah. Namun kita tetap optimis bahwa kejahatan lingkungan sehubungan dengan penambangan Pasir dan Batu di Aliran Sungai Batang Malandu dan Aliran Sungai Batang Timah yang dilakukan CV. DIO PUTRA KARYA, akan ditindak oleh aparat hukum terutama pihak Kepolisian Polda Sumatera Barat dan Polres Pasaman.

Dalam keterangannya EMA SUSANTI pada FIGURNEWS.Com melalui hubungan Telpon Celuler (HP) (26/11), mengatakan, “Sebagai masyarakat awam, saya tidak banyak menuntut. Permintaan saya, penuhi saja apa-apa yang telah di Putuskan Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping. Terkait dengan Pidana, hukum yang menentukan. Tapi satu permintaan saya, bagaimana dengan Laporan Polisi tentang saya dan beberapa orang warga masyarakat Ladang Panjang yang telah dilaporkan ke Polda Sumatera Barat dengan laporan Pencemaran Nama baik. Apakah itu akan hilang begitu saja, sedangkan CV. DIO PUTRA KARYA berdasarkan Putusan Hakim, Nomor 10/PDT.G/2020/PN.LBS, telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum”.  

“Harapan saya, semoga Allah meridoi apa yang saya lakukan dalam berbuat kebaikan untuk masyarakat kampung saya, Nagari Ladang Panjang”. Semoga ya bu, perbuatan baik, niat baik Insa Allah akan menghasilkan hasil yang baik pula. (FN.006).

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre